Sebut Polantas Lalat Hijau di Media Sosial, Seorang Remaja Ditangkap

Kompas.com - 19/02/2020, 11:56 WIB
Remaja berinisal R asal Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, ditangkap polisi usai diketahui menyebarkan ujaran kebencian terhadap Polantas yang bertugas di jalan, Senin (17/2/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHARemaja berinisal R asal Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, ditangkap polisi usai diketahui menyebarkan ujaran kebencian terhadap Polantas yang bertugas di jalan, Senin (17/2/2020).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Seorang remaja berinisial R (19) asal Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, ditangkap polisi seusai menyebarkan ujaran kebencian terhadap anggota Polantas Polres Tasikmalaya kota yang sedang melaksanakan razia rutin, Senin (17/2/2020).

Remaja itu sengaja merekam video anggota polantas di jalan dan mempostingnya dengan caption kata-kata kasar pakai bahasa Sunda dan menyebut polantas sebagai "lalat hijau".

Perbuatan R diduga telah melanggar Undang-undang Informasi Teknologi (ITE) yang telah menyebarkan kebencian melalui postingannya tersebut.

"Dia (R) dengan sengaja merekam dan menyebarkannya video saat kami sedang bertugas melakukan razia rutin dengan kalimat tidak menyenangkan. Padahal, R bersama teman-temannya saat terkena razia memiliki STNK dan SIM lengkap tanpa ada kesalahan di jalan apapun. Petugas pun saat razia mempersilakan R dan temannya untuk melanjutkan perjalanan," jelas Kepala Unit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan dan Patroli Satlantas Polres Tasikmalaya Ipda Soni Alamsyah, di kantornya, Rabu (19/2/2020).

Baca juga: Ridwan Kamil Bicara soal Hoaks, Ujaran Kebencian hingga Radikalisme di Depan Ribuan Milenial

Operasi yang dilaksanakan di Jalan HZ Mustofa saat itu, lanjut Soni, sebagai razia rutin memberikan kesadaran pengguna jalan tertib lalu lintas.

Namun, selang beberapa jam salah seorang anggotanya melaporkan bahwa telah menyebar rekaman ujaran kebencian di media sosial milik pelaku.

Setelah ditangkap, pelaku pun mengakui bahwa dirinya yang menyebarkan ujaran kebencian tersebut.

"Setelah kita mintai keterangan, pelaku pun akhirnya mengakui yang menyebarkan ujaran kebencian terhadap kami di media sosial," tambahnya.

Remaja itu pun diberikan edukasi dan pemahaman bahwa perbuatannya itu dengan menyebarkan ujaran kebencian di media sosial telah melanggar hukum.

Apalagi, ujaran kebencian itu tanpa didasari alasan yang jelas dan sengaja disebarkan di media sosial.

"Intinya telah menyudutkan kami tanpa alasan jelas. Remaja itu pun saat melintas di razia kami tidak terkenal tilang, karena surat-suratnya lengkap. Kami pun tak menyangka remaja ini melakukan penyebaran ujaran kebencian terhadap kami di media sosial," ungkapnya.

Sementara itu, R mengaku perbuatannya karena khilaf dan ia meminta maaf.

Baca juga: Pakai Identitas Orang Lain di Facebook Lalu Hina Polisi, Pemuda Ini Ditangkap

Dirinya mengaku tak sadar telah berkata-kata kasar dan menyudutkan anggota polantas yang sengaja direkamnya saat razia.

"Saya tak ada masalah apa-apa, Pak. Mohon maaf, saya khilaf saja, saya seperti tak ingat telah menulis di media sosial Facebook dan WhatsApp seperti itu," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penjelasan BMKG soal Penyebab Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara

Penjelasan BMKG soal Penyebab Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara

Regional
Sandiaga Uno: Batik Batam Layak Jadi Produk Unggulan

Sandiaga Uno: Batik Batam Layak Jadi Produk Unggulan

Regional
Sakit Hati Tak Dibayar, Pria Ini Tusuk Pasangan Sesama Jenis hingga Tewas

Sakit Hati Tak Dibayar, Pria Ini Tusuk Pasangan Sesama Jenis hingga Tewas

Regional
Dokter Ditemukan Tewas Sehari Setelah Disuntik Divaksin, Satgas Covid-19 Palembang: Dipastikan Bukan karena Divaksin, tapi...

Dokter Ditemukan Tewas Sehari Setelah Disuntik Divaksin, Satgas Covid-19 Palembang: Dipastikan Bukan karena Divaksin, tapi...

Regional
KPU Bukittinggi Tetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

KPU Bukittinggi Tetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

Regional
Data dan Identitas ABK yang Hilang Setelah Tabrakan Kapal di Perairan Surabaya

Data dan Identitas ABK yang Hilang Setelah Tabrakan Kapal di Perairan Surabaya

Regional
Bertambah 7 Orang yang Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Riau

Bertambah 7 Orang yang Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Riau

Regional
Seorang Remaja Tewas Setelah Jatuh dan Tertabrak Mobil Damkar di Pekanbaru

Seorang Remaja Tewas Setelah Jatuh dan Tertabrak Mobil Damkar di Pekanbaru

Regional
TPU di Manado Mengalami Longsor, Kerangka Muncul ke Permukaan

TPU di Manado Mengalami Longsor, Kerangka Muncul ke Permukaan

Regional
5 Terduga Teroris di Aceh Diduga Terlibat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

5 Terduga Teroris di Aceh Diduga Terlibat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

Regional
Diduga Sakit Jantung, Seorang Dokter Ditemukan Tewas Sehari Usai Disuntik Vaksin Covid-19

Diduga Sakit Jantung, Seorang Dokter Ditemukan Tewas Sehari Usai Disuntik Vaksin Covid-19

Regional
Persoalan Wajib Jilbab di SMKN 2 Padang Selesai, Siswi Kembali Sekolah

Persoalan Wajib Jilbab di SMKN 2 Padang Selesai, Siswi Kembali Sekolah

Regional
Kronologi KM Tanto Bersinar Tabrak Kapal Tug Boat di Perairan Gresik, Petugas Cari ABK yang Hilang

Kronologi KM Tanto Bersinar Tabrak Kapal Tug Boat di Perairan Gresik, Petugas Cari ABK yang Hilang

Regional
Pratu Dedi Hamdani Gugur di Papua, Ayah: Sedih Sekali...

Pratu Dedi Hamdani Gugur di Papua, Ayah: Sedih Sekali...

Regional
Setelah Diprotes Warganet, KKN Lapangan Unila Ditunda

Setelah Diprotes Warganet, KKN Lapangan Unila Ditunda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X