Lampu Penerangan Jalan di Ungaran Dirusak, Diduga akibat Aksi Kejahatan - Kompas.com

Lampu Penerangan Jalan di Ungaran Dirusak, Diduga akibat Aksi Kejahatan

Kompas.com - 14/03/2018, 10:12 WIB
Petugas dari Polsek Bringin tengah melakukan patroli wilayah.Dokumentasi Humas Polres Semarang Petugas dari Polsek Bringin tengah melakukan patroli wilayah.

UNGARAN, KOMPAS.com - Lampu penerangan jalan umum (LPJU) di sejumlah titik di Kabupaten Semarang sengaja dirusak oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Belum diketahui motif perusakan itu. Namun, masyarakat khawatir perusakan fasilitas umum tersebut berhubungan dengan kriminalitas yang marak akhir-akhir ini.

"Sebaiknya segera diganti dan ada peningkatan patroli oleh polisi di daerah perbatasan. Terus terang kita resah dengan aksi begal akhir-akhir ini," kata Lilik, warga Pringapus, Rabu (14/3/2018) siang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Totit Oktoriyanto mengakui, sejumlah LPJU yang padam tersebut sebelumnya sengaja dirusak oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

"Polanya, itu PJU sengaja dimatikan, terutama di wilayah yang jauh dari permukiman dan pas dengan tikungan,” ujar Totit.

Baca juga: 3 Warga Ungaran Dibacok Begal, Ansor dan Warga Berpatroli

Beberapa titik LPJU yang terpantau dirusak di antaranya PJU di pinggir jalan nasional, seperti di Taman Unyil di Kelurahan Bandarjo Ungaran dan di sepanjang jalan utama Kecamatan Bringin.

Menurut Totit, perusakan LPJU yang berada di sekitar Taman Serasi pernah dipergoki petugas. LPJU tersebut sengaja dilempar oleh seseorang menggunakan batu.

"Saat itu ketahuan, langsung lari," ucapnya.

Pihaknya hingga saat ini belum mengetahui motif dari perusakan LPJU itu apakah hanya iseng atau ada niat untuk berbuat jahat. Perusakan LPJU, selain dilakukan dengan cara melempar batu, juga dilakukan dengan merusak saklar utama serta memutus kabel dari saklar utama.

"Selain kami, yang paling dirugikan adalah pengguna jalan. Sebab, jika dibiarkan maka dapat berpotensi muncul tindak kriminalitas di tempat tersebut,” tuturnya.

Sebagai langkah antisipasi, lanjut Totit, untuk kasus perusakan LPJU yang mudah dilempar batu seperti di Taman Serasi, DPU Kabupaten Semarang akhirnya lebih meninggikan tiang LPJU dari ketinggian yang standar.

"Standar PJU kan 8 meter, khusus untuk kasus seperti itu kami ganti tiangnya lebih dari 10 meter,” katanya.

Baca juga: Lewati Jalan Gelap, Seorang Wanita Buruh Pabrik Dibacok Begal

Totit mengakui masih banyak keluhan masyarakat terkait minimnya penerangan jalan di perbatasan desa. Pihaknya berjanji akan memprioritaskan LPJU di perbatasan desa, terutama di tempat-tempat yang rawan aksi kriminalitas.

"Kalau ada info, pasti kami segera bergerak. Permasalahannya, karena lampu yang diputus tidak di permukiman, maka informasi yang masuk ke kami selalu terlambat," jelasnya.

Sementara itu, Kabid Binamarga dan PJU DPU Kabupaten Semarang Supadi menambahkan, pada 2018 ini Pemkab Semarang telah mempersiapkan lima paket pengerjaan pemasangan LPJU, yaitu untuk ditempatkan di Kecamatan Ungaran Timur, Kecamatan Ungaran Barat, Kecamatan Tuntang, Kecamatan Pabelan, dan Kecamatan Susukan.

“Anggarannya rata-rata Rp 150 juta," kata Supadi.


Secara terpisah, Kabid Humas Kasubag Humas Polres Semarang AKP Teguh Susilo Hadi mengaku belum menerima laporan resmi dari DPU terkait perusakan LPJU ini. Meski demikian, pihaknya telah meneruskan informasi ini agar segera ditindaklanjuti oleh semua Kapolsek di jajaran Polres Semarang.

"Hasil pantauan Polsek Bringin tadi malam, dari 29 LPJU, ada tiga yang mati. Kami akan tingkatkan patroli," kata Teguh.

Komentar

Terkini Lainnya

Berita Populer: Rumah Termahal di Dunia, hingga Komentar Mahathir

Berita Populer: Rumah Termahal di Dunia, hingga Komentar Mahathir

Internasional
Kubu Jokowi-Ma'ruf Klaim Banyak Adopsi Visi-Misi Gus Dur

Kubu Jokowi-Ma'ruf Klaim Banyak Adopsi Visi-Misi Gus Dur

Nasional
Belasan Anak di Sukabumi Diduga Jadi Korban Kejahatan Seksual

Belasan Anak di Sukabumi Diduga Jadi Korban Kejahatan Seksual

Regional
Rotasi Pejabat di DKI, PNS Dapat Jabatan Lagi dan Plt Tambah Banyak

Rotasi Pejabat di DKI, PNS Dapat Jabatan Lagi dan Plt Tambah Banyak

Megapolitan
Menengok Fasilitas Penginapan Atlet Asian Para Games di Kemayoran

Menengok Fasilitas Penginapan Atlet Asian Para Games di Kemayoran

Megapolitan
Para Inisiator Hak Angket DPR Kembali Ungkit Kasus Century

Para Inisiator Hak Angket DPR Kembali Ungkit Kasus Century

Nasional
7 Suporter Tewas di Balik Laga Persib Vs Persija, Bobotoh dan JakMania Harus Belajar

7 Suporter Tewas di Balik Laga Persib Vs Persija, Bobotoh dan JakMania Harus Belajar

Regional
4 Fakta Kecelakaan Bus Rombongan SMK I PGRI, 2 Meninggal hingga Berwisata ke Bali

4 Fakta Kecelakaan Bus Rombongan SMK I PGRI, 2 Meninggal hingga Berwisata ke Bali

Regional
Bantahan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Tidak Tega Menampar Suporter hingga Video 'Sengaja' Diedit

Bantahan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Tidak Tega Menampar Suporter hingga Video "Sengaja" Diedit

Regional
Seorang Kakek Diduga Cabuli Teman Cucunya di Depok

Seorang Kakek Diduga Cabuli Teman Cucunya di Depok

Megapolitan
Fakta-fakta soal Penerobosan Rombongan Mobil Presiden di Tol Cimanggis

Fakta-fakta soal Penerobosan Rombongan Mobil Presiden di Tol Cimanggis

Megapolitan
Pendaftaran CPNS 2018 Dimulai Hari Ini, Sudah Siap?

Pendaftaran CPNS 2018 Dimulai Hari Ini, Sudah Siap?

Nasional
Bantu Keluarga Miskin, Seorang Polisi di Bengkulu Kumpulkan Sampah

Bantu Keluarga Miskin, Seorang Polisi di Bengkulu Kumpulkan Sampah

Regional
Politisi PSI: Bung Fadli Zon, Kreativitas Ada Batasnya....

Politisi PSI: Bung Fadli Zon, Kreativitas Ada Batasnya....

Nasional
Kejagung Kembali Jadwalkan Pemeriksaan Alex Noerdin dalam Kasus Dana Bansos Sumsel

Kejagung Kembali Jadwalkan Pemeriksaan Alex Noerdin dalam Kasus Dana Bansos Sumsel

Nasional
Close Ads X