Kompas.com - 09/02/2020, 14:23 WIB
Warga Ranai mengikuti jalan sehat yang digagas Kemenkes dan Dinkes Natuna dalam rangka memastikan bahwa Natuna sahat, Minggu (9/2/2020). KOMPAS.COM/HADI MAULANAWarga Ranai mengikuti jalan sehat yang digagas Kemenkes dan Dinkes Natuna dalam rangka memastikan bahwa Natuna sahat, Minggu (9/2/2020).

NATUNA, KOMPAS.com - Ratusan warga Kota Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) pagi tadi, Minggu (9/2/2020), mengikuti jalan sehat dan senam pagi yang digelar Kementerian Kesehatan bersama Dinas Kesehatan Natuna.

Tidak saja senam pagi dan jalan sehat, dalam kegiatan tersebut juga ada pemberian edukasi soal gaya hidup sehat dan pemahaman tentang virus corona.

Baca juga: Jadi Lokasi Karantina Virus Corona, Wisatawan Enggan Datang ke Natuna

Kepala Dinas Kesehatan Natuna Rizal kepada Kompas.com mengatakan, kegiatan pagi ini merupakan salah satu rangkaian dari upaya pemulihan atau pengurangan kecemasan warga terkait kegiatan karantina 285 WINI dari Wuhan, China.

Kegiatan ini juga merupakan bukti bahwa saat ini Kabupaten Natuna dalam kondisi yang aman.

"Kami ingin memberitahukan kepada masyarakat luar, bahwa Natuna sampai saat ini aman," kata Rizal, Minggu (9/2/2020).

"Setidaknya masyarakat Ranai yang masih cemas, dengan kegiatan ini dapat berkurang kecemasannya," lanjut Rizal.

Dalam kegiatan senam pagi dan jalan sehat ini, tim Kemenkes dan Dinkes Natuna juga memberikan vitamin gratis serta layanan kesehatan kepada masyarakat Ranai.

"Alhamdulillah saat ini masyarakat Natuna telah paham dan bisa memahami aktivitas karantina yang dilakukan saat ini. Masyarakat Natuna mendoakan agar proses karantina ini bisa berjalan aman dan selesai dengan hasil yang membanggakan," katanya.

Sebelumnya, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, dijadikan tempat karantina 285 WNI yang pulang dari Wuhan, China.

Baca juga: Kisah Sedih Calon Pengantin di Natuna, Nyaris Gagal Nikah gara-gara Lokasi Resepsi Dekat Karantina Virus Corona

Kota Wuhan disebut sebagai sumber penyebaran virus corona yang hingga kini sudah memakan korban jiwa 811 orang dalam waktu satu bulan. Jumlah ini melebihan total kematian akibat epidemi SARS pada tahun 2002 hingga 2003.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X