Masker N95 Kurang Diminati di Lokasi Karantina Ranai, Natuna

Kompas.com - 07/02/2020, 13:37 WIB
Meski disejumkah tanah air masker N95 mulai kosong, bahkan harga jualnya meroket tinggi. Hal itu tidak berlaku di Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri). Padahal Ranai merupakan wilayah observasinya dan karantina 285 orang yang baru saja tiba dari Wuhan, China, yang terdiri dari 238 WNI, lima orang tim Kemenlu, 18 orang Kru Batik Air dan 24 orang tim penjemput, Jumat (7/2/2020). KOMPAS.COM/HADI MAULANAMeski disejumkah tanah air masker N95 mulai kosong, bahkan harga jualnya meroket tinggi. Hal itu tidak berlaku di Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri). Padahal Ranai merupakan wilayah observasinya dan karantina 285 orang yang baru saja tiba dari Wuhan, China, yang terdiri dari 238 WNI, lima orang tim Kemenlu, 18 orang Kru Batik Air dan 24 orang tim penjemput, Jumat (7/2/2020).

NATUNA, KOMPAS.com - Meski di sejumlah daerah, masker N95 mulai kosong, bahkan harga jualnya meroket tinggi, namun hal itu tidak berlaku di Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri).

Padahal Ranai merupakan tempat karantina 285 orang WNI yang baru saja tiba dari Wuhan, China. Namun masker N95 kurang diminati.

Seperti yang disampaikan Apriani (28), pengelola salah satu apotek di Ranai saat dijumpai Kompas.com, Jumat (7/2/2020). Ia mengatakan, saat ini penjualan masker N95 kurang bagus.

Baca juga: Banyak Warga Natuna Tak Kenakan Masker, PMI Bagikan 20.000 Masker

Hal ini bukan karena harga jualnya yang tinggi, akan tetapi memang karena kurangnya peminat masyarakat Ranai menggunakan masker tersebut.

"Waktu hari pertama tibanya 285 orang yang akan dikarantina di Natuna, masker N95 memang banyak yang mencari. Namun setelah keesokan harinya sudah mulai berkurang warga yang mencarinya," kata Apriani.

Saat masker ini banyak diminati harga jualnya memang terbilang tinggi, yakni Rp 900.000 per boks dengan isi 20 buah.

Tapi saat ini hanya dijual Rp 500.000 per boks dengan isi 20 buah.

"Kalau dijual harga satuan, saat ini dijual Rp 25.000 per buahnya," jelasnya.

Senada juga disampaikan Santi (27), pengelola apotek lainnya di Kota Ranai.

Ia mengatakan, kurangnya minat masyarakat terhadap masker N95 karena mereka lebih senang menggunakan masker biasa.

"Waktu pertama-pertama saja, hari keduanya sudah kembali biasa, bahkan banyak yang tidak menggunakan masker," kata Santi.

Baca juga: Mahfud MD: Natuna Sehat, Banyak Warga yang Tidak Kenakan Masker

Untuk saat ini, stok masker N95 memang tidak tersedia di apotek tempat Santi bekerja. Namun hal itu bukan berarti laku terjual, akan tetapi karena kurangnya minat sehingga pengelolah tidak lagi memesannya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X