Melawan "Setan Bermata Runcing", Cara Orang Rimba Jaga Kelestarian Hutan

Kompas.com - 05/02/2020, 10:20 WIB
Kader pendidikan orang rimba dalam Taman Nasional Bukit Duabelas, Kabupaten Sarolangun, Jambi. Gambar diambil Jumat (26/4/2013).

KOMPAS/IRMA TAMBUNANKader pendidikan orang rimba dalam Taman Nasional Bukit Duabelas, Kabupaten Sarolangun, Jambi. Gambar diambil Jumat (26/4/2013).

KOMPAS.com - Bagi Orang Rimba di Provinsi Jambi, hutan dan kekayaan di dalamnya adalah segala-galanya.

Masyarakat adat yang tinggal dan menggantungkan hidupnya dari hutan Bukit Duabelas tersebut akan mengerahkan segala cara untuk menjaganya dari usaha eksploitasi dunia luar.  

Butet Manurung, Direktur Sokola Institute, menjelaskan, salah satu perjuangan Orang Rimba menjaga hutan tersebut tertuang dalam buku berjudul Melawan "Setan bermata runcing".

"'Setan bermata runcing' adalah istilah Orang Rimba untuk menyebut pensil atau pena," kata Butet saat acara bedah buku di Sleman, DIY, Selasa (4/2/2020) malam. 

Baca juga: Sokola Institute, saat Kearifan Lokal Melawan "Setan Bermata Runcing"

Seperti dilansir dari Antara, Butet menceritakan pengalamannya saat mengajarkan baca-tulis kepada anak-anak Orang Rimba pertama kali di tahun 1999. Saat itu, muncul pertanyaan menggelitik.

"Ada pertanyaan dari anak-anak ini, yakni setelah kami bisa baca tulis, apakah kami bisa mengusir pembalak yang mengambil pohon-pohon di hutan kami?" katanya.

Dari pertanyaan tersebut, Butet menjelaskan, ada semacam pemahaman bahwa sekolah mengajarkan ilmu pergi atau meninggalkan kampung halaman.

Untuk itu, para relawan di Sokola harus cermat dalam mengemas metode pembelajaran bagi anak-anak Orang Rimba.  

"Sehingga untuk mengajak mereka belajar, model pembelajaran yang digunakan banyak diskusi, kekaguman terhadap mereka, mengenal kebiasaan mereka, kepandaian mereka di alam dan peralatan yang mereka gunakan dalam kehidupan sehari-hari, ada panah, tombak, dan lainnya," katanya saat acara bedah bukunya di Sleman.

Baca juga: Klitih Marak di DIY, Ini yang Bikin Kadisdik Jengkel

Butet mengatakan, buku "Melawan Setan Bermata Runcung" berisi kumpulan pengalaman Sokola Institute saat melakukan pendampingan anak-anak Orang Rimba.

"Buku ini merupakan kumpulan pengalaman Sokola dalam mengembangkan program pendidikan sebagai upaya untuk membantu masyarakat adat menghadapi persoalan sembari tetap mempertahankan adat," katanya.

Sementara itu, dalam acara bedah buku tersebut tampak sejumlah penulis hadis, antara lain Aditya Dipta Anindita, Dodi Rokhdian, Fadilla M. Apristawijaya, Fawaz Al Batawy, dan Saleh Abdulah.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BNPB Minta Warga Waspadai Lahar Dingin Pasca-letusan Gunung Semeru

BNPB Minta Warga Waspadai Lahar Dingin Pasca-letusan Gunung Semeru

Regional
Mantan Pejabat BNN Sumut Jadi Tersangka Dugaan Penggelapan Rp 756 Juta

Mantan Pejabat BNN Sumut Jadi Tersangka Dugaan Penggelapan Rp 756 Juta

Regional
Harga Cabai Rawit Merah di Cianjur Tembus Rp 100.000 Per Kg

Harga Cabai Rawit Merah di Cianjur Tembus Rp 100.000 Per Kg

Regional
Sungai di Manado Meluap, Warga Diminta Mengungsi

Sungai di Manado Meluap, Warga Diminta Mengungsi

Regional
Kronologi Kejar-kejaran Satgas Bea Cukai Vs Kapal Rokok Ilegal, Kapal Satgas Sempat Dilempari Bom Molotov

Kronologi Kejar-kejaran Satgas Bea Cukai Vs Kapal Rokok Ilegal, Kapal Satgas Sempat Dilempari Bom Molotov

Regional
Di Tengah Pandemi, Lapangan Migas di Sumsel Bukukan Kenaikan Produksi

Di Tengah Pandemi, Lapangan Migas di Sumsel Bukukan Kenaikan Produksi

Regional
BPPTKG Rekomendasikan Pengungsi di Luar Daerah Bahaya Letusan Merapi untuk Pulang

BPPTKG Rekomendasikan Pengungsi di Luar Daerah Bahaya Letusan Merapi untuk Pulang

Regional
Marah Tanah Warisan Ayahnya Digarap, Keponakan Aniaya Paman Hingga Tewas

Marah Tanah Warisan Ayahnya Digarap, Keponakan Aniaya Paman Hingga Tewas

Regional
PLN Pasang Telepon Satelit, Perlancar Koordinasi Penanganan Pasca-gempa Sulbar

PLN Pasang Telepon Satelit, Perlancar Koordinasi Penanganan Pasca-gempa Sulbar

Regional
Sumbar Siapkan 5 RS Rujukan bagi Warga yang Alami Efek Samping Vaksinasi

Sumbar Siapkan 5 RS Rujukan bagi Warga yang Alami Efek Samping Vaksinasi

Regional
Gubernur NTB Promosikan Sepeda Listrik Buatan Lokal ke Menpar

Gubernur NTB Promosikan Sepeda Listrik Buatan Lokal ke Menpar

Regional
Pegiat Bahasa Sunda Bersiap Sambut Hari Bahasa Ibu Internasional

Pegiat Bahasa Sunda Bersiap Sambut Hari Bahasa Ibu Internasional

Regional
Kematian Pasien Covid-19 di Atas 50 Tahun di Kulon Progo Terus Bertambah

Kematian Pasien Covid-19 di Atas 50 Tahun di Kulon Progo Terus Bertambah

Regional
Alumni Sekolah dan Komunitas Sosial Gelar Aksi Teaterikal Doakan Rahmania, Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kediri

Alumni Sekolah dan Komunitas Sosial Gelar Aksi Teaterikal Doakan Rahmania, Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kediri

Regional
Modus Bisa Obati Kanker Rahim dan Kemasukan Jin, Kakek Ini Malah Cabuli Pelajar

Modus Bisa Obati Kanker Rahim dan Kemasukan Jin, Kakek Ini Malah Cabuli Pelajar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X