Polisi Tak Terbitkan Izin untuk Acara Ijtima Ulama Dunia 2020 di Gowa

Kompas.com - 18/03/2020, 22:02 WIB
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo saat diwawancara di lobi Polda Sulsel terkait puluhan ribu masker yang disita polisi, Senin (9/3/2020). KOMPAS.COM/HIMAWANKabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo saat diwawancara di lobi Polda Sulsel terkait puluhan ribu masker yang disita polisi, Senin (9/3/2020).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan tidak menerbitkan izin keramaian dalam acara Ijtima Ulama Dunia 2020.

Pertemuan antara ulama lintas negara itu rencananya bakal digelar di Desa Pakkatto, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, 19 - 22 Maret 2020 mendatang.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo mengungkapkan, polisi tidak menerbitkan izin keramaian karena pertimbangan situasi darurat bencana virus Covid-19 (corona) yang sudah menyebar di Indonesia.

"Kita malah menghimbau untuk menunda kegiatan tersebut hingga situasi memungkinkan dan mengimbau masyarakat agar tidak hadir dan sebisa mungkin tidak mendekati area kegiatan tersebut," kata Ibrahim, Rabu (18/3/2020) malam.

Baca juga: Jelang Ijtima Ulama di Gowa, Ratusan WNA Sudah Tiba

Menurut Ibrahim, Polda Sulsel sudah membuat maklumat tentang imbauan kepada masyarakat, peserta, dan panitia untuk tidak menghadiri acara tersebut.

Ibrahim bahkan menyebut sudah berusaha memberikan pemahaman kepada para peserta ijtima tersebut.

"Kita monitor dan sudah melarang giatnya namun panitianya menyampaikan bahwa keputusan ada pada Dewan Syuronya," tutur Ibrahim.

Ibrahim pun berharap Dewan Syuro Ijtima Ulama tersebut bisa memenuhi permintaan Polda Sulsel. Apalagi, saat ini izin keramaian dari acara tersebut belum keluar.

Sebelumnya diberitakan ratusan warga negara asing (WNA) dari berbagai negara siap mengikuti pertemuan umat muslim dunia di Gowa, Sulawesi Selatan.

Baca juga: Cegah Virus Corona, Ulama Al-Azhar Mesir Keluarkan Fatwa Salat di Rumah

Dari data yang dihimpun Kompas.com, ada  411 warga negara asing dari 9 negara yang sudah berada di Kabupaten Gowa.

Sebelum masuk ke Kabupaten Gowa, ratusan WNA tersebut tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. 

Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Makassar Andi Pallawarukka mengatakan, sejak akhir Februari, WNA tersebut sudah masuk ke Makassar.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Terbongkarnya Ayah Cabuli Anak Kandung, Aksinya Direkam Tetangga

Kronologi Terbongkarnya Ayah Cabuli Anak Kandung, Aksinya Direkam Tetangga

Regional
16 Narapidana Lapas Pekanbaru Positif Corona, 1 Meninggal Dunia

16 Narapidana Lapas Pekanbaru Positif Corona, 1 Meninggal Dunia

Regional
Ganjar Umumkan UMP Jateng Tahun 2021 Naik 3,27 Persen

Ganjar Umumkan UMP Jateng Tahun 2021 Naik 3,27 Persen

Regional
Mayat Pria Misterius Mengapung di Kubangan Air, Tangan dan Kakinya Terikat

Mayat Pria Misterius Mengapung di Kubangan Air, Tangan dan Kakinya Terikat

Regional
Tren Ikan Cupang yang Jadi Hobi Sekaligus Bisnis Menguntungkan

Tren Ikan Cupang yang Jadi Hobi Sekaligus Bisnis Menguntungkan

Regional
Angin Kencang di Sleman, Pohon Tumbang dan Atap Rumah Beterbangan

Angin Kencang di Sleman, Pohon Tumbang dan Atap Rumah Beterbangan

Regional
Intensitas Gempa Gunung Merapi Kembali Dilaporkan Meningkat

Intensitas Gempa Gunung Merapi Kembali Dilaporkan Meningkat

Regional
Nenek Icah Tewas dengan Telinga Berdarah, Diduga Korban Perampokan, Tetangga Sempat Dengar Teriakan

Nenek Icah Tewas dengan Telinga Berdarah, Diduga Korban Perampokan, Tetangga Sempat Dengar Teriakan

Regional
Gaya Bermedia Sosial Ganjar Pranowo: Sosialisasi Kebijakan hingga Menerima Kritik Nyinyir

Gaya Bermedia Sosial Ganjar Pranowo: Sosialisasi Kebijakan hingga Menerima Kritik Nyinyir

Regional
Ayah Berulang Kali Perkosa Anak Kandungnya, Terbongkar Setelah Perbuatannya Direkam Tetangga

Ayah Berulang Kali Perkosa Anak Kandungnya, Terbongkar Setelah Perbuatannya Direkam Tetangga

Regional
Sepeda Motor di Bengkel Diambil Paksa Polisi, Kapolres: Kita Tilang...

Sepeda Motor di Bengkel Diambil Paksa Polisi, Kapolres: Kita Tilang...

Regional
Minta Restu Menikah, Seorang Gadis Diperkosa Ayah Kandungnya 6 Kali

Minta Restu Menikah, Seorang Gadis Diperkosa Ayah Kandungnya 6 Kali

Regional
Data Terbaru, 85 Rumah Rusak akibat Puting Beliung di Sukabumi

Data Terbaru, 85 Rumah Rusak akibat Puting Beliung di Sukabumi

Regional
Sopir Taksi Online Ditusuk Penumpang Perempuan, Begini Kronologinya

Sopir Taksi Online Ditusuk Penumpang Perempuan, Begini Kronologinya

Regional
Survei: Machfud Arifin Lebih Populer, Elektabilitas Eri Cahyadi Unggul

Survei: Machfud Arifin Lebih Populer, Elektabilitas Eri Cahyadi Unggul

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X