Diduga Rem Blong, Mobil Pikap di Empat Lawang Terjun ke Jurang

Kompas.com - 31/01/2020, 20:21 WIB
Ilustrasi kecelakaan mobil terbalik. SHUTTERSTOCKIlustrasi kecelakaan mobil terbalik.

EMPAT LAWANG,KOMPAS.com - Sebuah mobil pikap merk Mitsubishi T120 SS terjun ke jurang sedalam 16 meter di Tebing Naning, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan.

Akibatnya, Abdul Toris, seorang Kepala Desa Lubuk Tapang, Kecamatan Lintang Kanan, Kabupaten Empat Lawang tewas di tempat.

Sementara rekannya bernama Umadi yang merupakan Kepala Desa Umo Jati selamat, dan kini dirawat di rumah sakit setempat.

Baca juga: Fakta-fakta Kecelakaan Maut di Samarinda yang Tewaskan 4 Pengendara Motor

Kasatlantas Polres Empat Lawang Iptu M Yusuf Lubis mengatakan, kejadian bermula saat kedua korban yang mengendarai mobil pikap dengan plat nomor BG 9218 AH itu melintas dari arah Tebing Tinggi menuju Pendopo. 

Namun, saat sampai di Tebing Naning, laju mobil mendadak tak bisa dikendalikan hingga akhirnya masuk ke jurang.

"Korban Umadi yang saat itu sebagai pengemudi tidak bisa mengendalikan laju mobil karena mengalami rem blong,sehingga langsung masuk ke jurang," kata Yusuf saat dihubungi wartawan, Jumat (31/1/2020).

Yusuf menuturkan, kondisi jalan di lokasi memiliki tikungan yang tajam dan terjal.

Meski sudah dipasang papan peringatan, kata dia, mobil yang ditumpangi kedua kepala desa tersebut tetap berjalan dengan cepatan tinggi hingga akhirnya terjun ke jurang.

"Kondisi jalan di lokasi saat itu juga licin setelah diguyur hujan," katanya.

Baca juga: Jasa Marga: 46 Persen Kecelakaan di Jalan Tol Libatkan Kendaraan Non-golongan I

Untuk korban Umadi, saat ini masih menjalani perawatan, karena mengalami luka yang cukup parah.

Dia menambahkan, jenazah Abdul Toris telah diserahkan petugas kepada pihak keluarga untuk dikebumikan. 

"Dugaan awal penyebab kecelakaan karena rem blong. Korban selamat nanti akan dimintai keterangan setelah sadarkan diri," pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bayi Nadine Akhirnya Meninggal, Keluarga Berterima Kasih untuk Pembaca Kompas.com

Bayi Nadine Akhirnya Meninggal, Keluarga Berterima Kasih untuk Pembaca Kompas.com

Regional
Jelang Muktamar, Waketum PPP: Kami Berupaya Keluar dari Krisis di Pemilu 2019

Jelang Muktamar, Waketum PPP: Kami Berupaya Keluar dari Krisis di Pemilu 2019

Regional
Libur Panjang, Pengunjung 'Rest Area' Tol Trans Jateng Wajib Ikut Test Cepat

Libur Panjang, Pengunjung "Rest Area" Tol Trans Jateng Wajib Ikut Test Cepat

Regional
Gempa M 5,7 Guncang Bolaang Mongondow Selatan Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,7 Guncang Bolaang Mongondow Selatan Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Mayat dengan Tangan Terikat Ditemukan di TPA Punggur Batam

Mayat dengan Tangan Terikat Ditemukan di TPA Punggur Batam

Regional
Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, Ini Kata Gugus Tugas

Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, Ini Kata Gugus Tugas

Regional
Hidup Berdampingan dengan Bencana di Lereng Gunung Merapi

Hidup Berdampingan dengan Bencana di Lereng Gunung Merapi

Regional
Terjadi Kepadatan di Tol Japek, Contra Flow Mulai dari Kilometer 47 sampai 61

Terjadi Kepadatan di Tol Japek, Contra Flow Mulai dari Kilometer 47 sampai 61

Regional
Curi Relief di Makam Tionghoa dan Dijual Rp 400.000 Per Potong, 4 Warga Kediri Ditangkap Polisi

Curi Relief di Makam Tionghoa dan Dijual Rp 400.000 Per Potong, 4 Warga Kediri Ditangkap Polisi

Regional
AWK, Anggota DPD Didemo karena Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali

AWK, Anggota DPD Didemo karena Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali

Regional
Ini Penampakan RS Karantina Covid-19 yang Sedang Dibangun di Bangka

Ini Penampakan RS Karantina Covid-19 yang Sedang Dibangun di Bangka

Regional
Langgar Aturan Kampanye, Ribuan Spanduk dan Baliho di Kabupaten Semarang Dicopot

Langgar Aturan Kampanye, Ribuan Spanduk dan Baliho di Kabupaten Semarang Dicopot

Regional
Perampok Bersenjata Ini Gunakan Emas Hasil Rampasan untuk Investasi

Perampok Bersenjata Ini Gunakan Emas Hasil Rampasan untuk Investasi

Regional
Sandiaga Uno dan Khofifah Digadang-gadang Jadi Ketum PPP, Waketum: Ikhtiar Membesarkan Partai

Sandiaga Uno dan Khofifah Digadang-gadang Jadi Ketum PPP, Waketum: Ikhtiar Membesarkan Partai

Regional
Merasa Dikucilkan Saat Dinyatakan Positif Covid-19, Seorang Ibu Gugat RS dan Gugus Tugas, Ini Ceritanya

Merasa Dikucilkan Saat Dinyatakan Positif Covid-19, Seorang Ibu Gugat RS dan Gugus Tugas, Ini Ceritanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X