Kompas.com - 10/03/2020, 19:29 WIB
Ilustrasi 
DIDIE SW/dok. Kompas.comIlustrasi

BANJARMASIN, KOMPAS.com - Terungkap fakta baru kasus penganiayaan yang dilakukan suami terhadap istrinya di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) hingga tewas.

Penganiayaan itu dilakukan tersangka SH (46) terhadap istrinya EMH (42) dirumah mereka di Jalan Pangeran Hidayahtullah, Banjarmasin Timur, Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Sabtu (7/3/2020) tengah malam.

Awalnya, SH mengaku menganiaya istrinya dengan alasan tak menegur anak perempuannya yang kerap mengenakan celana pendek.

Baca juga: Kesal, Suami Aniaya Istri dengan Galon dan Raket hingga Tewas

Namun, SH saat dimintai keterangan sejumlah wartawan di Mapolsek Banjarmasin Timur, mengatakan, saat tiba di rumah dalam keadaan mabuk, EMH istrinya enggan melayani, padahal saat itu SH mengaku lapar.

"Saya datang tapi dia tidak mau bangun, saya lapar, akhirnya saya mulai emosi," ujar SH, Selasa (10/3/2020) sore.

Saat mulai emosi, kata SH, anak perempuannya meminta ibunya untuk melanjutkan tidur dan tak menggubris ayahnya.

Mendengar nasehat anaknya, korban EMH akhirnya tak beranjak dari tempat tidur dan tetap merebahkan diri.

Disitulah, ujar SH, dia semakin tersulut emosi dan mulai menganiaya istrinya.

"Jangan hiraukan Mak, anak perempuan saya bilang begitu, akhirnya saya ambil galon dan siram ke dia dan memukulnya," jelasnya sambil menirukan memukul istrinya dengan galon.

Sementara itu, Kasi Humas Polsek Banjarmasin Timur, Aiptu Partogi Hutahean mengatakan, selain menggunakan galon, SH juga menghantam galon yang dipegangnya ke kepala istrinya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X