Baterai dan Panel Surya di Kulon Progo Dicuri, Sisakan Tiang Lampu

Kompas.com - 12/02/2020, 18:59 WIB
Ilustrasi Pencurian vchal Ilustrasi Pencurian

KULON PROGO, KOMPAS.com - Pencuri beraksi mengambil satu set lampu penerangan  jalan umum bertenaga surya (PJUTS), mulai dari lampunya, panel surya hingga baterainya.

Lampu penerangan jalan itu berada di sebuah jalan provinsi yang melintasi sawah pada Kalurahan Krembangan, Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pencuri hanya menyisakan tiang lampunya saja.

"Pencurian (di tiang yang sama berlangsung) 2 kali. Pertama, baterai dulu hilang. Kami laporkan kejadian ini ke pelaksana pembangun PJUTS ini. Kedua kali, kami melihat informasi dari media sosial kalau panel surya penerima sinar jadi arus itu ikut hilang. Di tempat itu juga," kata Kepala UPT PJU Dinas Perhubungan Kulon Progo Iswanto, saat dihubungi via ponsel, Rabu (12/1/2020).

Baca juga: Petani Tewas Tersengat Listrik Lampu Penerangan Jalan Saat Mengairi Sawah

Semua berawal dari postingan media sosial warga yang mengeluh karena lampu tenaga surya yang masih baru itu tidak hidup pada akhir Januari 2020.

UPT PJU Dishub mengecek lokasi dan mendapati memang baterai beserta boks-nya sudah raib.

"Kami melaporkan ke rekanan ESDM itu karena masih dalam tahap pemeliharaan dan tanggungan rekanan. Makanya kami melapor ke sana," kata Iswanto.

Tak lama setelah melaporkan kejadian itu, giliran panel surya yang hilang pada tiang yang sama.

Iswanto memperkirakan nilai satu set penerangan jalan bisa antara Rp 20-25 juta.

Baterai merupakan komponen termahal sampai sepertiga dari total nilai satu set. Sebesar itu pula perkiraan kerugian akibat pencurian ini.

"Mereka yang berani mencuri ini mungkin tahu tentang kegunaan panel surya," kata Iswanto.

Penerangan jalan umum tenaga surya merupakan bagian dari program Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) di Kementerian ESDM.

Pemerintah berniat mewujudkan pembangunan dengan semangat energi baru terbarukan, termasuk penerangan jalan umum memanfaatkan tenaga surya.

Kementerian memasang sebanyak 55 unit di Kulon Progo, yang dikerjakan oleh 2 kontraktor rekanan mereka.

Baca juga: Lampu Penerangan Jalan di Ungaran Dirusak, Diduga akibat Aksi Kejahatan

Dua wakil rakyat berperan mendorong agar puluhan PJUTS itu bisa menerangi Kulon Progo di jalan yang dianggap rawan.

Jalanan di daerah yang tidak terjangkau aliran listrik menjadi sasaran. Pembangunan PJUTS ini berlangsung pada semester kedua 2019. Pekerjaannya rampung sekitar November 2019.

Menurut Iswanto, sedikitnya 3 unit di antaranya berdiri  di sebuah jalan provinsi  dekat Balai Desa Krembangan. Sekelilingnya sawah.Salah satu unit di situ telah yang dicuri.

"Hanya menyisakan tiangnya saja," kata Iswanto.

Pihaknya segera berkoordinasi dengan Pemerintah Desa untuk mengetatkan penjagaan kawasan untuk terus memonitor agar tidak terulang kejadian serupa.

Kepala Desa Krembangan Samiran mengatakan, PJUTS berada di perbatasan dengan Kalurahan Demangrejo.

Lampu itu sangat vital mengingat berada di dekat jembatan.

"Itu sebenarnya untuk penerangan jalan jembatan, karena di timur jembatan itu jalan sering rusak," kata Samiran via telepon.

Pihak kalurahan segera melaporkan kehilangan ini ke kepolisian setempat.

Aparat kalurahan juga menekankan warga di pedukuhan untuk meningkatkan ronda sampai ke PJUTS yang masih ada.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kulon Progo, Hera Suwanto mengungkapkan, pemerintah memasang penerangan jalan bertenaga surya memang untuk kawasan yang tidak terjangkau aliran listrik.

