Dedi Mulyadi: Tutup Jalur Transportasi demi Selamatkan Desa dari Corona

Kompas.com - 28/03/2020, 06:14 WIB
Anggota DPR RI Dedi Mulyadi memimpin penyemprotan disinfektan ke seluruh jalan di Purwakarta, Minggu (22/3/2020). istimewaAnggota DPR RI Dedi Mulyadi memimpin penyemprotan disinfektan ke seluruh jalan di Purwakarta, Minggu (22/3/2020).

BANDUNG, KOMPAS.com- Wakil Ketua Komisi IV DPR RI  Dedi Mulyadi meminta pemerintah segera menutup jalur transportasi dari Jakarta dan sekitarnya menuju daerah.

"Saya minta jalur transportasi ke berbagai daerah segera ditutup. Sebab, imbauan itu tidak cukup melarang orang mudik, harus ada tindakan," kata Dedi kepada Kompas.com via telepon seluler, Jumat (27/3/2020) malam.

Baca juga: Saat Palang Bertulis Lockdown Terpasang di Jalan Masuk Sejumlah Dusun di Sleman..

Dedi mengatakan, kebijakan ini penting segera dilakukan demi menyelamatkan desa karena merupakan daerah yang menjadi sumber produksi pangan.

"Desa harus diselamatkan dari wabah sebelum berkembang karena merupakan sumber logistik," kata Dedi.

Menurut Dedi, saat ini banyak orang-orang dari Jakarta, Bogor, Depok dan sekitarnya yang mudik ke kampung halaman. Akibatnya, potensi penularan virus sangat besar. Orang dalam pemantauan pun kian meningkat.

"Saat ini saja pemudik dari Sumedang sudah 1.000 orang lebih karena banyak yang bekerja di Jakarta pulang kampung. Jalur transportasi harus segera ditutup, kecuali untuk angkutan barang logistik," tandas mantan bupati Purwakarta ini.

Dedi mengatakan, kalau jalur transportasi tidak ditutup, maka orang-orang yang akan mudik ke kampung tidak bisa lagi tertahan. Nanti kalau orang dari Jakarta dan sekitarnya sudah sampai ke desa, maka pencegahan penyebaran wabah corona akan sulit dilakukan.

"Maka, imbauan pemerintah agar masyarakat tak mudik tidak berarti apabila jalur transportasi tetap terbuka," katanya.

Baca juga: Terpapar di Bandung, 1 Warga Sumedang Positif Corona dan 986 ODP Pulang dari Jakarta

Menurutnya, desa merupakan daerah yang haus dijaga tetap steril karena merupakan sumber produksi pangan. Manakala terjadi kelangkaan pangan di kota, maka bisa disuplai dari desa. Hal itu sesuai pengalaman krisis ekonomi pada tahun 1999 silam.

"Jika warga desa terpapar, maka suplai akan terhenti. Itu ancaman serius," katanya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Santri Baru Pondok Gontor Positif Covid-19, 117 Orang Diduga Kontak Dekat

6 Santri Baru Pondok Gontor Positif Covid-19, 117 Orang Diduga Kontak Dekat

Regional
Pura-pura Terima Telepon, Seorang Pria di Tegal Jambret HP Bocah 10 Tahun

Pura-pura Terima Telepon, Seorang Pria di Tegal Jambret HP Bocah 10 Tahun

Regional
Akun IG Diduga Milik Petugas P2TP2A Tersangka Pencabulan Dicaci Maki Warganet

Akun IG Diduga Milik Petugas P2TP2A Tersangka Pencabulan Dicaci Maki Warganet

Regional
Kasus Video Dokter Tanpa Busana, Tersangka Ingin Minta Maaf Langsung kepada Korban

Kasus Video Dokter Tanpa Busana, Tersangka Ingin Minta Maaf Langsung kepada Korban

Regional
Terjepit Eskalator Pasar, Anak 4 Tahun Terbanting dan Luka

Terjepit Eskalator Pasar, Anak 4 Tahun Terbanting dan Luka

Regional
Diajak 'Wikwik' Melalui Facebook, Siswi SMP Jadi Korban Pencabulan

Diajak "Wikwik" Melalui Facebook, Siswi SMP Jadi Korban Pencabulan

Regional
Kasus Positif Covid-19 Meningkat, Ganjar Usul Arisan ICU di Setiap RS Rujukan di Semarang Raya

Kasus Positif Covid-19 Meningkat, Ganjar Usul Arisan ICU di Setiap RS Rujukan di Semarang Raya

Regional
Tersisa 1 Pasien Positif, Pemkab Maluku Barat Daya Yakin Segera Bebas dari Covid-19

Tersisa 1 Pasien Positif, Pemkab Maluku Barat Daya Yakin Segera Bebas dari Covid-19

Regional
Cari Kayu Bakar, Warga Malah Temukan Mayat Bayi Terbungkus Plastik

Cari Kayu Bakar, Warga Malah Temukan Mayat Bayi Terbungkus Plastik

Regional
Berapa Biaya Rapid Test di Bandara RHF Tanjungpinang?

Berapa Biaya Rapid Test di Bandara RHF Tanjungpinang?

Regional
Fakta Satpol PP Foto dengan Sepeda Brompton Seharga Rp 90 Juta, Dipinjami Komunitas Saat Bertugas

Fakta Satpol PP Foto dengan Sepeda Brompton Seharga Rp 90 Juta, Dipinjami Komunitas Saat Bertugas

Regional
Gadis yang Hilang Saat Beli Pulsa Ditemukan Kejang di Pinggir Jalan

Gadis yang Hilang Saat Beli Pulsa Ditemukan Kejang di Pinggir Jalan

Regional
'Jangankan Punya Sepeda Brompton, Anggota Satpol PP Saja Hidupnya Masih Susah'

"Jangankan Punya Sepeda Brompton, Anggota Satpol PP Saja Hidupnya Masih Susah"

Regional
11 Pendatang dari Zona Merah Dikarantina di GOR Satria Purwokerto

11 Pendatang dari Zona Merah Dikarantina di GOR Satria Purwokerto

Regional
9 Karyawan Positif Covid-19, Pabrik Pengolahan Kayu Ditutup, 3.600 Pekerja Dirumahkan

9 Karyawan Positif Covid-19, Pabrik Pengolahan Kayu Ditutup, 3.600 Pekerja Dirumahkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X