Dedi Mulyadi: Hutan Harus Jadi Kekayaan Spiritual untuk Cegah Banjir

Kompas.com - 28/02/2020, 11:41 WIB
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi saat memberi bantuan untuk korban banjir di Karawang, Selasa (25/2/2020). handoutWakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi saat memberi bantuan untuk korban banjir di Karawang, Selasa (25/2/2020).

KARAWANG, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi menyebut, hutan bukan saja sebagai sumber kekayaan alam, tetapi juga kekayaan spiritual.

Menurutnya, pemikiran tersebut sebetulnya sudah menjadi budaya masyarakat Indonesia sejak dulu. Sekitar 700 bahasa dan keyakinan yang ada di negeri ini terinspirasi dari hutan.

"Masyarakat yang saat ini masih beranggapan hutan adalah kekayaan spiritual relatif tidak kena banjir dan tidak kena longsor. Karena pemahaman spiritual, hutan harus dirawat, dijaga dan dipuja. Dipuja artinya dipelihara," kata Dedi kepada Kompas.com, Jumat (28/2/2020).

Baca juga: Dedi Mulyadi Usulkan Omnibus Law untuk Atasi Banjir DKI, Jabar dan Banten

Berangakat dari itu, mantan Bupati Purwakarta itu bahkan mengusulkan hutan di Indonesia menjadi hutan spiritual dengan penamaiannya berdasarkan adat setempat.

"Lebih dari hutan lindung, tetapi hutan spiritual. Misalnya di Sunda dinamai Leuweung Larangan, biar angker, sakral tidak ada yang mengganggu," katanya.

Status hutan Sanggabuana

Terkait usulan pegiat lingkungan soal status Pegunungan Sanggabuana menjadi kawasan hutan lindung, Dedi mengatakan setuju.

"Saya setuju," ujar Dedi saat ditanya mengenai usulan menaikkan status Hutan Sanggabuana di sela aktivitasnya mengungjungi korban banjir di Karawang, Jumat.

Sebelumnya, sejumlah pegiat lingkungan di Karawang mengusulkan kawasan Pegunungan Sanggabuana statusnya dinaikkan menjadi hutan lindung.

Humas ForkadasC+ Yuda Febrian menyebut dari hasil observasi di lapangan, kawasan pegunungan Sanggabuana mempunyai lebih dari 100 alur air sebagai sumber kehidupan sekitar. Namun banyaknya eksploitasi alam membuat sejumlah mata air hilang dan membuat kondisi ekologisnya kritis.

Maraknya penambangan, alih fungsi lahan hutan oleh korporasi, menjadi penyebab meningkatnya daya rusak tersebut. Sejak tahun 2012 hingga saat ini, kata Yuda, gelombang aksi masyarakat terus lahir untuk menyelamatkan pegunungan Sanggabuana.

"Upaya solutif yang dilakukan Pemkab Karawang tidak nampak dari setiap tahunnya. Sehingga menurut kami, kenaikan status kawasan pegunungan adalah salah satu upaya penyelamatan yang terbaik bagi keberlangsungan alam Karawang," ujar Yuda.

Kepala Satuan Bara Rimba Nuraidah mengungkapkan, kenaikan satus hutan di pegunungan Sanggabuana menjadi hutan lindung sekaligus menjadikannya sebagai suaka bagi sejumlah hewan yang dilindungi. Tujuannya untuk melindungi ekosistem di wilayah pegunungan satu-satunya di Karawang itu.

Baca juga: Banjir Masih Rendam 11 Kecamatan di Karawang, 3.500 KK Mengungsi

Nuraidah mengatakan, dari hasil ekspedisi yang dilakukan pihaknya di Pegunungan Sanggabuana, Kecamatan Tegalwaru, selama satu tahun, ditemukan sejumlah hewan yang dilindungi Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar.

