Buka Cabang sejak 2 Tahun Lalu, Polisi: Keraton Agung Sejagat Direncanakan dengan Detail

Kompas.com - 23/01/2020, 16:00 WIB
Raja Keraton Agung Sejagat Toto Santoso dan Sang Ratu, Fanni Aminadia Dok IstimewaRaja Keraton Agung Sejagat Toto Santoso dan Sang Ratu, Fanni Aminadia

KOMPAS.com- Polisi menyatakan, Keraton Agung Sejagat (KAS) direncanakan dengan detail oleh dua pendirinya, Toto Santoso dan Fanni Aminadia.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Kombes Iskandar Fitriana mengemukakan, keduanya merencanakan pendirian keraton sejak lebih kurang dua tahun lalu.

"Mereka tidak main-main. Mereka sudah merencanakan (Keraton Agung Sejagat) dengan detail," ungkap Iskandar di Mapolda Jateng, Kamis (23/1/2020).

Toto dan Fanni, kata Iskandar, tidak hanya merencanakan pendirian KAS di Purworejo. Namun, sejak 2018, mereka telah membuka cabang-cabang KAS di berbagai daerah.

Keduanya juga diketahui mempersiapkan rekening bank hingga menjaring banyak pengikut untuk dimintai iuran.

Baca juga: Ganjar Ingin Eks Keraton Agung Sejagat Jadi Desa Wisata

Sehat jasmani dan rohani

Keraton Agung SejagatKOMPAS.com/istimewa Keraton Agung Sejagat

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, Polda Jateng telah melakukan pemeriksaan psikologis terhadap raja dan ratu Keraton Agung Sejagat.

Hasil pemeriksaan menyatakan, Toto dan Fanni tidak mengalami gangguan jiwa.

"Mereka membuat perencanaan Keraton Agung Sejagat dengan keadaan sadar dan mengerti. Artinya, mereka tidak memiliki gangguan jiwa. Ini sudah cukup menjadi bukti pendukung dari keterangan saksi," ungkapnya.

Dengan keluarnya hasil tersebut, Toto dan Fanni diproses secara hukum seperti aturan yang berlaku.

Baca juga: Ganjar Sambangi Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Ingatkan Warga Agar Tak Mudah Tertipu

Minta maaf

Raja Keraton Agung Sejagat saat memberikan permintaan maaf kepada khalayak di Mapolda Jateng, Selasa (21/01/2020)KOMPAS.com/istimewa Raja Keraton Agung Sejagat saat memberikan permintaan maaf kepada khalayak di Mapolda Jateng, Selasa (21/01/2020)

Seperti diberitakan sebelumnya, Toto Santoso yang mengklaim diri sebagai raja mengakui dirinya telah menipu.

"Pada kesempatan ini, saya mohon maaf karena Keraton Agung Sejagat yang saya dirikan itu fiktif. Kemudian, janji kepada pengikut saya juga fiktif, selanjutnya telah membuat resah masyarakat Purworejo pada khususnya dan seluruh masyarakat pada umumnya," ungkap Toto di Mapolda Jawa Tengah, Selasa (21/1/2020).

Permintaan maaf Toto ini, oleh kuasa hukumnya Muhammad Sofyan, disebut sebagai upaya kliennya untuk kooperatif dengan proses hukum.

"Kalau melihat penetapan pasalnya, dengan seperti ini tidak bisa menghentikan proses hukum. Harapan kita proses berjalan seperti biasanya," jelasnya.

Sumber: Kompas.com (Penulis : Kontributor Semarang, Riska Farasonalia | Editor : Teuku Muhammad Valdy Arief, Khairina)



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebiasaan Baru Ganjar, Bagikan Beras dan Sembako Saat Kunjungan ke Luar Kota

Kebiasaan Baru Ganjar, Bagikan Beras dan Sembako Saat Kunjungan ke Luar Kota

Regional
Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Regional
Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Regional
11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X