Penuhi Kebutuhan Listrik, Pemerintah Bangun Transmisi Line 150 kV, di Sulsel-Sultra

Kompas.com - 18/02/2020, 17:42 WIB
Pihak Komisaris dan Direksi PT Rekadaya Elektrika saat mengunjungi pembangunan interkoneksi sistem kelistrikan antara Sulawesi bagian Selatan dan Sulawesi bagian Tenggara (Malili-Lasusua), Selasa (18/02/2020) MUH. AMRAN AMIRPihak Komisaris dan Direksi PT Rekadaya Elektrika saat mengunjungi pembangunan interkoneksi sistem kelistrikan antara Sulawesi bagian Selatan dan Sulawesi bagian Tenggara (Malili-Lasusua), Selasa (18/02/2020)

LUWU TIMUR, KOMPAS.com – Pemerintah terus mengupayakan pembangunan interkoneksi sistem kelistrikan antara Sulawesi bagian selatan dan Sulawesi bagian tenggara (Malili-Lasusua).

Pemerintah membangun transmisi Line 150 kV di section 2 anak perusahaan PT PJB (Pembangkit Jawa Bali) yakni PT Rekadaya Elektrika yang merupakan bagian dari PLN Group. 

Proyek Transmisi Line 150 KV Malili-Lasusua  dibangun sepanjang 32,37 kilometer antara section 1 sampai dengan section 3 yang menyambungkan Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan dengan Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara.

Baca juga: Jakpro: Formula E Dukung Program Jokowi soal Percepatan Program Kendaraan Listrik

Komisaris PT Rekadaya Elektrika Idian mengatakan, kebutuhan listrik di Sulawesi terus meningkat.

Dengan selesainya transmisi 150 kV Malili-Lasusua, maka diharapkan kebutuhan masyarakat dan kebutuhan industri seperti industri smelter, tambang dan industri lainnya dapat tumbuh dengan cepat.

“Transmisi  dengan 150 kV ini daya yang dapat disalurkan yakni antara 150 hingga 300 megawatt dengan jarak yang lebih jauh bisa sampai 500 kilometer, kalau di atas dari itu kita butuh 500 kV,” kata Idian saat dikonfirmasi di lokasi, Selasa (18/02/2020).

Idian menambahkan, kendala yang dialami Malili, Luwu Timur selama beberapa tahun terakhir yakni seringnya terjadi pemadaman lampu.

Pihaknya menjamin jika hal tersebut tidak akan terjadi lagi dengan adanya pasokan listrik dari 150 kV.

“Pasokan listrik ke Malili,Luwu Timur dengan daya 150 kV pengiriman daya untuk pembangkit ke pusat beban di Malili relatif jauh lebih aman,” ucap Idian.   

Baca juga: Buron 2 Pekan, Komplotan Pencuri Panel Listrik Senilai Rp 230 Juta Tertangkap di Klaten

Direktur Utama PT Rekadaya Elektrika Harjono mengatakan, proyek transmisi line 150 kV Malili- Lasusua dibangun dengan jumlah tower sebanyak 107 buah, melibatkan pekerja terbaik sebanyak 200 orang dengan mempekerjakan warga setempat.

Menurut Harjono, proyek ini terhitung cepat dikerjakan dalam 2 tahun 2 bulan, melihat lokasi yang ekstrem dan medan yang berbukit.

"Keberhasilan proyek ini tidak lepas dari dukungan PT PLN (Persero) dan warga sekitar proyek. Kami memiliki hubungan dengan warga sekitar proyek juga sangat baik, terbukti dari dukungan berbagai kalangan masyarakat, termasuk ibu–ibu yang turut berkontribusi secara langsung dalam proyek ini,” kata Harjono.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penjelasan Polisi Soal Tas Misterius di Karawang yang Diduga Bom

Penjelasan Polisi Soal Tas Misterius di Karawang yang Diduga Bom

Regional
Detik-detik Polisi Tangkap Oniara Wonda, Anggota KKB Paling Dicari Sejak 2011

Detik-detik Polisi Tangkap Oniara Wonda, Anggota KKB Paling Dicari Sejak 2011

Regional
Peserta Pelantikan Kepala Sekolah di Jatim Mendadak Diwajibkan Rapid Test, Ini Penyebabnya

Peserta Pelantikan Kepala Sekolah di Jatim Mendadak Diwajibkan Rapid Test, Ini Penyebabnya

Regional
Perjuangan Siswa SD Naik Turun Bukit Cari Sinyal untuk Belajar Online

Perjuangan Siswa SD Naik Turun Bukit Cari Sinyal untuk Belajar Online

Regional
Tahun Ini Sebanyak 2.236 Calon Jemaah Haji Kota Bandung Batal Berangkat

Tahun Ini Sebanyak 2.236 Calon Jemaah Haji Kota Bandung Batal Berangkat

Regional
Oknum TNI Aniaya Buruh Bangunan di Posko Covid, karena Korban Cuek

Oknum TNI Aniaya Buruh Bangunan di Posko Covid, karena Korban Cuek

Regional
Cerita Seorang Anak Rekam Ayah Aniaya Ibunya: Saya Tak Tahan...

Cerita Seorang Anak Rekam Ayah Aniaya Ibunya: Saya Tak Tahan...

Regional
Warga Terinfeksi Lagi Setelah Sembuh dari Covid-19, Bupati Banjarnegara: Fenomena Ping-pong, Tetap Waspada

Warga Terinfeksi Lagi Setelah Sembuh dari Covid-19, Bupati Banjarnegara: Fenomena Ping-pong, Tetap Waspada

Regional
Sebelum Dibatalkan, Kemenag: Jemaah Sepuh Ingin Berangkat karena Pertimbangan Usia

Sebelum Dibatalkan, Kemenag: Jemaah Sepuh Ingin Berangkat karena Pertimbangan Usia

Regional
Harga Ayam Melonjak Jadi Rp 42.000 Per Kg, Stok di Medan Didatangkan dari Pekanbaru

Harga Ayam Melonjak Jadi Rp 42.000 Per Kg, Stok di Medan Didatangkan dari Pekanbaru

Regional
New Normal di Pasar Swalayan Semarang, Jumlah Pengunjung dan Waktu Kunjungan Dibatasi

New Normal di Pasar Swalayan Semarang, Jumlah Pengunjung dan Waktu Kunjungan Dibatasi

Regional
Penerima Bantuan Pemerintah di Gorontalo Wajib Berkebun

Penerima Bantuan Pemerintah di Gorontalo Wajib Berkebun

Regional
Video Viral Suami Aniaya Istri Diduga gara-gara Uang Belanja, Direkam Anak

Video Viral Suami Aniaya Istri Diduga gara-gara Uang Belanja, Direkam Anak

Regional
Sebelum Dinyatakan Positif Corona, 2 Hasil Rapid Test Bupati Melawi Non-reaktif

Sebelum Dinyatakan Positif Corona, 2 Hasil Rapid Test Bupati Melawi Non-reaktif

Regional
Geger Penemuan Tas Hitam Ada Kabelnya yang Diduga Bom di Karawang

Geger Penemuan Tas Hitam Ada Kabelnya yang Diduga Bom di Karawang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X