Tasikmalaya Bentuk Tim Khusus Awasi Penggunaan Dana Kelurahan Rp 1 Miliar

Kompas.com - 19/02/2020, 07:54 WIB
Ilustrasi KOMPAS/HERU SRI KUMOROIlustrasi

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Tasikmalaya membentuk tim khusus pengawasan distribusi bantuan dana setiap kelurahan Rp 1 miliar karena dinilai rawan penyelewengan korupsi.

Tim terdiri dari para tenaga ahli beberapa instansi hukum yang terbentuk dalam kelompok kerja mulai Kepolisian, Kejaksaan, TNI dan Inspektorat internal pemerintahan.

Pengawasan ini untuk mencegah kesalahan disengaja atau tak disengaja mulai proses administrasi sampai penggunaan anggaran oleh terbatasnya pengetahuan para personel di setiap kelurahan.

"Pengawasan dilakukan guna memastikan penggunaan dana kelurahan dilakukan sesuai dengan kepentingan masyarakat, khususnya dalam pembangunan infrastruktur tiap kelurahan," jelas Sekretaris Daerah Pemkot Tasikmalaya, Ivan Dicksan kepada wartawan, Selasa (18/2/2020).

Baca juga: Wagub Jabar Sebut Pembakaran Kantor Desa di Tasikmalaya Upaya Hilangkan Barang Bukti Dugaan Korupsi

Meski demikian, tambah Ivan, pihaknya akan memberikan keleluasaan besar bagi setiap kelurahan untuk mempergunakan dana tersebut.

Mulai perencanaan dan penerapan dana kelurahan itu akan dilaksanakan langsung oleh kelompok masyarakat (pokmas) yang sebelumnya dibentuk hasil musyawarah masyarakat di tiap kelurahan.

"Utamakan pelaksanaannya oleh pokmas, namun apabila pokmas tidak sanggup dipersilakan kelurahan dan pokmas menunjuk pihak ketiga atau pemborong dalam pelaksanaannya," tambah Ivan.

Saat ini, Ivan mengaku pihaknya masih mengevaluasi seluruh penggunaan anggaran kelurahan tahun 2019.

Nantinya pihaknya akan menentukan pengerjaan paling baik apakah oleh pokmas atau pihak ketiga.

Pembinaan administrasi kepada pokmas kelurahan dan kecamatan pun terus dilakukan untuk meminimalisasi kesalahan laporan yang berakibat pada tindak pidana.

"Saya harap tiap kelurahan pro aktif kalau ada yang belum dipahami terkait aturan penggunaan anggaran kelurahan itu. Terlebih jumlahnya besar, harus tepat sasaran dan rawan tindak pidana korupsi," ungkapnya.

Sementara itu, anggota Ombudsman RI Dadan Suparjo Suharmawijaya mengatakan, pengelolaan dana kelurahan dan desa jangan sampai menjadi bumerang bagi personel akibat ketidaktahuan aturannya sampai timbul tindak pidana korupsi.

Baca juga: Takut Diaudit Dana Desa, Kades Neglasari Tasikmalaya Bakar Kantornya Sendiri

Sehingga, perlunya ekstra kontrol dari berbagai pihak mulai dari pemerintahan, lembaga hukum, dan masyarakatnya langsung.

"Tadinya mungkin para aparat kelurahan tidak ada niatan untuk korupsi dana kelurahan yang mereka terima. Tapi, akibat ketidaktahuan atau tidak baik pengelolaannya, mereka akhirnya akan terjerat kasus korupsi dana kelurahan. Kita Ombudsman sudah mendapatkan banyak aduan terkait hal seperti ini," ujar Dadan, saat menjadi narasumber seminar anti-korupsi di Tasikmalaya, belum lama ini.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sinkhole Muncul di Gunungkidul, Seorang Petani Terperosok dalam Lubang

Sinkhole Muncul di Gunungkidul, Seorang Petani Terperosok dalam Lubang

Regional
Satu PDP Corona dari Magetan Meninggal di RSUD Soedono Madiun

Satu PDP Corona dari Magetan Meninggal di RSUD Soedono Madiun

Regional
Pulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Besar Pilih Isolasi Diri di Hutan

Pulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Besar Pilih Isolasi Diri di Hutan

Regional
Ditipu Bayaran Rp 700 Ribu, Driver Ojol Antar Penumpang Purwokerto-Solo Sejauh 230 Km

Ditipu Bayaran Rp 700 Ribu, Driver Ojol Antar Penumpang Purwokerto-Solo Sejauh 230 Km

Regional
Hendak Tolong Ayah yang Jatuh ke Septic Tank, Ibu dan Anak Ikut Terperosok, Sekeluarga Tewas

Hendak Tolong Ayah yang Jatuh ke Septic Tank, Ibu dan Anak Ikut Terperosok, Sekeluarga Tewas

Regional
Puluhan Rumah di Agam Terendam Banjir Setinggi 1,5 Meter, 163 Warga Dievakuasi

Puluhan Rumah di Agam Terendam Banjir Setinggi 1,5 Meter, 163 Warga Dievakuasi

Regional
Macan Tutul yang Terjebak di Peternakan Ayam Sukabumi Mati di Taman Safari Indonesia

Macan Tutul yang Terjebak di Peternakan Ayam Sukabumi Mati di Taman Safari Indonesia

Regional
Dokter THT Berstatus PDP Corona di Makassar Meninggal, Diduga Terinfeksi dari Pasien

Dokter THT Berstatus PDP Corona di Makassar Meninggal, Diduga Terinfeksi dari Pasien

Regional
Imbas Corona, Ratusan Pekerja di Tegal Dirumahkan Tanpa Diberi Kompensasi

Imbas Corona, Ratusan Pekerja di Tegal Dirumahkan Tanpa Diberi Kompensasi

Regional
Hilang Saat Longsor di Tanah Datar, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas Berhimpitan

Hilang Saat Longsor di Tanah Datar, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas Berhimpitan

Regional
Cabuli Siswi SD dan Antarkan Pulang, Pelaku Terjatuh Kaget Lihat Ibu Korban Menunggu di Halaman

Cabuli Siswi SD dan Antarkan Pulang, Pelaku Terjatuh Kaget Lihat Ibu Korban Menunggu di Halaman

Regional
Ramai-ramai Pejabat dan Dewan Kota Bengkulu Sumbang Gaji Perangi Covid-19

Ramai-ramai Pejabat dan Dewan Kota Bengkulu Sumbang Gaji Perangi Covid-19

Regional
Stok Masker Puskesmas Dicuri Sopir Ambulans, oleh Pelaku Dijual di Situs Online Seharga Rp 5 Juta

Stok Masker Puskesmas Dicuri Sopir Ambulans, oleh Pelaku Dijual di Situs Online Seharga Rp 5 Juta

Regional
Tak Liburkan Sekolah Saat Wabah Corona, Kini Wali Kota Prabumulih Minta Siswa Belajar di Rumah

Tak Liburkan Sekolah Saat Wabah Corona, Kini Wali Kota Prabumulih Minta Siswa Belajar di Rumah

Regional
Siswi SMP di OKU yang Dibunuh dan Diperkosa Dimakamkan, Kepsek : Murid Pendiam dan Rajin

Siswi SMP di OKU yang Dibunuh dan Diperkosa Dimakamkan, Kepsek : Murid Pendiam dan Rajin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X