Karenanya penerangan seperti ini sangat penting bagi pengguna jalan di malam hari.

Aksi pencurian tentu meningkatkan resiko di jalan, utamanya pada malam hari.

Hera menceritakan bahwa kasus pencurian fasilitas umum seperti ini pernah terjadi setahun lalu, tapi sasarannya baterai atau aki lampu Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) di dalam tiang lampu. Pencurian terjadi di 3 lampu Apill.

"Harus ada kepedulian masyarakat, kalau ada hal serupa untuk segera melaporkan kejadian," kata Hera.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Juru Masak yang Dirumahkan Saat Pandemi, Ikut Jadi Koki Relawan

Kisah Juru Masak yang Dirumahkan Saat Pandemi, Ikut Jadi Koki Relawan

Regional
Fakta Lengkap Pembunuhan Sadis di Sukoharjo, Jasad Dibakar di Mobil dan ATM Dikuras

Fakta Lengkap Pembunuhan Sadis di Sukoharjo, Jasad Dibakar di Mobil dan ATM Dikuras

Regional
Kronologi Pemuda di Kalsel Tewas Diduga akibat Disengat Tawon

Kronologi Pemuda di Kalsel Tewas Diduga akibat Disengat Tawon

Regional
Beredar Video Diduga 2 Pendaki yang Foto Bugil di Gunung Gede Pangrango Minta Maaf

Beredar Video Diduga 2 Pendaki yang Foto Bugil di Gunung Gede Pangrango Minta Maaf

Regional
Kisah 4 Bocah Gizi Buruk dan Kuper, Hidup Terasing dengan Ibu ODGJ dan Ayah Pemarah

Kisah 4 Bocah Gizi Buruk dan Kuper, Hidup Terasing dengan Ibu ODGJ dan Ayah Pemarah

Regional
Seorang Polisi Ditangkap Warga Usai Diduga Menggunakan Narkoba

Seorang Polisi Ditangkap Warga Usai Diduga Menggunakan Narkoba

Regional
Kronologi Petani Adang Truk Pupuk Bersubsidi di Tuban, Berawal Hoaks Pupuk Langka

Kronologi Petani Adang Truk Pupuk Bersubsidi di Tuban, Berawal Hoaks Pupuk Langka

Regional
Tutup Dolly lalu Dijadikan Pasar Burung, Risma: Saya Mohon Maaf...

Tutup Dolly lalu Dijadikan Pasar Burung, Risma: Saya Mohon Maaf...

Regional
6 Pemerkosa Remaja 15 Tahun hingga Hamil Ditangkap, 1 Pelaku Masih Buron

6 Pemerkosa Remaja 15 Tahun hingga Hamil Ditangkap, 1 Pelaku Masih Buron

Regional
Tarik-menarik dengan Buaya, Titus Selamatkan Nyawa Sang Adik yang Diterkam

Tarik-menarik dengan Buaya, Titus Selamatkan Nyawa Sang Adik yang Diterkam

Regional
Ramai-ramai Kepala Daerah Bermedia Sosial, dari Emil hingga Ganjar Pranowo, Ini Analisis Drone Emprit

Ramai-ramai Kepala Daerah Bermedia Sosial, dari Emil hingga Ganjar Pranowo, Ini Analisis Drone Emprit

Regional
Video Viral Seorang Nenek Dipukul Saat Berteduh, Polisi Lakukan Penyelidikan

Video Viral Seorang Nenek Dipukul Saat Berteduh, Polisi Lakukan Penyelidikan

Regional
Rekor Tertinggi di Garut, Pasien Corona Bertambah 110 Orang

Rekor Tertinggi di Garut, Pasien Corona Bertambah 110 Orang

Regional
5 Fakta Tewasnya Yulia, Dibunuh di Kandang Ayam, Ditemukan Dalam Mobil Terbakar

5 Fakta Tewasnya Yulia, Dibunuh di Kandang Ayam, Ditemukan Dalam Mobil Terbakar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pendaki Berfoto Bugil, Dilaporkan ke Polisi | Pedagang Mainan Bayar Pajak Pakai Uang Koin

[POPULER NUSANTARA] Pendaki Berfoto Bugil, Dilaporkan ke Polisi | Pedagang Mainan Bayar Pajak Pakai Uang Koin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X