Kompas.com - 23/01/2020, 17:00 WIB
Kapal BUMN milik Pelindo 1 Batam yang membawa minyak Ilegal dan diduga menjualnya kepada kapal Singapura berhasil ditangkap DJBC Kanwil Kepri dan saat ini kapal tersebut dalam pengawasan KPU BC Tipe B Batam. Dok. IstimewaKapal BUMN milik Pelindo 1 Batam yang membawa minyak Ilegal dan diduga menjualnya kepada kapal Singapura berhasil ditangkap DJBC Kanwil Kepri dan saat ini kapal tersebut dalam pengawasan KPU BC Tipe B Batam.

BATAM, KOMPAS.com - Kapal Badan Usaha Milik Negara (BUMN) milik Pelindo 1 Batam yang membawa minyak Ilegal dan diduga menjualnya kepada kapal Singapura berhasil ditangkap DJBC Kanwil Kepri, Senin (20/1/2020) sekitar pukul 03.00 dini hari.

Kapal milik Pelindo I Batam itu ditangkap di antara perairan Indonesia dan Singapura.

Menanggapi hal tersebut, General Manager Pelindo 1 Batam Pasogit Satria mengatakan, apa yang dilakukan kapal KT Sei Delli III sesuai izin dan prosedur yang berlaku.

"Bahan bakar itu untuk kapal kami yang lagi berlabuh di Pulau Nipah untuk keperluan produksi mesin utama dan listrik. Karena untuk menghemat, kami lakukan pengiriman menggunakan kapal KT Sei Delli III," kata Pasogit, Kamis (23/1/2020).

Baca juga: Kapal Pelindo Kencing di Tengah Laut, Diduga Jual Minyak Ilegal ke Singapura

Menurut dia, berdasatkan surat Dirjen Perhubungan Laut Nomer BX-16/PU.60 tanggal 29 Januari 2007 menetapkan kapal KT Sei Delli III melakukan kegiatan anchorage di perairan Nipah selat Singapura.

Kegiatan tersebut meliputi alih muat (Ship to ship), pencucian kapal (tank cleaning), pencampuran bahan (blending), pengisian minyak-minyak atau air bersih (bunker) dan berlambuh jangkar sambil menunggu perintah supply logistik.

"Jadi yang dilakukan KT Sei Delli III bukan ilegal melainkan legal dan itu juga bukan kapal luar, akan tetapi kapal kami Pelindo 1 sendiri," kata Pasogit.

Baca juga: Diduga Terlibat Penambangan Minyak Ilegal, Oknum Polisi Melawan Saat Ditangkap

Kapal jenis tugboat ini, kata dia, juga digunakan sebagai sarana pelabuhan untuk memandu keselamatan kapal saat berlayar di perairan Nipah.

"Total kapal yang dimiliki ada enam dengan house power 3.600," ungkapnya.

Terkait minyak, Pasogit mengaku, Pelindo 1 Batam juga memiliki izin resmi dan terdaftar sebagai perusahaan usaha penunjang pada kegiatan minyak dan gas bumi dengan klasifikasi bidang usaha jasa nonkonstruksi subbidang jasa lainnya dengan bagian jasa kepelabuhan.

"Jasa kepelabuhan ini meliputi jasa pelayanan pemanduan dan jasa penundaan kapal," jelasnya.

Pasogit menambahkan, untuk di Kepri kapal-kapal tersebut beroperasi di lima pelabuhan, yakni pelabuhan Batuampar, Kabil, Tanjunguncang, Tanjung Balai Karimun dan Pulau Nipah.

Penangkapan yang dilakukan DJBC, kata dia, kemungkinan karena dokumen kapal mencantumkan nil kargo, namun ditemukan membawa bahan bakar.

"Ini menjadi pengalaman kami dan juga menjadi pengalaman teman-teman Bea Cukai. Sebelumnya tidak pernah manifest kami seperti itu," ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X