Cegah Penularan Virus Corona, Petugas Rumah Sakit di Jateng Wajib Pakai Masker Khusus

Kompas.com - 29/01/2020, 16:15 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo saat konferensi pers di Kantor Gubernur Jateng, Semarang, Rabu (29/01/2020). KOMPAS.com/RISKA FARASONALIAKepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo saat konferensi pers di Kantor Gubernur Jateng, Semarang, Rabu (29/01/2020).

SEMARANG.KOMPAS.com - Merebaknya wabah virus corona membuat petugas rumah sakit diwajibkan memakai perlengkapan pelindung diri berupa masker.

Masker yang digunakan bukan yang biasa tetapi dianjurkan menggunakan masker yang memiliki spesifikasi khusus yakni jenis masker N95.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo mengatakan hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap resiko penularan virus corona.

"Kita wajibkan semua rumah sakit memerintahkan tim medisnya memakai masker spesifikasi khusus terutama yang jenis N95," kata Yulianto di Kantor Gubernuran, Jalan Pahlawan Semarang, Rabu (29/1/2020).

Baca juga: Dampak Virus Corona, 9.000 Turis China Batalkan Kunjungan ke Bali

Penggunaan masker N95 ini sangat dianjurkan karena memiliki bahan material khusus yang mampu mencegah penularan virus corona.

" Masker N95 bisa dibeli dan mudah didapatkan di apotek-apotek. Belilah yang masker warna biru karena di dalamnya punya kandungan khusus yang efektif menghalau penularan virus," jelas Yulianto.

Sedangkan untuk penanganannya, kata Yulianto, tim medis juga harus menyiapkan ruang isolasi dengan fasilitas yang memadai.

Aturan tersebut sudah ditetapkan dari hasil koordinasi dengan Dinkes seluruh daerah di Jateng.

"Kita sudah minta menyiapkan ruang isolasi di setiap rumah sakit. Lalu kacamata untuk pelindung mata, helm dan perlengkapan obat-obatan yang diperlukan. Ini statusnya wajib terutama di 10 rumah sakit yang jadi rujukan pasien suspect virus corona," katanya.

Baca juga: Pemprov NTB Siapkan Corona Crisis Center

Pihaknya juga telah menginstruksikan kepada setiap kepala Dinkes untuk melaporkan perkembangan wilayahnya terkait wabah virus corona setiap harinya.

"Semua rumah sakit wajib terima rujukan pasien suspect virus corona. Kami juga rutin kirimkan sampel usap tenggorokan dan hidung ke Balitbangkes untuk melakukan observasi terhadap pasien yang diduga terindikasi suspect virus corona," ujarnya.

Sementara, pengawasan juga diperketat di bandara dan pelabuhan dengan melakukan koordinasi dengan tim KKP.

Alat deteksi suhu tubuh telah dipasang di dua bandara di Jawa Tengah, yakni, Bandara Adisoemarmo Solo dan Bandara Ahmad Yani Semarang.

"Seluruh bandara dan pelabuhan harus melakukan pengawasan yang ketat dan menyiapkan posko kesehatan. Pos-pos informasi kita buka di pelabuhan dan bandara karena banyak warga membutuhkan penjelasan-penjelasan mengenai penyebaran virus corona," ujarnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah 43 Peserta Ekspedisi Wisata Air Terjun Terjebak di Hutan Konawe Utara

Kisah 43 Peserta Ekspedisi Wisata Air Terjun Terjebak di Hutan Konawe Utara

Regional
Kota Ambon Keluar dari Zona Merah Covid-19, Wali Kota Bilang karena Ini

Kota Ambon Keluar dari Zona Merah Covid-19, Wali Kota Bilang karena Ini

Regional
Banjir Landa Sejumlah Desa di Kampar, Listrik Dipadamkan

Banjir Landa Sejumlah Desa di Kampar, Listrik Dipadamkan

Regional
Pasien Corona Lolos di Bandara Pekanbaru, Dinkes Riau Ambil Langkah Ini

Pasien Corona Lolos di Bandara Pekanbaru, Dinkes Riau Ambil Langkah Ini

Regional
Nama Direskrimum Polda Sulsel Dicatut untuk Menipu, Pelaku Beraksi di Dalam Lapas

Nama Direskrimum Polda Sulsel Dicatut untuk Menipu, Pelaku Beraksi di Dalam Lapas

Regional
Detik-detik Suami Peluk Istri yang Hamil 7 Bulan Saat Ditodong Senjata Api oleh Begal

Detik-detik Suami Peluk Istri yang Hamil 7 Bulan Saat Ditodong Senjata Api oleh Begal

Regional
Keluarga yang Ambil Paksa Jenazah Covid-19 di RSUD Mataram Tolak Pakai APD Saat Pemakaman

Keluarga yang Ambil Paksa Jenazah Covid-19 di RSUD Mataram Tolak Pakai APD Saat Pemakaman

Regional
Pemuda Tantang Polisi di Arena Sabung Ayam Ternyata Anak Anggota DPRD Toraja Utara

Pemuda Tantang Polisi di Arena Sabung Ayam Ternyata Anak Anggota DPRD Toraja Utara

Regional
Anaknya Tak Lolos PPDB SMP, Orangtua Kejar dan Cegat Mobil Kadisdik

Anaknya Tak Lolos PPDB SMP, Orangtua Kejar dan Cegat Mobil Kadisdik

Regional
Orangutan Juga Harus Dites Covid-19, Contohnya Maria...

Orangutan Juga Harus Dites Covid-19, Contohnya Maria...

Regional
68 Santri Pondok Gontor Rapid Test, Tiga Reaktif

68 Santri Pondok Gontor Rapid Test, Tiga Reaktif

Regional
Dikeroyok Koalisi Besar di Pilkada Surabaya, PDI-P Tetap Target Menang

Dikeroyok Koalisi Besar di Pilkada Surabaya, PDI-P Tetap Target Menang

Regional
Bupati Gresik: Tegas Bukan Hanya kepada Pemilik Warung, tapi Juga ke Aparatur Pemerintah

Bupati Gresik: Tegas Bukan Hanya kepada Pemilik Warung, tapi Juga ke Aparatur Pemerintah

Regional
ASN di NTT Diduga Hina Kapolsek di Medsos, Ini Akibatnya

ASN di NTT Diduga Hina Kapolsek di Medsos, Ini Akibatnya

Regional
Awal Mula Kasus Corona di Kanwil BRI Malang dari Karyawan PDP Meninggal

Awal Mula Kasus Corona di Kanwil BRI Malang dari Karyawan PDP Meninggal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X