1.219 Pasien DBD di Sikka, NTT, Dinyatakan Sembuh

Kompas.com - 16/03/2020, 13:41 WIB
Foto : Gerakan PSN Masal di dalam kota Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Jumat (12/3/2020). KOMPAS.COM/NANSIANUS TARISFoto : Gerakan PSN Masal di dalam kota Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Jumat (12/3/2020).

MAUMERE, KOMPAS.com - Sebanyak 1.219 pasien DBD di Kabupaten Sikka, NTT dinyatakan sembuh. 

"1.219 itu adalah total dari jumlah pasien DBD di Sikka yaitu 1.335," ujar Kepala Bagian Humas Setda Sikka, Very Awales kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Senin (16/3/2020). 

Very menjelaskan, saat ini jumlah pasien DBD yang masih dirawat ada 102 orang.

Baca juga: 1.216 Orang Terjangkit, Ini Alasan Angka DBD di Sikka, NTT Tertinggi

Para pasien dirawat di RSUD Tc. Hillers 80 pasien, RS Kewapante 19 pasien, dan RS Lela 3 pasien. 

Sedangkan 14 pasien meninggal dunia.

Saat ini Pemkab Sikka masih terus berupaya untuk meminimalisasi kasus DBD dengan terus menggalakan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara massal. 

Very menambahkan, pemerintah juga sudah berupaya membagikan cairan antinyamuk di setiap sekolah yang ada di Kabupaten Sikka.

Baca juga: 3.483 Orang di NTT Terjangkit DBD, 40 di Antaranya Meninggal Dunia

 

Para staf juga turun ke setiap sekolah menjelaskan cara pengunaannya.

"Masyarakat diminta selalu jaga kebersihan di lingkungan masing-masing. Juga, jika ada anggota keluarga yang ada gejala DBD, segeralah bawa ke puskesmas atau rumah sakit," ungkap Very. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Libur Panjang, Kebun Raya Cibodas Mulai Diserbu Wisatawan

Libur Panjang, Kebun Raya Cibodas Mulai Diserbu Wisatawan

Regional
Libur Panjang, Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Naik Kereta Api

Libur Panjang, Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Naik Kereta Api

Regional
Kasus AWK, Anggota DPD RI yang Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali, Mengaku Telah Baca Kitab Suci

Kasus AWK, Anggota DPD RI yang Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali, Mengaku Telah Baca Kitab Suci

Regional
Libur Panjang, Wisatawan Candi Borobudur Jalani Rapid Test Acak

Libur Panjang, Wisatawan Candi Borobudur Jalani Rapid Test Acak

Regional
Tol Jakarta-Cikampek Padat, 'Contraflow' Diberlakukan

Tol Jakarta-Cikampek Padat, "Contraflow" Diberlakukan

Regional
Gempa Putus Kabel PLN di Mamuju Tengah, Listrik Ratusan Rumah Padam

Gempa Putus Kabel PLN di Mamuju Tengah, Listrik Ratusan Rumah Padam

Regional
Korban Penganiayaan Bahar bin Smith Ngaku Sudah Cabut Laporan, Polda: Kami Belum Terima

Korban Penganiayaan Bahar bin Smith Ngaku Sudah Cabut Laporan, Polda: Kami Belum Terima

Regional
Drone Jatuh di Kawasan Borobudur, Balai Konservasi: Tak Ada Kerusakan di Candi

Drone Jatuh di Kawasan Borobudur, Balai Konservasi: Tak Ada Kerusakan di Candi

Regional
Lumba-lumba 2,5 Meter Ditemukan Mati di Perairan Gunungkidul

Lumba-lumba 2,5 Meter Ditemukan Mati di Perairan Gunungkidul

Regional
Rel di Banyumas Tertimbun Longsor, Perjalanan 3 KA Terganggu

Rel di Banyumas Tertimbun Longsor, Perjalanan 3 KA Terganggu

Regional
Libur Panjang, Ini Sejumlah Lokasi yang Terapkan Rapid Test Acak

Libur Panjang, Ini Sejumlah Lokasi yang Terapkan Rapid Test Acak

Regional
Cerita Alumnus S2 UGM Sulap Limbah Popok Bayi Jadi Media Tanam Hemat Pupuk dan Air

Cerita Alumnus S2 UGM Sulap Limbah Popok Bayi Jadi Media Tanam Hemat Pupuk dan Air

Regional
Kisah Tenun Cual Khas Bangka, Meredup karena Perang Dunia

Kisah Tenun Cual Khas Bangka, Meredup karena Perang Dunia

Regional
Mari Bantu Balita 4 Tahun yang Dianiaya secara Sadis oleh Paman dan Bibi

Mari Bantu Balita 4 Tahun yang Dianiaya secara Sadis oleh Paman dan Bibi

Regional
Perjalanan Kasus Yaidah, Dipingpong Urus Akta Kematian Anak dari Surabaya ke Jakarta hingga Tuai Reaksi Dirjen Dukcapil

Perjalanan Kasus Yaidah, Dipingpong Urus Akta Kematian Anak dari Surabaya ke Jakarta hingga Tuai Reaksi Dirjen Dukcapil

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X