Disidang Secara Virtual, Terdakwa Kasus Pengantin Pesanan Divonis 5 Tahun Penjara

Kompas.com - 26/03/2020, 23:25 WIB
Polres Mempawah melakukan operasi tangkap tangan terhadap pria asal China yang menikah dengan perempuan di bawah umur di kabupaten tersebut. BBC News IndonesiaPolres Mempawah melakukan operasi tangkap tangan terhadap pria asal China yang menikah dengan perempuan di bawah umur di kabupaten tersebut.

BANDUNG,KOMPAS.com - Shao Dongdong (29), terdakwa kasus pengantin pesanan divonis hukuman 5 tahun penjara.

Hakim menyatakan, terdakwa terbukti bersalah atas perbuatannya sesuai pasal 120 ayat 2 Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1.

Hal tersebut terungkap dalam persidangan kasus pengantin yang vonisnya dibacakan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bale Bandung Zainal dalam sidang yang digelar pada Kamis (26/3/2020).

Pelaksanaan sidang ini dilakukan terpisah, di mana Majelis Hakim berada di ruang sidang PN Bale Bandung, sedangkan terdakwa di Rutan Bandung.

Baca juga: Pengakuan Perempuan Pengantin Pesanan yang Masih di China, Ingin Pulang Kangen Keluarga

 

Sehingga pelaksanaan sidang dilakukan secara virtual. Hal ini dilakukan guna mencegah penyebaran wabah virus corona.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mengadili, menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Shao Dongdong selama lima tahun penjara," kata hakim dari keterangan resmi yang diterima Kompas.com dari kantor Imigrasi Bandung.

Terdakwa juga dikenakan hukuman membayar denda sebesar Rp 500 juta. Bila tidak dibayarkan, maka diganti dengan hukuman tiga bulan penjara.

Vonis yang diberikan hakim lebih rendah dari tuntutan jaksa yang menuntut Shao Dongdong dengan hukuman 8 tahun bui.

Kasus pengantin pesanan ini berawal ketika terdakwa mencari perempuan asal Indonesia untuk dinikahinya dan kemudian dibawa ke negara China.

Dalam praktiknya, terdakwa mengiming-iming korban-korbanya yang berada di sekitar Cimahi dengan sejumlah uang, aksi terdakwa ini dibantu oleh istrinya.

Sejumlah korban perempuan Indonesia pun diboyong ke China.

Baca juga: Kisah Pengantin Pesanan di China: Terpaksa Hamil agar Bisa Pulang ke Indonesia

 

Meski begitu, berdasarkan informasi kantor Imigrasi, para korban diperlakukan secara layak ketika berada di China.

Namun terdakwa akhirnya ditangkap 8 Juli 2019 lalu oleh Tim Pengawasan Orang Asing (PORA) Kantor Imigrasi Bandung.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X