Kompas.com - 07/02/2020, 06:31 WIB
Ilustrasi jambret THINKSTOCKS/ADRIAN HILMANIlustrasi jambret

MEDAN, KOMPAS.com - Dengan senjata pisau dapur, S Mandala alias Rambo (30) menjadi otak aksi pencurian dengan kekerasan atau jambret di beberapa titik di Langkat.

Akibat sepak terjangnya, korban kehilangan harta bendanya dan juga mengalami luka-luka.

Kapolres Langkat, AKBP Doddy Hermawan mengatakan, jejak Rambo terendus dalam aksi perampasan barang di tiga titik berbeda pada pagi hari maupun petang.

Rambo tidak beraksi sendiri. Dia selalu mengajak serta mitra jahatnya untuk membawa sepeda motor atau sebagai joki, Billy M (19).

"Rambo  berperan sebagai orang yang melakukan perampasan (eksekutor) barang milik para korban, sekaligus sebagai otak pelaku. Sedangkan Billy berperan sebagai jokinya," katanya, Kamis (6/2/2020). 

Baca juga: Pelaku Jambret di Jambi Nekat Terjun ke Sungai dan Tembaki Polisi Saat Hendak Ditangkap

Aksi jambret sadis Rambo

Dijelaskannya, aksi kedua warga Kelurahan Dendang, Kecamatan Stabat, Langkat itu terjadi pada Kamis (14/11/2019) sekitar pukul 07.15 WIB.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat itu, korban akan berangkat ke SMKN 1 di Jalan Proklamasi Kelurahan Kwala Bingai, Kecamatan Stabat, Langkat. 

Rambo dan Billy mendekati korban, S. br Saragih (50) dari arah belakang dengan sepeda motor Honda Vario warna merah.

Dari samping kiri, pelaku yang duduk di belakang mengambil paksa tas sandang korban yang diletakkan di tempat pijakan Honda Vario. 

"Tas sandang korban berisi 2 handphone Xiaomi dan NOKIA, uang tunai Rp 1,5 juta, STNK, SIM C, KTP, kartu Askes, NPWP, ATM dan lain-lainnya berhasil diambil pelaku yang melarikan diri," katanya.

Baca juga: Gasak Uang Rp 44 Juta di Dalam Jok Motor, 2 Jambret Diamuk Massa

 

Korban Rambo luka kena sabetan pisau

Pada hari Sabtu (1/2/2020), sekitar pukul 17.15 wib di Desa Karang Rejo, kedua pelaku merampas tas sandang berisi uang tunai Rp 1 juta dan 1 handphone OPPO milik Heriyani (36) yang saat itu hendak pulang ke rumah.

Saat itu, dari arah Binjai, dia dipepet sepeda motor pelaku yang dengan pisaunya memutus tali tas korban.

Tak cuma memutuskan tali tas korban. Pisau pelaku juga melukai lengan kiri korban. Heriyani sempat mencoba mengejar namun tidak berhasil.

Korban kemudian berobat sehingga lukanya harus dijahit sebanyak 3 jahitan.

Ternyata, aksi keduanya terus berlanjut. Hanya berselang menit, yakni pukul 18.00 wib, keduanya kembali beraksi di Titi Penceng.

Baca juga: Ingat Pesan Almarhum Ayahnya, Pelajar SMP Samarinda Ini Berani Kejar dan Tendang Jambret

Suami-istri jadi korban

 

Kali ini korbannya suami-istri yang hendak pulang mengendarai sepeda motor. Darni (36) yang saat itu dibonceng, menyandang tas di sebelah kiri.

Saat itu korban dipepet oleh pelaku.

Pelaku mendekati korban dari sebelah kiri dan memutus tali tas korban yang berisi uang tunai Rp 500.000, 2 handphone Samsung, Kartu ATM, STNK, kartu identitas korban serta buku nikah. 

Pelaku menggunakan senjata tajam dan mengenai lengan kiri korban hingga mengalami luka gores.

Pelaku berhasil mengambil tas korban lalu melarikan diri memutar arah ke arah Stabat dengan kencang.

"Korban berusaha mengejar pelaku namun tidak berhasil. Akibat sayatan senjata tajam pelaku, korban berobat sehingga lukanya harus dijahit sebanyak 30 jahitan pada lengan sebelah kirinya," katanya.

Baca juga: Aksi Heroik Tiga Pelajar SMP di Samarinda Melumpuhkan Jambret

 

Resahkan warga

Dijelaskannya, dari keterangan para saksi korban, ciri-ciri pelaku semuanya sama.

Pelaku bertubuh kurus dan ada yang berbadan gempal.

Rambo dan Billy, saat ditangkap ternyata memiliki tinggi 150 cm.

"Pencurian dengan kekerasan atau jambret ini sudah meresahkan masyarakat Langkat karena pelaku tidak segan segan melukai para korbannya," katanya.

Baca juga: Ingin Hubungi Keluarga, Buruh Bangunan Nekat Jambret Ponsel Milik Wanita Saat Berboncengan

Uang jambret buat beli sabu

Dari keterangan kedua pelaku, lanjut Doddy, barang-barang hasil kejahatan tersebut dijual dan selanjutnya, uang hasil penjualannya digunakan untuk membeli sabu.

Dalam proses penangkapannya, petugas memberikan tindakan tegas terukur dengan memberikan tembakan untuk melumpuhkan di bagian kaki karena tersangka melawan

Menurutnya, peran serta dan dukungan masyarakat Langkat sangat dibutuhkan dalam mengatasi aksi kejahatan yang meresahkan karena dinilai sadis.

"Kedua tersangka dijerat dengan tindak Pidana Pencurian dengan kekerasan Pasal 365 Ayat (1), Ayat (2) ke - 1e, 2e KUHPidana Ancaman Hukuman selama – lamanya 12 tahun penjara," katanya. 

Baca juga: Incar Ponsel Warga yang Sedang Pesan Ojol di Pinggir Jalan, Dua Jambret Ini Ditangkap



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X