"Sejumlah hewan tersebut di antaranya kupu-kupu raja atau Troides amphrysus ada pada urutan nomor 203, elang alap (Accipitridae), pekak emas (Pelargopsis capensis), dan rangkong (Bucerotidae)," kata dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Robot Pelayan Pasien Corona yang Segera Diluncurkan, Bisa Dikontrol dari Ponsel dan Berkomunikasi

Mengenal Robot Pelayan Pasien Corona yang Segera Diluncurkan, Bisa Dikontrol dari Ponsel dan Berkomunikasi

Regional
4 Pasien Baru Positif Corona di Riau, Punya Riwayat Perjalanan dari Luar Kota

4 Pasien Baru Positif Corona di Riau, Punya Riwayat Perjalanan dari Luar Kota

Regional
126 Warga Bima Keracunan Massal Usai Santap Gado-gado

126 Warga Bima Keracunan Massal Usai Santap Gado-gado

Regional
Kasus WNA Masuk Indonesia di Tengah Wabah Corona, TKA China di Ketapang hingga Bintan Dipulangkan

Kasus WNA Masuk Indonesia di Tengah Wabah Corona, TKA China di Ketapang hingga Bintan Dipulangkan

Regional
Fakta Dibongkarnya Makam Pasien Positif Corona, Warga Bunyikan Kentongan, Bupati Turun Tangan

Fakta Dibongkarnya Makam Pasien Positif Corona, Warga Bunyikan Kentongan, Bupati Turun Tangan

Regional
Duduk Perkara Penolakan Pemakaman Pasien Covid-19 di Banyumas, Bupati Minta Maaf dan Pimpin Pembongkaran Makam

Duduk Perkara Penolakan Pemakaman Pasien Covid-19 di Banyumas, Bupati Minta Maaf dan Pimpin Pembongkaran Makam

Regional
Keluarga Pasien Corona: Kenapa Kamu Larang Saya Keluar, Nanti Saya Bakar Sekalian Rumah Ini

Keluarga Pasien Corona: Kenapa Kamu Larang Saya Keluar, Nanti Saya Bakar Sekalian Rumah Ini

Regional
Dua Warga Pemalang Positif Corona, Punya Riwayat Pernah ke Semarang dan DIY

Dua Warga Pemalang Positif Corona, Punya Riwayat Pernah ke Semarang dan DIY

Regional
Menyoal Kedatangan 316 WNI dari Italia, Dinyatakan Sehat Setelah Karantina di Kapal dan Rapid Tes di Bali

Menyoal Kedatangan 316 WNI dari Italia, Dinyatakan Sehat Setelah Karantina di Kapal dan Rapid Tes di Bali

Regional
5 Fakta Siswi SMK Diperkosa 7 Temannya, Terbongkar dari Ancaman Pelaku di Ponsel, Korban Alami Trauma

5 Fakta Siswi SMK Diperkosa 7 Temannya, Terbongkar dari Ancaman Pelaku di Ponsel, Korban Alami Trauma

Regional
Oknum PNS Ditangkap Polisi Gara-gara Gadaikan 26 Mobil Sewaan

Oknum PNS Ditangkap Polisi Gara-gara Gadaikan 26 Mobil Sewaan

Regional
Purwakarta Batasi Hilir Mudik Kendaraan AKDP dan Bolehkan Angkot Tetap Beroperasi

Purwakarta Batasi Hilir Mudik Kendaraan AKDP dan Bolehkan Angkot Tetap Beroperasi

Regional
Dituding Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji Sebut Hanya Skenario Anggota Keluarga untuk Memeras Uang

Dituding Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji Sebut Hanya Skenario Anggota Keluarga untuk Memeras Uang

Regional
'Rapid Test', 11 Warga Sumedang Positif Covid-19 dan 4 di Antaranya Tenaga Medis

"Rapid Test", 11 Warga Sumedang Positif Covid-19 dan 4 di Antaranya Tenaga Medis

Regional
Puluhan Santri di Kaltim Berstatus ODP, Pernah Hadir di Ijtima Ulama Gowa

Puluhan Santri di Kaltim Berstatus ODP, Pernah Hadir di Ijtima Ulama Gowa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X