KPU Jateng Tunggu Perppu Tunda Pilkada 2020

Kompas.com - 01/04/2020, 17:37 WIB
Ilustrasi pilkada KOMPAS/TOTO SIHONOIlustrasi pilkada

SEMARANG, KOMPAS.com - Pemerintah dan DPR sepakat menunda pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) pada 2020.

Perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 seharusnya digelar 23 September 2020.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah Yulianto Sudrajat mengaku, masih menunggu Peraturan Pengganti Undang Undang (Perppu) terkait penundaan Pilkada.

"Penundaan tahapan ini butuh Perppu sebagai payung hukum sekaligus untuk melanjutkan tahapan selanjutnya. Dalam RDP juga sudah dibahas terkait dengan aspek tersebut. Namun kita masih menunggu kepastiannya," ujar Ketua KPU Jateng Yulianto Sudrajat saat dihubungi Kompas.com, Rabu (1/4/2020).

Baca juga: Pemerintah Mulai Susun Perppu soal Penundaan Pilkada 2020

Selain itu, pemerintah daerah juga harus mengantisipasi anggaran pada tahun 2020, perlu dilakukan perubahan PKPU dan SK KPU, penyesuaian kembali setiap tahapan pemilihan.

"Selanjutnya, konsekuensi lainnya yakni perubahan Permendagri dan turunannya yang mengatur tentang pemilihan serta perlu dilakukan sosialisasi kembali Pemilihan Serentrak Tahun 2020," tuturnya.

Baca juga: Bawaslu: Idealnya Pilkada 2020 Ditunda hingga Tahun Depan

Dia menambahkan, beberapa tahapan pelaksanaan Pilkada 2020 sudah terlaksana sekitar 30 persen.

"Kami telah siapkan beberapa skenario atau opsi dalam pelaksanaan pemungutan dan perhitungan suara. Opsi pertama dilakukan pada tanggal 9 Desember 2020, opsi kedua tanggal 17 Maret 2021 dan opsi ketiga pada 29 September 2021," ujarnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang New Normal Batam, Perusahaan yang Langgar Protokol Kesehatan Akan Didenda

Jelang New Normal Batam, Perusahaan yang Langgar Protokol Kesehatan Akan Didenda

Regional
Gempa Aceh 4,8 Magnitudo Kamis Pagi, BMKG Waspada Potensi Gempa Susulan

Gempa Aceh 4,8 Magnitudo Kamis Pagi, BMKG Waspada Potensi Gempa Susulan

Regional
Pemkot Banjarmasin Mulai Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan, Ada Sanksi Fisik untuk Pelanggar

Pemkot Banjarmasin Mulai Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan, Ada Sanksi Fisik untuk Pelanggar

Regional
Jenazah PDP Diambil Paksa Keluarga dari RS Dadi Makassar

Jenazah PDP Diambil Paksa Keluarga dari RS Dadi Makassar

Regional
Alasan 5 Warga Banyuwangi Naik Sampan Nelayan ke Bali, Polisi: Tidak Mampu Bayar Rapid Test

Alasan 5 Warga Banyuwangi Naik Sampan Nelayan ke Bali, Polisi: Tidak Mampu Bayar Rapid Test

Regional
Panik, Alasan Dua Warga di Bali Kabur Saat Tahu Hasil Rapid Test Reaktif

Panik, Alasan Dua Warga di Bali Kabur Saat Tahu Hasil Rapid Test Reaktif

Regional
TNI AU Bantu Sisir Lokasi Speedboat yang Hilang di Laut Maluku

TNI AU Bantu Sisir Lokasi Speedboat yang Hilang di Laut Maluku

Regional
Lewat 'Jalur Tikus', 5 Warga Banyuwangi Naik Sampan Nelayan untuk Menyeberang ke Bali

Lewat "Jalur Tikus", 5 Warga Banyuwangi Naik Sampan Nelayan untuk Menyeberang ke Bali

Regional
Seorang Bocah Perempuan Tertular Corona Saat Silaturahim Lebaran

Seorang Bocah Perempuan Tertular Corona Saat Silaturahim Lebaran

Regional
Bukan Hitam, Tapi Surabaya Zona Merah Tua, Ini Penjelasan Lengkapnya

Bukan Hitam, Tapi Surabaya Zona Merah Tua, Ini Penjelasan Lengkapnya

Regional
Guru Honorer Cabuli Murid Laki-laki Berkali-kali Selama 3 Tahun

Guru Honorer Cabuli Murid Laki-laki Berkali-kali Selama 3 Tahun

Regional
KPU Gowa Mulai Tahapan Pilkada di Tengah Peningkatan Kasus Covid-19

KPU Gowa Mulai Tahapan Pilkada di Tengah Peningkatan Kasus Covid-19

Regional
Risma Buat Laboratorium Tes Swab karena Tak Bisa Selamanya Gunakan Mobil PCR dari BNPB dan BIN

Risma Buat Laboratorium Tes Swab karena Tak Bisa Selamanya Gunakan Mobil PCR dari BNPB dan BIN

Regional
Kisah Pilu Siswa SMP Gantung Diri, Diduga Motornya Akan Dijual dan Pengakuan Ayah

Kisah Pilu Siswa SMP Gantung Diri, Diduga Motornya Akan Dijual dan Pengakuan Ayah

Regional
Mahasiswa Nekat Jual Siamang di Facebook, Ditangkap Saat Tunggu Pembeli

Mahasiswa Nekat Jual Siamang di Facebook, Ditangkap Saat Tunggu Pembeli

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X