KILAS DAERAH
Kilas Daerah Semarang

Bangun Kota Semarang, Hendi Lebih Suka Tatap Muka dengan Masyarakat

Kompas.com - 07/03/2020, 07:14 WIB
Saat sholat Isya berjamaah beberapa waktu lalu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengimbau kepada jamaah agar merawat lingkungan serta fasilitas yang telah dibangun. DOK. PEMERINTAH KOTA SEMARANGSaat sholat Isya berjamaah beberapa waktu lalu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengimbau kepada jamaah agar merawat lingkungan serta fasilitas yang telah dibangun.

KOMPAS.com - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengungkapkan dirinya merasa senang jika bisa bertemu langsung dengan masyarakat.

Pasalnya, banyak program pembangunan yang memang harus disampaikan kepada masyarakat.

Melalui temu muka dengan warga Kota Semarang, pemerintah bakal menerima banyak saran terkait pembangunan kota.

Adapun beragam cara ditempuh oleh pria yang akrab disapa Hendi ini untuk berkomunikasi dengan masyarakat.

Selain menggelar jalan sehat, orang nomor satu di Kota Semarang itu juga melaksanakan sholat isya berjamaah bersama masyarakat.

Baca juga: Tolak Viking Sun Turunkan Penumpang di Semarang, Hendi: Kami Pilih Lindungi Warga

Menurutnya, dengan adanya kegiatan seperti ini maka kerukunan warga masyarakat akan terjaga sehingga harapannya pertumbuhan ekonomi di Ibu Kota Jawa Tengah dapat terus selalu dalam tren positif.

Dalam sholat Isya berjamaah yang dilaksanakan di Masjid Jami Al Hidayah Pedurungan beberapa waktu lalu, Hendi juga mengimbau kepada jamaah agar merawat lingkungan serta fasilitas yang telah dibangun.

“Hanya satu kelemahan saya, yaitu saya tidak punya ilmu kebatinan,” ujar Hendi melalui rilis tertulis yang Kompas.com terima, Jumat (6/3/2020).

Oleh karena itu, Hendi mengajak agar masyarakat dapat melaporkan segala permasalahan yang ada di lingkungan sekitarnya melalui kanal- kanal yang telah disediakan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, seperti Lapor Hendi dan berbagai saluran komunikasi lainnya.

Virus corona

Terkait virus corona yang akhir-akhir ini sedang hangat dibicarakan pun tak luput dari perhatian Pemkot Semarang.

“Waspada virus corona itu penting, tapi jangan panik," ujarnya di sela-sela kegiatan.

Hendi mengimbau agar masyarakat selalu menjaga kebersihan dan kesehatan dengan selalu mencuci tangan.

Seperti diketahui sebelumnya, Wali Kota Semarang tidak memperbolehkan penumpang kapal Viking Sun untuk turun ke Kota Semarang sebagai antisipasi terhadap penyebaran virus corona.

Baca juga: Polder Tawang Jadi Lokasi Kegiatan Mancing Bareng Kas Hendi

Pemkot Semarang hanya mengizinkan kapal untuk memasukkan logistik. Pemkot Semarang juga telah menyiapkan rumah sakit untuk rujukan pasien yang terindikasi corona.

Di akhir sambutannya, Hendi menyebutkan bahwa kemiskinan masih menjadi permasalahan walaupun angkanya terus menurun dari tahun ke tahun.

Program pengentasan kemiskinan di Kota Semarang, lanjut dia, telah berhasil menurunkan tingkat kemiskinan mencapai 3,98 persen dari jumlah penduduk.

Baca juga: Cegah Banjir, Hendi Imbau Pembangunan Kota Semarang Jangan Sampai Membabi Buta

Hanya saja, kata dia, Pemkot tidak boleh berpuas diri dulu dengan angka statistik tersebut.

Soalnya, kalau dihitung dari jumlah total penduduk Kota Semarang ternyata masih cukup besar, yakni mencapai hampir 70.000 jiwa.

“Mungkin di antara 70.000 jiwa itu ada saudara kita sehingga kita bisa menyisihkan sebagian rezeki untuk mereka yang membutuhkan,” harapnya.

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya