Soal Omnibus Law, Rizal Ramli: Perekonomian Indonesia Mandek di 4 Persen

Kompas.com - 08/03/2020, 23:08 WIB
Pelukis Yayak Yatmaka (kanan) mendampingi Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli (tengah) bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa  (kiri) mengamati lukisan saat pembukaan pameran tunggal lukisan karya Yayak Yatmaka di Galeri AJBS, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (8/3/2020). Pameran yang berlangsung hingga 22 Maret tersebut mamerkan  lukisan potret sejumlah tokoh dunia dan kehidupan masyarakat dengan tema Semua orang itu guru. ANTARA FOTO/ZABUR KARURUPelukis Yayak Yatmaka (kanan) mendampingi Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli (tengah) bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kiri) mengamati lukisan saat pembukaan pameran tunggal lukisan karya Yayak Yatmaka di Galeri AJBS, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (8/3/2020). Pameran yang berlangsung hingga 22 Maret tersebut mamerkan lukisan potret sejumlah tokoh dunia dan kehidupan masyarakat dengan tema Semua orang itu guru.

SURABAYA, KOMPAS.com - Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli meragukan Omnibus Law yang digadang-gadang Presiden Joko Widodo bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi hingga 6 persen.

"Saya nggak percaya, pemerintah saja tidak pernah ngasih angka prediksi pertumbuhan investasi dan lapangan kerja. Kasih angkanya dong. Mohon maaf jika omnibus law dipaksakan lolos menjadi undang-undang, perekonomian Indonesia hanya mandek di angka 4 persen," kata Rizal Ramli di Surabaya, Minggu (8/3/2020).

Permasalahan utama yang harus diselesaikan pemerintah untuk memacu pertumbuhan ekonomi menurut dia adalah, bagaimana membersihkan birokarasi yang korup.

"Saat saya jadi menteri keuangan semua pejabat terus saya kasih tugas agar mereka tidak punya waktu untuk bertemu pengusaha," ujarnya.

Baca juga: 21 UU Terkait Keamanan Laut Akan Disederhanakan di Omnibus Law

Omnibus Law kata dia potensi bermasalah dengan hukumnya besar sekali.

"Bungkusnya bagus, memacu pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan menarik investasi, tapi undang-undang yang ada diterabas semuanya," kata Rizal Ramli.

Dia memprediksi, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 hanya sampai 4 persen.

"Jika wabah virus Corona serius, maka akan berkurang 1 persen. Kalau ada pejabat yang ngomong pertumbuhan bisa sampai 5 persen, itu pejabat ngibul saja," ucapnya.

Baca juga: Mahfud Sebut Urusan Administratif Omnibus Law Keamanan Laut Selesai dalam Tiga Minggu

Menurut dia, lambatnya pertumbuhan ekonomi dalam negeri disebabkan faktor makro ekonomi, gagal bayar kasus Jiwasraya yang mencapai triliunan rupiah, daya beli masyarakat yang anjlok, faktor koreksi perekonomian digital dan terakhir pendapatan petani.

"Saya khawatir di kwartal kedua tahun ini akan ada gejolak ekonomi yang berdampak pada terjadinya gejolak politik di Indonesia. Saya sudah beri peringatan, tapi pemerintah terlalu Jumawa," ujarnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Positif Covid-19, Istri Gubernur Bali: Bapak Agak Takut Sampaikan Hasil Tes Swab Saya

Positif Covid-19, Istri Gubernur Bali: Bapak Agak Takut Sampaikan Hasil Tes Swab Saya

Regional
Layanan RSUD Babel Tetap Berjalan meski 2 Staf dan 1 Dokter Positif Corona

Layanan RSUD Babel Tetap Berjalan meski 2 Staf dan 1 Dokter Positif Corona

Regional
Kronologi Seorang Ibu Melahirkan di Tepi Jalan Berlumpur

Kronologi Seorang Ibu Melahirkan di Tepi Jalan Berlumpur

Regional
Cerita Wahyuni Melahirkan di Tepi Jalan Berlumpur, Beralas Tikar Pandan dan Dipayungi Warga

Cerita Wahyuni Melahirkan di Tepi Jalan Berlumpur, Beralas Tikar Pandan dan Dipayungi Warga

Regional
Apes, Pelaku Ini Tak Sadar Tawarkan Jasa Khusus Jalan Tikus Bebas Rapid Test ke Danramil dan Ditangkap

Apes, Pelaku Ini Tak Sadar Tawarkan Jasa Khusus Jalan Tikus Bebas Rapid Test ke Danramil dan Ditangkap

Regional
Tol Pekanbaru-Dumai Gratis Selama Dua Pekan

Tol Pekanbaru-Dumai Gratis Selama Dua Pekan

Regional
Istri Gubernur Bali Terpapar Covid-19, Diumumkan lewat Video Berdurasi 13 Menit

Istri Gubernur Bali Terpapar Covid-19, Diumumkan lewat Video Berdurasi 13 Menit

Regional
Tak Hanya Gowes, Tour de Borobudur 12 Hadirkan Pengalaman Naik Kereta Uap

Tak Hanya Gowes, Tour de Borobudur 12 Hadirkan Pengalaman Naik Kereta Uap

Regional
Dugaan Kampanye Terselubung Petahana di Pilkada Ogan Ilir, Lantik Karang Taruna hingga Bantuan Covid-19

Dugaan Kampanye Terselubung Petahana di Pilkada Ogan Ilir, Lantik Karang Taruna hingga Bantuan Covid-19

Regional
Terungkap, Ini Motif Pelaku Pembunuh Sekretaris yang Jasadnya Ditemukan di Kebun Sawit

Terungkap, Ini Motif Pelaku Pembunuh Sekretaris yang Jasadnya Ditemukan di Kebun Sawit

Regional
Mayat Sekretaris yang Hamil Ditemukan di Kebun Sawit Ternyata Korban Begal, Pelaku Ditangkap

Mayat Sekretaris yang Hamil Ditemukan di Kebun Sawit Ternyata Korban Begal, Pelaku Ditangkap

Regional
Tak Kuat Lewati Jalan Rusak, Wahyuni Menepi dan Melahirkan di Jalan Berlumpur

Tak Kuat Lewati Jalan Rusak, Wahyuni Menepi dan Melahirkan di Jalan Berlumpur

Regional
Ini Daftar 12 Daerah dan Paslon yang Mengikuti Pilkada Serentak Sulsel 2020

Ini Daftar 12 Daerah dan Paslon yang Mengikuti Pilkada Serentak Sulsel 2020

Regional
Wali Kota Tegal Mengaku Tak Tahu Ada Panggung Dangdut Megah di Hajatan Wakil Ketua DPRD

Wali Kota Tegal Mengaku Tak Tahu Ada Panggung Dangdut Megah di Hajatan Wakil Ketua DPRD

Regional
Marak Atraksi Topeng Monyet di Semarang, Satpol PP Gandeng Komunitas Pencinta Hewan

Marak Atraksi Topeng Monyet di Semarang, Satpol PP Gandeng Komunitas Pencinta Hewan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X