TKI dan Pelajar dari Zona Merah Pulang Kampung, ODP Covid-19 di NTB Jadi 1.357 Orang

Kompas.com - 03/04/2020, 08:49 WIB
Ilustrasi virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona

MATARAM, KOMPAS.com - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami pertambahan.

Hal ini disebabkan karena banyaknya warga yang pulang kampung atau mudik menjelang bulan puasa ke NTB.

Pada 2 April 2020, tercatat ODP di NTT berjumlah 1.357 orang, di mana hari sebelumnya berjumlah 1.025 orang.

Kepala Pelaksana Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB Ahsanul Khalik mengatakan, bertambahnya ODP disebakan banyaknya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan warga yang berasal dari zona merah Covid-19 kembali ke NTB.

“Terkait penambahan jumlah ODP di NTB, disebabkan TKI, warga yang mudik dari Jakarta, Jatim, Bali, dan wilayah pandemi lainnya,” kata Ahsanul saat dikonfirmasi,  Jumat (3/4/2020).

 Baca juga: Petugas Terminal Mandalika Kebingungan Tak Didampingi Tim Medis, Pemprov NTB Sarankan Lapor Kemenhub

Ahsanul menjelaskan, TKI yang pulang kebanyakan bekerja di Negeri Jiran Malaysia.

Selain TKI, para santri yang mondok di beberapa pondok pesantren ternama, seperti Jombang dan lainnya juga ikut pulang.

Baca juga: Pulang Mondok dari Jepara, 75 Santri Dikarantina di NTB

Selain ODP, sejauh ini Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di NTB berjumlah 39 orang, atau bertambah 3 orang dari hari sebelumnya yang berjumlah 36 orang.

Sedangkan untuk kasus positif Covid-19 di NTB berjumlah 6 kasus, di mana 1 orang meninggal dunia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bertahun-tahun Jembatan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Bima Nekat Terjang Sungai

Bertahun-tahun Jembatan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Bima Nekat Terjang Sungai

Regional
Teriak 'Bunuh..Bunuh', Pedemo Rumah Mahfud MD Ditetapkan Tersangka

Teriak "Bunuh..Bunuh", Pedemo Rumah Mahfud MD Ditetapkan Tersangka

Regional
Anggota DPRD Diduga Jadi Penadah Hasil Rampokan Oknum Polisi di Lampung

Anggota DPRD Diduga Jadi Penadah Hasil Rampokan Oknum Polisi di Lampung

Regional
Cerita Nenek Lumpuh di Pematangsiantar Pasrah Tenggelam Saat Banjir

Cerita Nenek Lumpuh di Pematangsiantar Pasrah Tenggelam Saat Banjir

Regional
Bunuh Anak Tirinya, Perempuan Ini Sempat Mengaku Korban Meninggal karena Sakit

Bunuh Anak Tirinya, Perempuan Ini Sempat Mengaku Korban Meninggal karena Sakit

Regional
13 Pejabat Bantaeng Positif Covid-19, Alami Gejala Demam dan Batuk

13 Pejabat Bantaeng Positif Covid-19, Alami Gejala Demam dan Batuk

Regional
Sudah 2 Pekan Jalan Penghubung Rohul-Bengkalis Terendam Banjir

Sudah 2 Pekan Jalan Penghubung Rohul-Bengkalis Terendam Banjir

Regional
Gunung Ile Lewotolok Meletus 3 Kali pada Hari Ini

Gunung Ile Lewotolok Meletus 3 Kali pada Hari Ini

Regional
62 Kades di Jateng Langgar Netralitas Pilkada, Bawaslu Lapor ke Mendagri

62 Kades di Jateng Langgar Netralitas Pilkada, Bawaslu Lapor ke Mendagri

Regional
Sesosok Mayat Ditemukan Mengambang di Perairan Pulau Komodo

Sesosok Mayat Ditemukan Mengambang di Perairan Pulau Komodo

Regional
Ambisi Sumedang Jadikan Waduk Jatigede Wisata Kelas Dunia, Ingin Kalahkan Banyuwangi

Ambisi Sumedang Jadikan Waduk Jatigede Wisata Kelas Dunia, Ingin Kalahkan Banyuwangi

Regional
Viral Video Warga Bermain Genangan Air Setinggi Paha di Pinggir Jalan, Ini Respons Pemkot Cilegon

Viral Video Warga Bermain Genangan Air Setinggi Paha di Pinggir Jalan, Ini Respons Pemkot Cilegon

Regional
Polrestabes Surabaya Beri Hadiah Rp 5 Juta bagi Warga, Jika Ungkap Politik Uang Jelang Coblosan

Polrestabes Surabaya Beri Hadiah Rp 5 Juta bagi Warga, Jika Ungkap Politik Uang Jelang Coblosan

Regional
Dua Polisi dan Seorang Pecatan Brimob Berkomplot Rampok Truk Kompos

Dua Polisi dan Seorang Pecatan Brimob Berkomplot Rampok Truk Kompos

Regional
Zairullah Azhar-Muhammad Rusli Soroti Minimnya Infrastruktur di Pedesaan

Zairullah Azhar-Muhammad Rusli Soroti Minimnya Infrastruktur di Pedesaan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X