Bupati Malang Pindah Partai ke PDI-P untuk Rekomendasi Pilkada

Kompas.com - 19/02/2020, 22:20 WIB
Plt Bupati Malang Sanusi saat ditemui di Kantor Bupati Malang, Senin (17/6/2019) KOMPAS.com/ANDI HARTIKPlt Bupati Malang Sanusi saat ditemui di Kantor Bupati Malang, Senin (17/6/2019)

MALANG, KOMPAS.com – Bupati Malang Sanusi mulai menunjukkan manuver politik.

Setelah pesimis akan mendapat surat rekomendasi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk Pilkada di Kabupaten Malang pada 2020, Sanusi berpindah haluan menjadi kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Sebelumnya, Sanusi merupakan kader PKB.

Baca juga: Buntut Kasus Bully di Malang, Peraturan Wali Kota Dirumuskan Atur Sistem Pengaduan di Sekolah

Ia menjadi bupati setelah Rendra Kresna terseret kasus korupsi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sanusi yang saat itu menjabat sebagai Wakil Bupati, naik jabatan menjadi Bupati Malang.

Sanusi berambisi untuk maju kembali sebagai calon petahana dalam Pilkada Kabupaten Malang.

“Setelah saya mendengar dari berbagai sumber bahwa PKB tidak akan mencalonkan saya kembali sebagai calon kepala daerah Kabupaten Malang, maka saya memutuskan dengan sadar untuk keluar dari PKB," ujar Sanusi dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (19/2/2020).

Baca juga: Jadi Anggota TNI Gadungan, Pria di Malang Gasak Harta dan Setubuhi 5 Perempuan

Sanusi mengatakan, dia tetap menghormati keputusan PKB yang memilih tidak mencalonkan kembali dirinya.

"Secara resmi bergabung menjadi anggota dan kader PDI Perjuangan. Saya tetap menghormati keputusan PKB yang tidak lagi mau mencalonkan saya,” kata Sanusi.

Dengan berlabuhnya Sanusi ke PDI-P, dipastikan rekomendasi dari PDI-P akan jatuh kepada Sanusi sebagai calon bupati.

Sedangkan, calon wakil bupatinya adalah Ketua DPC PDI-P Kabupaten Malang yang juga Ketua DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto.

Saat dikonfirmasi, Didik membenarkan perihal perpindahan Sanusi.

Didik mengatakan, PDI-P akan memberikan surat rekomendasi kepada pasangan Sanusi dan dirinya sebagai calon bupati dan wakil bupati Malang dalam Pilkada Kabupaten Malang 2020.

“Itu pada saat Beliau mendaftar ke PDI-P, Beliau harus kader,” kata Didik saat dihubungi.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X