PVMBG Sebut Lokasi Longsor di Tol Cipularang KM 118 Dulunya Daerah Aliran Sungai

Kompas.com - 18/02/2020, 00:00 WIB
Longsor yang terjadi di Kampung Hegarmanah, Desa Sukatani Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat juga mengancam akses jalan di rumija tol Cipularang KM 118+600 B. Adapun jarak longsor dengan kedalaman 15 meter dengan lebar 30 meter ini berjarak 5-7 meter dari bahu jalan tol tersebut. Foto Humas Jasa MargaLongsor yang terjadi di Kampung Hegarmanah, Desa Sukatani Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat juga mengancam akses jalan di rumija tol Cipularang KM 118+600 B. Adapun jarak longsor dengan kedalaman 15 meter dengan lebar 30 meter ini berjarak 5-7 meter dari bahu jalan tol tersebut.

BANDUNG, KOMPAS.com - Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi ( PVMBG) menyebut daerah longsoran yang mengancam bahu jalan KM 118 + 600 B Tol Cipularang, dulunya merupakan daerah aliran sungai.

Hal tersebut terungkap berdasarkan hasil kajian tim PVMBG beberapa waktu lalu di lokasi.

"Kondisi daerah longsoran yang dulunya merupakan daerah aliran sungai dimana masih terlihat adanya morfologi cekungan dari Digital Elevation Model (DEM)," kata Kepala PVMBG Badan Geologi Kasbani, Senin (17/2/2020).

Baca juga: Rekomendasi PVMBG soal Longsor yang Mengancam Tol Cipularang KM 118

Dijelaskan, mekanisme terjadinya gerakan tanah di Kampung Hegarmanah RT004/RW04, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat ini, karena beberapa faktor tertentu.

"Gerakan tanah karena kelerengan yang curam dan banyak tekuk lereng yang merupakan jalur air, tanah pelapukan yang tebal, batuan vulkanik yang poros air, tataguna lahan berupa sawah dibagian atas dan kemiringan lereng yang curam," kata Kasbani.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas PT Jasa Marga Cabang Purbaleunyi Nandang Erlan menjelaskan bahwa longsor tersebut tejadi di dua titik berbeda di KM 118 Tol Cipularang.

Guna mengantisipasi terjadinya longsor susulan, pihaknya memasang cerucuk hingga Bronjong di longsoran didekat jalur tol arah Bandung, dan melakukan pengerukan serta pengeringan genangan di bagian sisi lainnya.

Dia membenarkan gorong-gorong yang tersumbat milik Jasa Marga.

Menurut dia, gorong-gorong yang berada di bawah jalan tol ini cukup besar untuk mengalirkan air.

"Betul dibuat Jasa Marga. Gorong-gorong berada d bawah jalan tol untuk mengalirkan air dari  jalur A ke jalur B. Dan gorong gorong itu tersumbat kena longsoràn dari bukit yang bukan rumija jalan tol," kata Nandang.

Baca juga: Imbas Hujan Deras, Satu Rumah di Kulon Progo Rusak Diterjang Tanah Longsor

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X