Total PDP Corona di RSHS 11 pasien, 6 Negatif, 5 Masih Dirawat

Kompas.com - 09/03/2020, 16:57 WIB
Direktur RSHS Nina Susana Dewi dan tim dokter tengah memaparkan hasil lab dari para pasien diduga terpapar Covid -19. KOMPAS.COM/AGIE PERMADIDirektur RSHS Nina Susana Dewi dan tim dokter tengah memaparkan hasil lab dari para pasien diduga terpapar Covid -19.

BANDUNG, KOMPAS.com - Sejak merebaknya wabah COVID-19 di beberapa negara, Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung telah merawat 11 pasien berstatus dalam pengawasan (PDP).

Hal tersebut diungkapkan Kabid Medik RSHS Dokter Zulvayanti saat konferensi pers di RSHS Bandung, Senin (9/3/2020).

"Sejak adanya kasus ini kita sudah rawat 11 orang pasien," kata Zulvayanti.

Dari 11 pasien ini, enam pasien telah dilakukan pemeriksaan di lab Litbangkes dengan hasil negatif. "Hasil enam pasien sebelumnya yang sudah tidak dirawat di kita lagi semua negatif," ucap Zulva.

Sedang lima pasien lainnya masih dilakukan perawatan di Ruang Infeksi Khusus Kemuning (RIKK). "Lima sisanya sudah diambil sample tapi hasil belum kita dapat masih nunggu Litbangkes," tuturnya.

Baca juga: Satu PDP Corona Asal Garut Dirujuk ke RSHS Bandung

Menurut Zulva, kondisi kelima pasien yang masih dirawat ini, empat pasien sudah dalam kondisi stabil, sedang satu pasien masih menggunakan ventilator.

Berdasarkan catatan RSHS, lima pasien yang masih dalam perawatan ini yakni, pasien ke-7 seorang laki-laki berumur 59 tahun yang memiliki riwayat bepergian umrah, masuk ke ke RSHS sejak tanggal 4 Maret 2020.

Pasien-7 ini harus menggunakan ventilator untuk membantu pernafasan. "Pasien Pneumonia, sesak nafas. Ini pasien yang sempat pergi umrah. Setelah kembali (ke Indonesia) pasien mengeluh demam, dan sesak nafas berat," ujar Zulvayanti.

Pasien ke-8 merupakan seorang perempuan berumur 26 tahun dan Pasien ke-9 seorang pria berumur 31 tahun. Kedua pasien ini masuk ke RSHS sejak 5 Maret 2020 dan saat ini kondisinya stabil.

Baca juga: RSHS Bandung Kembali Rawat Tiga Pasien Suspect Corona

Pasien ke-10 seorang pria berumur 77 tahun, yang masuk ke RSHS sejak tanggal 8 Maret 2020. Pasien ini sempat bepergian umrah, dan kini kondisinya stabil.

Pasien ke-11 seorang pria berumur 42 tahun yang memiliki riwayat pulang dari Makau, China. pasien tersebut masuk RSHS sejak tanggal 9 Maret 2020, dan saat ini kondisinya stabil.

Seluruh pasien yang merupakan warga jabar ini telah diambil samplenya untuk di uji lab di Litbangkes namun sampai saat ini pihak rumah sakit belum mendapatkan hasilnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X