Poilsi Ringkus 5 Nelayan yang Tangkap Ikan dengan Bom di Laut Kepri

Kompas.com - 31/01/2020, 13:41 WIB
Jajaran Polsek Tambelan mengamankan lima terduga pelaku ilegal fishing yang menggunakan bahan peledak di perairan Pulau Pejantan Desa Mentebung Kecamatan Tambelan Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri). DOK RAYMONJajaran Polsek Tambelan mengamankan lima terduga pelaku ilegal fishing yang menggunakan bahan peledak di perairan Pulau Pejantan Desa Mentebung Kecamatan Tambelan Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri).

BINTAN, KOMPAS.com - Jajaran Polsek Tambelan menangkap lima nelayan yang menangkap ikan dengan menggunakan bahan peledak di perairan Pulau Pejantan, Desa Mentebung, Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri).

Kelima pelaku yakni Lasiba (47), Zuliardi (28), La Ane (38), Jero (36) dan Ary (30) yang merupakan warga Kalimantan Barat (Kalbar).

Kapolsek Tambelan, Ipda Missyamsu Alson melalui telepon mengatakan, lima pelaku ditangkap berdasarkan informasi dari masyarakat, Senin (27/1/2020) bahwa ada penangkap ikan menggunakan bahan peledak rakitan.

Baca juga: Cerita Nelayan Natuna, Gali Lubang Tutup Lubang untuk Cari Ikan di Surga Bahari Perbatasan

Dari informasi itu, polisi kemudian melakukan penyelidikan dan pengembangan hingga akhirnya menemukan kapal yang dicurigai di perairan Tanjung Naga sebelah barat Pulau Pejantan, Desa Pulau Mentebung.

Namun pada saat akan ditangkap, seluruh ABK kapal beserta kapten berusaha melarikan diri ke darat dan meninggalkan kapal.

Polisi lalu mengejar para pelaku dan berhasil menangkap dua orang, yakni Lasiba dan Zuliardi. Sedangkan tiga orang lainnya melarikan diri ke hutan Pulau Pejantan.

"Namun akhirnya ketiganya berhasil ditangkap. Mereka menangkap ikan menggunakan bahan peledak," jelasnya.

Dalam penangkapan itu, polisi yang dibantu masyarakat sekitar mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain lima buah bom ikan rakitan siap ledak, tiga pasang sepatu boots, dua buah jaring cedok ikan, satu helai celana selam, dua buah pemberat timah, satu gulung tali rapia, 36 sumbu api, 13 kilogram karung amonium, selang kompresor panjang 20 meter, satu unit GPS, dua buah kaca mata selam, dua buah daker, korek api dan dua handphone.

"Barang bukti dan para tersangka sudah diamankan dan akan ditahan di Polsek Tambelan," tegasnya.

Baca juga: Dedi Mulyadi: Bayi Lobster Boleh Dijual Sama Saja Bunuh Nelayan Jangka Panjang

Akibat perbuatanya, para pelaku di jerat dengan pasal 1 ayat 1 Undang-Undang darurat No. 12/1951, atau pasal 84 ayat 1 Jo pasal 8 ayat 1 UU NO.31 Tahun 2004 sebagaimana telah dirubah menjadi UU NO. 45 Tahun 2009 Tentang Perikanan.

"Kapal yang digunakan untuk mengebom ikan dalam keadaan bocor karena menabrak karang sehingga tidak bisa dibawa ke Tambelan," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sudah Divaksin tapi Danrem 162 Wira Bhakti Positif Covid-19, Ini Penjelasannya

Sudah Divaksin tapi Danrem 162 Wira Bhakti Positif Covid-19, Ini Penjelasannya

Regional
34.400 Vaksin Sinovac Tiba di Kalbar, Masih Prioritaskan Tenaga Kesehatan

34.400 Vaksin Sinovac Tiba di Kalbar, Masih Prioritaskan Tenaga Kesehatan

Regional
Masa Tanggap Darurat Gunung Ile Lewotolok Diperpanjang

Masa Tanggap Darurat Gunung Ile Lewotolok Diperpanjang

Regional
Wabup Banyumas Usai Disuntik Vaksin Covid-19: Jarumnya Kecil, Jadi Enggak Sakit

Wabup Banyumas Usai Disuntik Vaksin Covid-19: Jarumnya Kecil, Jadi Enggak Sakit

Regional
Seorang Anggota TNI Dikeroyok hingga Babak Belur, Polisi Buru Pelaku

Seorang Anggota TNI Dikeroyok hingga Babak Belur, Polisi Buru Pelaku

Regional
Hanya 3 Pejabat di Kebumen yang Lolos Skrining Vaksinasi Covid-19

Hanya 3 Pejabat di Kebumen yang Lolos Skrining Vaksinasi Covid-19

Regional
KPU Tetapkan Muh Basli Ali-Saiful Arif sebagai Pemenang Pilkada Selayar

KPU Tetapkan Muh Basli Ali-Saiful Arif sebagai Pemenang Pilkada Selayar

Regional
Digugat Anak Kandungnya soal Tanah Hasil Jadi TKW, Ramisah: Tanah Ini Saya Beli bersama Suami

Digugat Anak Kandungnya soal Tanah Hasil Jadi TKW, Ramisah: Tanah Ini Saya Beli bersama Suami

Regional
Otak Perampokan Bersenpi di Semarang Ternyata Orang Dalam Perusahaan

Otak Perampokan Bersenpi di Semarang Ternyata Orang Dalam Perusahaan

Regional
ASN Wanita Ini Diduga Terjatuh ke Sungai, Dilihat Pemancing Sudah Terbawa Arus

ASN Wanita Ini Diduga Terjatuh ke Sungai, Dilihat Pemancing Sudah Terbawa Arus

Regional
Kasus Covid-19 Makin Tinggi, Pemkot Bandar Lampung Larang Resepsi Nikah

Kasus Covid-19 Makin Tinggi, Pemkot Bandar Lampung Larang Resepsi Nikah

Regional
Bupati, Ketua DPRD, dan Kapolresta Tak Lolos Skrining Vaksinasi Covid-19 di Banyumas

Bupati, Ketua DPRD, dan Kapolresta Tak Lolos Skrining Vaksinasi Covid-19 di Banyumas

Regional
Bupati Pangandaran Positif Covid-19 Setelah 'Swab' Ketiga

Bupati Pangandaran Positif Covid-19 Setelah "Swab" Ketiga

Regional
Kisah Nenek 80 Tahun yang Hidup Seorang Diri

Kisah Nenek 80 Tahun yang Hidup Seorang Diri

Regional
Seekor Anak Gajah Sumatera Kena Jerat Pemburu, Kakinya Infeksi

Seekor Anak Gajah Sumatera Kena Jerat Pemburu, Kakinya Infeksi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X