Menambang Pasir Ilegal di Sungai Progo Yogya dengan Mesin Sedot, Pria Ini Ditangkap

Kompas.com - 28/01/2020, 23:31 WIB
Penanggungjawab penambangan pasir ilegal, BS berserta barang bukti saat berada di Mapolda DIY KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAPenanggungjawab penambangan pasir ilegal, BS berserta barang bukti saat berada di Mapolda DIY

 

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Ditreskrimsus Polda Daerah Istimewa Yogyakarta menangkap satu orang pelaku penambangan pasir ilegal di Sungai Progo.

Pelaku berinisial BS ini berperan sebagai penanggung jawab penambangan.

"Beberapa hari lalu dilakukan penangkapan dan ditahan terhadap pelaku inisial BS (41) warga Minggir, Sleman. Berdasarkan laporan polisi tanggal 21 Januari 2020," ujar Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yulianto dalam jumpa pers, Selasa (28/1/2020).

Baca juga: Tambang Pasir Ilegal di Lereng Gunung Merapi, Mantan Kades Ditangkap

Yuliyanto menyampaikan, penambangan ilegal ini bertempat di Sungai Progo tepatnya di sebelah utara Jembatan Ngapak, Minggir, Kabupaten Sleman.

Di dalam aktivitas penambangan ini, BS berperan sebagai penanggung jawab.

Pelaku berinisial BS ini melakukan aktivitas penambangan dengan cara menggunakan mesin sedot.

"Yang bersangkutan melakukan penambangan tanpa izin apakah itu IUP, IPR atau IUPK ," jelasnya.

Kasubdid IV Ditreskrimsus Polda DIY AKBP M. Qori Oktohandoko menjelaskan, aktivitas penambangan pasir ilegal ini sudah dilakukan oleh BS selama dua bulan.

"Dua bulan sudah melakukan tetapi tidak terus- menerus. Jadi pada saat mereka lenggang melakukan praktik penambangan ilegal, sempat berhenti lalu melakukan lagi," ujarnya.

Baca juga: Kota Tasikmalaya Surga Tambang Pasir Ilegal

Menurutnya mesin sedot yang digunakan untuk menambang pasir ilegal sudah dimodifikasi. Mesin tersebut sudah ditambah dengan ban. Tujuannya, agar mudah dibawa pergi ketika ada petugas.

"Dia (BS) sebagai penanggung jawab dan pemodalnya sekaligus yang merangkai mesin sedot ini," ucapnya.

Dari aktivitas penambangan ilegal ini, polisi mengamankan barang bukti berupa dua unit mesin sedot yang sudah dimodifikasi, tiga paralon, dua selang, satu unit dump truk dan satu unit handphone.

Akibat perbuatnya BS dijerat dengan Pasal 158 Undang-Undang RI Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara, yaitu setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP, IPR atau IUPK ancaman hukumanya maksimal 10 tahun dan denda Rp 10 miliar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.