Ikut Kapal Paman, Bocah 13 Tahun Ini Ikut Diculik di Perairan Malaysia, Ini Kisahnya

Kompas.com - 22/01/2020, 16:58 WIB
Mohamad Khairuddin (13), seorang anak yang kini sedang dalam penyenderaan kelompok teroris Abu Sayyaf Hang OutMohamad Khairuddin (13), seorang anak yang kini sedang dalam penyenderaan kelompok teroris Abu Sayyaf

WAKATOBI, KOMPAS.com - Mohamad Khairuddin (13)-sebelumnya ditulis 11,seorang anak yang kini disandera kelompok teroris Abu Sayyaf ikut pamannya memancing saat diculik.

Sang ayah, Yai bin Kii tidak tahu sang anak ikut kapal pamannya, Arsyad.

“Waktu dia ikut kapal Omnya, ayahnya dia tidak tahu, nanti ayahnya pulang ke rumah, baru diberitahu kalau anak ini ikut di kapal Om-nya,” ucap Ridwansyah, paman Mohammad Khairuddin.

Mohamad Khairuddin disandera kelompok Abu Sayyaf bersama pamannya, Arsyad, dan empat orang WNI lainnya saat sedang berada di perairan Tambisan, Tungku Lahad Datu, Sabah, Malaysia pada Kamis (16/1/2020). 

Baca juga: 5 WNI Diculik, Anggota DPR Nilai Malaysia Belum Maksimal soal Patroli Bersama

Paman korban yang lain, La Sambo mengatakan, Lebaran tahun ini, Mohamad Khairudin bersama ayahnya, Yai bin Kii berencana akan mudik.

“Kata ayahnya, Lebaran ini baru mereka akan datang, sekalian anak-anaknya akan kasih sekolah di sini ( Wakatobi),” kata La Sambo.

Khairuddin berencana akan masuk sekolah di kampung halamannya di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, pada tahun 2020 ini.

La Sambo menambahkan, Mohamad Khairuddin saat ini belum menempuh pendidikan sekolah selama berada di Malaysia bersama ayahnya.

Baca juga: 5 WNI Diculik di Malaysia, Mahfud MD: Abu Sayyaf Tidak Mati-mati

Mohamad Khairudin merupakan anak dari pasangan Yai Bin Kii dan Jayana. Sejak kecil bocah 13 tahun itu telah ditinggalkan ibunya.

Setiap hari, Mohamad Khairuddin bersama dua orang saudaranya dititipkan kepada keluarganya yang lain bila ayahnya pergi memancing dan berhari-hari di lautan.

Ridwansyah berharap, pemerintah pusat membantu dan membebaskan Mohamad Khairuddin dari penyanderaan kelompok Abu Sayyaf.

“Kami berharap kepada pemerintah agar bisa membantu melepaskan anak ini. Karena kasihan di hutan pindah-pindah tempat, kami khawatirkan juga keadaannya,” ujarnya.

 

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bayi 6 Hari Positif Covid-19 dan Disebut Kasus Pertama di Indonesia

Bayi 6 Hari Positif Covid-19 dan Disebut Kasus Pertama di Indonesia

Regional
Di Jatim, Anak Tenaga Kesehatan yang Tangani Covid-19 Bebas Masuk SMA Negeri

Di Jatim, Anak Tenaga Kesehatan yang Tangani Covid-19 Bebas Masuk SMA Negeri

Regional
38 Warga Keracunan usai Santap Nasi Kuning di Acara Ulang Tahun

38 Warga Keracunan usai Santap Nasi Kuning di Acara Ulang Tahun

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ayah Setubuhi 2 Anaknya hingga Hamil | Polisi Ketakutan Dipeluk Keluarga Pasien Covid-19

[POPULER NUSANTARA] Ayah Setubuhi 2 Anaknya hingga Hamil | Polisi Ketakutan Dipeluk Keluarga Pasien Covid-19

Regional
Usir Petugas Ber-APD yang Jemput PDP Kabur, Warga: Balik, di Sini Tak Ada Corona!

Usir Petugas Ber-APD yang Jemput PDP Kabur, Warga: Balik, di Sini Tak Ada Corona!

Regional
Bupati Wonogiri: Kami Sudah Zero Covid-19

Bupati Wonogiri: Kami Sudah Zero Covid-19

Regional
Saat Karya Imelda Adams Seniman Asal Cilegon Tampil di Akun Resmi Instagram

Saat Karya Imelda Adams Seniman Asal Cilegon Tampil di Akun Resmi Instagram

Regional
Dihantam Kereta dan Terseret 30 Meter, Honda Jazz Ringsek, Sopir Lecet-lecet

Dihantam Kereta dan Terseret 30 Meter, Honda Jazz Ringsek, Sopir Lecet-lecet

Regional
Tenaga Medis Covid-19 Diintimidasi hingga Trauma, Ganjar: Siapa yang Mengancam?

Tenaga Medis Covid-19 Diintimidasi hingga Trauma, Ganjar: Siapa yang Mengancam?

Regional
Buntut Rencana Diskusi CLS UGM, Penyelenggara dan Narasumber Mendapat Teror dan Ancaman Pembunuhan

Buntut Rencana Diskusi CLS UGM, Penyelenggara dan Narasumber Mendapat Teror dan Ancaman Pembunuhan

Regional
Diduga Unggah Gambar Mirip Logo PKI di Instagram, Seorang Pria di Jambi Ditangkap Polisi

Diduga Unggah Gambar Mirip Logo PKI di Instagram, Seorang Pria di Jambi Ditangkap Polisi

Regional
Detik-detik Honda Jazz Tertabrak Kereta Api di Grobogan, Pengemudi Selamat meski Mobil Ringsek

Detik-detik Honda Jazz Tertabrak Kereta Api di Grobogan, Pengemudi Selamat meski Mobil Ringsek

Regional
BIN Gelar Rapid Test Massal di Kawasan Zona Merah Surabaya, 153 Orang Reaktif

BIN Gelar Rapid Test Massal di Kawasan Zona Merah Surabaya, 153 Orang Reaktif

Regional
Pasien Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 17, Terbanyak dari Klaster Pasar Pinasungkulan Manado

Pasien Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 17, Terbanyak dari Klaster Pasar Pinasungkulan Manado

Regional
Pilkada Diundur, Bakal Cagub Sumbar Siapkan Dana Ekstra sampai Rp 50 Miliar

Pilkada Diundur, Bakal Cagub Sumbar Siapkan Dana Ekstra sampai Rp 50 Miliar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X