Kronologi Lengkap Kasus Penghinaan, Berawal dari Sakit Hati hingga Risma Cabut Laporan

Kompas.com - 10/02/2020, 12:46 WIB
Zikria Dzatil, tersangka pemghina Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan keterangan di Mapolrestabes Surabaya, Senin (3/2/2020). KOMPAS.COM/GHINAN SALMANZikria Dzatil, tersangka pemghina Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan keterangan di Mapolrestabes Surabaya, Senin (3/2/2020).

SURABAYA, KOMPAS.com – Saat ramai berita tentang banjir di Surabaya, Jawa Timur, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengalami penghinaan di media sosial.

Pada 16 Januari 2020, akun Facebook Zikria Dzatil kedapatan mengunggah foto Risma.

Di dalam foto tersebut, akun Zikria juga turut menuliskan status yang dianggap menghina wali kota perempuan pertama di Surabaya itu.

Unggahan Zikria di Facebook itu membuat sebagian warga Kota Surabaya murka.

Baca juga: Cerita Korban Saat Detik-detik Bom Meledak di Surabaya pada 2018

Tak terima dengan unggahan itu, pada Selasa (21/1/2020), Pemerintah Kota Surabaya melalui kepala bagian hukum melaporkan pemilik akun kepada polisi, atas dugaan penghinaan terhadap Risma.

Kepala Bagian Hukum Pemkot Surabaya Ira Tursilowati menerima langsung kuasa dari Risma.

Warga Surabaya yang tak terima dengan penghinaan itu juga sempat melakukan demonstrasi di Mapolrestabes Surabaya pada Jumat (24/12020).

Puluhan orang yang mengatasnakan Forum Arek Suroboyo ini mendesak polisi untuk menindak tegas akun Zikria Dzatil yang dianggap telah menghina Risma.

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara mengatakan, laporan tersebut dilakukan atas desakan masyarakat. ”Inisiatif ini diambil karena melihat keresahan di masyarakat, baik melalui media sosial, maupun yang menghubungi langsung jajaran Pemkot Surabaya,” kata Febri.

Baca juga: Ini Alasan Risma Cabut Laporan terhadap Penghinanya di Facebook

Sakit hati Anies dibully

Polisi pun menangkap Zikria pada Sabtu (1/2/2020) di rumahnya, di kawasan Kelurahan Katulampa, Bogor, Jawa Barat.

Zikria ditetapkan sebagai tersangka atas pelanggaran terhadap Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kerap dibandingkan dalam beberapa persoalan, terutama dalam penanganan banjir di Jakarta dan Surabaya.

Kepada polisi, Zikria Dzatil mengaku bahwa unggahan bernada hinaan yang ditulis di akun Facebook itu didasari rasa sakit hati, karena Anies kerap dibully di media sosial, lantaran peristiwa banjir di Jakarta.

”Di medsos, netizen banyak membandingkan penanganan banjir oleh Gubernur Anies Baswedan dan Wali Kota Risma. Sehingga, yang bersangkutan sakit hati dan akhirnya mem-bully Wali Kota Surabaya,” ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sambut Pemudik, Ganjar Minta Seluruh Kepala Desa di Jateng Buat Tempat Karantina Covid-19

Sambut Pemudik, Ganjar Minta Seluruh Kepala Desa di Jateng Buat Tempat Karantina Covid-19

Regional
UPDATE Kasus Corona di Gresik: Pasien Positif Corona 5 Orang, 57 PDP

UPDATE Kasus Corona di Gresik: Pasien Positif Corona 5 Orang, 57 PDP

Regional
Berstatus PDP, Kepala Kantor Kemenag Kota Blitar Meninggal Dunia

Berstatus PDP, Kepala Kantor Kemenag Kota Blitar Meninggal Dunia

Regional
Hujan Deras Sebabkan Longsor di Tana Toraja, 3 Warga Tewas Tertimbun

Hujan Deras Sebabkan Longsor di Tana Toraja, 3 Warga Tewas Tertimbun

Regional
Hasil Rapid Test PDP Hamil di Padang Sidempuan yang Meninggal Reaktif

Hasil Rapid Test PDP Hamil di Padang Sidempuan yang Meninggal Reaktif

Regional
Bayi Baru Lahir Tergeletak di Atap Rumah, Diduga Dilempar Ibu Kandungnya

Bayi Baru Lahir Tergeletak di Atap Rumah, Diduga Dilempar Ibu Kandungnya

Regional
Tak Patuh, 4 ODP di Purwokerto Dikarantina Paksa

Tak Patuh, 4 ODP di Purwokerto Dikarantina Paksa

Regional
Kabar Baik dari Magetan, 8 Pasien Positif Corona Dinyatakan Sembuh

Kabar Baik dari Magetan, 8 Pasien Positif Corona Dinyatakan Sembuh

Regional
Beroperasi Mulai Senin, RS Darurat Corona di Pulau Galang Sediakan 3 Klaster Perawatan

Beroperasi Mulai Senin, RS Darurat Corona di Pulau Galang Sediakan 3 Klaster Perawatan

Regional
Himbau Tidak Mudik, Wali Kota Hendi Yakin Pemerintah Kasih Libur Pengganti Lebaran

Himbau Tidak Mudik, Wali Kota Hendi Yakin Pemerintah Kasih Libur Pengganti Lebaran

Regional
Cegah Corona, Operasional Penerbangan Bandara Ahamd Yani Semarang Dibatasi

Cegah Corona, Operasional Penerbangan Bandara Ahamd Yani Semarang Dibatasi

Regional
Tiga Pasien Positif Corona di RSUD Zainoel Abidin Aceh Sembuh

Tiga Pasien Positif Corona di RSUD Zainoel Abidin Aceh Sembuh

Regional
Kisah Pilu di Balik Longsor Tanah Datar, Anak Tewas Saat Gendong Ibunya yang Lumpuh

Kisah Pilu di Balik Longsor Tanah Datar, Anak Tewas Saat Gendong Ibunya yang Lumpuh

Regional
Isolasi Diri di Hutan Sepulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Tidur di Tenda dan Jaring Ikan di Sungai

Isolasi Diri di Hutan Sepulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Tidur di Tenda dan Jaring Ikan di Sungai

Regional
Kader PDIP Kota Semarang Serahkan Gajinya untuk Bantu Penanganan Covid-19

Kader PDIP Kota Semarang Serahkan Gajinya untuk Bantu Penanganan Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X