Diduga Suspect Corona, Seorang Pasien di Malang Ternyata Batuk Biasa

Kompas.com - 28/01/2020, 19:42 WIB
Suasa Rumah Sakit Umum Daerah Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, Senin (27/1/2020). KOMPAS.COM/ANDI HARTIKSuasa Rumah Sakit Umum Daerah Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, Senin (27/1/2020).

 

MALANG, KOMPAS.com - Seorang pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang sempat diduga terinfeksi virus corona.

Namun, setelah diperiksa oleh tim khusus yang dibentuk untuk menangani virus corona, pasien tersebut ternyata menderita penyakit batuk biasa.

"Dari pemeriksaan tersebut tidak memenuhi kriteria suspect corona," kata Kepala Humas RSSARusyandini Perdana Putri, melalui pesan singkat, Selasa (28/1/2020).

Baca juga: Alasan Pemerintah Belum Evakuasi WNI dari Lokasi Terdampak Virus Corona di China

Rusyandini mengatakan, pasien tersebut merupakan pasien pria dan berusia 39 tahun.

"Rujukan dari sebuah Klinik Budi Malang dengan pasien suspect pneumia corona virus," katanya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dikatakan Rusyandini, pasien tersebut berkunjung ke Hongkong pada 24 Januari 2020. Namun, kedatangannya ditolak.

Keesokan harinya, pasien tersebut kembali ke Indonesia.

"Dengan riwayat tanggal 24 Januari ditugaskan ke Hongkong, tapi langsung di-reject oleh otoritas Bandara Hongkong. Minggu 25 Januari pukul 16.00 WIB, sudah kembali ke Indonesia," jelasnya.

Pada Senin (26/1/2020), pasien tersebut mengeluarkan dahak. Hari ini, pasien tersebut mendatangi klinik di Malang dan dirujuk ke RSSA dengan pasien suspect corona.

Setelah diperiksa oleh tim khusus yang dipersiapkan untuk menangani pasien corona, tim tidak mendapati suspect corona pada pasien tersebut.

"Setelah diperiksa Tim Corona RSSA, didapatkan kondisi sadar baik dengan nafas 20 kali per menit. Tensi 130/90 temperatur 38, nadi 100 kali per menit. Tidak ada riwayat kontak dengan pasien corona ataupun petugas kesehatan daerah endemis," jelasnya.

Baca juga: 6 Warga China yang Terdampar di Rote Ndao Negatif Virus Corona

RSSA merupakan salah satu rumah sakit di Jawa Timur yang disiapkan untuk mengantisipasi adanya pasien corona.

RSSA sudah membentuk tim khusus dengan lima ruang isolasi pasien corona.

Corona merupakan penyakit yang merebak di Wuhan, China. Dengan cepat, virus mematikan itu menyebar ke berbagai negara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X