Kompas.com - 18/03/2020, 05:05 WIB
Keluarga pasrah menunggu penanganan terhadap pasien di dalam mobil ambulans yang terparkir di kompleks RSUD RA Kartini Jepara, Senin (16/3/2020). Hingga akhirnya meninggal di mobil tersebut. DOK PRIBADI ABDUL ROSYIDKeluarga pasrah menunggu penanganan terhadap pasien di dalam mobil ambulans yang terparkir di kompleks RSUD RA Kartini Jepara, Senin (16/3/2020). Hingga akhirnya meninggal di mobil tersebut.

KOMPAS.com - Kakek Lukita, warga Desa Mambak, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, meninggal dunia setelah dua jam diduga telantar di area parkir RSUD RA Kartini Jepara, Senin (16/3/2020).

Hal itu dibenarkan oleh sopir ambulans, Abdul Rosyid, yang membawa korban ke RSUD RA Kartini.

"Sekitar dua jam kami menunggu di parkiran hingga pasien akhirnya meninggal tanpa penanganan apapun dari petugas kesehatan," ujar dia, seperti dilansir dari Tribunnews.

Baca juga: Viral Foto Romantis Kakek Temani Nenek Tidur di Rumah Sakit, Begini Ceritanya

Rosydi menceritakan, saat itu sekitar pukul 12.15 WIB, dirinya mengantar korban ke RSUD RA Kartini bersama beberapa anggota keluarga.

Saat itu kondisi Lukita sudah begitu lemah. Setelah sampai di rumah sakit, salah keluarga segera turun dari ambulans dan meminta brankar pasien.

Namun, karena tak kunjung mendapat brankar, Abdul dan keluarga lalu menunggu di dalam ambulans bersama Lukita.

Setelah itu, cucu korban kembali masuk ke rumah sakit dan meminta petugas untuk datang memeriksa.

"Alhmdulilah petugas kesehatan datang meskipun hanya di dulek-dulek (memeriksa) dada pasien dan masuk kembali tanpa keterangan apapun," jelas dia.

Setelah itu, menurut Abdul, tidak ada penanganan apa pun dan 2 jam sesudahnya, Lukita menghembuskan nafas terakhir di dalam ambulans.

 

Sempat diusir satpam

Abdul menceritakan, saat menunggu brankar, petugas keamanan rumah sakit sempat mengusir untuk tidak parkir di tempat tersebut.

Namun saat itu Abdul mengaku tak bisa berbuat apa-apa karena kondisi Lukita tak mungkin diturunkan dari ambulans tanpa brankar.

"Karena pasien belum mendapat gledek (ranjang pasien), kami pun menunggui pasien di dalam ambulan yang terparkir di UGD lalu kami di datangi pak satpam agar tidak parkir di sini," jelas dia.

Tanggapan rumah sakit

Sementara itu, saat dihubungi, Direktur RSUD RA Kartini Jepara, Dwi Susilowati, menjelaskan, saat pasien atas nama Lukito datang, ruangan IGD dalam kondisi penuh.

Semua tempat tidur berjumlah 13 unit, dan tambahan 12 brankar ‎juga sudah terpakai semuanya.

"‎Memang kondisinya 25 unit tempat tidur dan brankar saat itu sudah terpakai semua, sehingga kami juga tidak bisa memberikan brankar itu untuk pasien," jelas dia, Selasa (17/3/2020).

Selain itu, pihak keluarga sempat ditawari untuk dirujuk ke rumah sakit lainnya, namun pihak keluarga menolak dan lebih memilih ‎untuk mengantre.

Baca juga: Timbun Ribuan Masker, Paman dan Keponakan Ditangkap Polisi

Saat itu, pasien Lukita mendapatkan antrean nomor 19. Lalu, sekitar pukul 15.00 petugas medis RSUD RA Kartini mengaku mencari keberadaan pasien.

Ternyata pasien menunggu di lokasi yang jauh berada di parkiran sehing‎ga petugas juga tidak mengetahuinya.

"Memang sempat diingatkan petugas keamanan untuk tidak parkir di ruang IGD. Tapi tidak perlu jauh-jauh juga nggak apa," jelas dia.

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul: Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun! Mbah Lukita Meninggal di Tempat Parkir RSUD Jepara, Telantar 2 Jam



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X