Banjir Bandang di Lombok Timur, Warga Mengungsi di Mushala

Kompas.com - 24/02/2020, 09:11 WIB
Kondisi korban banjir saat mengungsi di Musholla Kepala BPBD Lombok Timur Purnama HadyKondisi korban banjir saat mengungsi di Musholla

LOMBOK TIMUR, KOMPAS.com - Banjir bandang yang menerjang Desa Obel-Obel, Kecamatan Sambelie, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat ( NTB) menyebabkan empat rumah rusak.

Saat ini, warga korban banjir masih mengungsi di mushala.

"Sebanyak empat rumah rusak ringan, dan warga masih mengungsi di Mushala Darul Qur'an," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur Purnama Hady saat dikonfirmasi, Senin (24/2/2020).

Baca juga: Tanggul Sungai Jebol, 59 Rumah Terendam Banjir di Lombok Timur

Berdasarkan data terakhir yang dihimpun BPBD, sebanyak 81 kepala keluarga (KK) terdampak banjir, dengan total warga sebanyak 225 jiwa.

"Korban terdampak 225 jiwa dengan Kepala Keluarga 81," kata Purnama.

Saat ini, Tim Siaga Bencana sekitar 150 orang terdiri dari TRC BPBD, Tim SAR, Dinas PUPR, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan serta TNI dan Polri telah terjun membantu evakuasi korban banjir.

Baca juga: Cerita Bupati soal Warga Pacitan yang Dulu Tidak Percaya Diri

Saat ini, kondisi banjir sudah mulai surut dan hanya menyisakan bekas lumpur.

Sebelumnya, banjir bandang yang terjadi pada Minggu kemarin, diduga dipicu intensitas hujan yang tinggi.

Debit air yang cukup banyak menyebabkan tanggul sungai jebol dan mengakibatkan air sungai meluap naik ke permukiman warga.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Mobil Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Diduga Rem Blong

Detik-detik Mobil Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Diduga Rem Blong

Regional
Sampah Jadi Permasalahan Klasik Sungai di Denpasar, Dibersihkan untuk Antisipasi Banjir

Sampah Jadi Permasalahan Klasik Sungai di Denpasar, Dibersihkan untuk Antisipasi Banjir

Regional
Polda Jambi Bantah Disebut Membubarkan Deklarasi KAMI

Polda Jambi Bantah Disebut Membubarkan Deklarasi KAMI

Regional
Napi Bisa Kendalikan Narkoba, Kepala Lapas Pekanbaru Mengaku Lalai

Napi Bisa Kendalikan Narkoba, Kepala Lapas Pekanbaru Mengaku Lalai

Regional
Libur Panjang, 83.257 Kendaraan Melintas di Tol Pemalang-Batang

Libur Panjang, 83.257 Kendaraan Melintas di Tol Pemalang-Batang

Regional
Masuk Riau Diperketat, Penumpang Wajib Cek Suhu Tubuh di Pos Jaga

Masuk Riau Diperketat, Penumpang Wajib Cek Suhu Tubuh di Pos Jaga

Regional
Gudang Rosok Dibongkar Pencuri, Beberapa Kuintal Barang Bekas Hilang

Gudang Rosok Dibongkar Pencuri, Beberapa Kuintal Barang Bekas Hilang

Regional
Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Bocah 9 Tahun Tewas, Belasan Lain Luka

Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Bocah 9 Tahun Tewas, Belasan Lain Luka

Regional
Soal Pembubaran Deklarasi KAMI di Jambi, Ini Penjelasan Gugus Tugas

Soal Pembubaran Deklarasi KAMI di Jambi, Ini Penjelasan Gugus Tugas

Regional
Karyawati SPBU Tewas dengan Tubuh Terluka di Jalan, Keluarga Duga Dibunuh

Karyawati SPBU Tewas dengan Tubuh Terluka di Jalan, Keluarga Duga Dibunuh

Regional
Klaster Pilkada Purbalingga Meluas, dari Paslon, Tim Sukses, hingga Petugas KPU Positif Covid-19

Klaster Pilkada Purbalingga Meluas, dari Paslon, Tim Sukses, hingga Petugas KPU Positif Covid-19

Regional
Pria yang Merusak Motornya dengan Batu Besar Akhirnya Ditilang

Pria yang Merusak Motornya dengan Batu Besar Akhirnya Ditilang

Regional
BPBD Catat 31 Desa dan 10 Kecamatan Terdampak Banjir Kebumen

BPBD Catat 31 Desa dan 10 Kecamatan Terdampak Banjir Kebumen

Regional
Pemkot Malang Ingin RS Lapangan Tetap Didirikan Meski Kasus Aktif Tersisa 17 Orang

Pemkot Malang Ingin RS Lapangan Tetap Didirikan Meski Kasus Aktif Tersisa 17 Orang

Regional
Wali Kota Solo 'Bermain' Medsos: Tujuan Utama Bukan untuk Pencitraan...

Wali Kota Solo "Bermain" Medsos: Tujuan Utama Bukan untuk Pencitraan...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X