Harga Cabai di Karawang Naik 2 Kali Lipat Jadi Rp 70.000 Per Kg, Pedagang Resah

Kompas.com - 20/01/2020, 08:28 WIB
Salah seorang pedagang di Pasar Johar Karawang tengah melayani pembeli, Minggu (19/1/2020). Harga cabai di pasar ini meningkat dua kali lipat. KOMPAS.COM/FARIDASalah seorang pedagang di Pasar Johar Karawang tengah melayani pembeli, Minggu (19/1/2020). Harga cabai di pasar ini meningkat dua kali lipat.

KARAWANG, KOMPAS.com - Harga cabai rawait merah dan cabai merah di Pasar Johar, Karawang, naik dua kali lipat. Pedagang pun mulai resah.

Mukidi (50), salah seorang pedagang di Pasar Johar, mengatakan, harga cabai rawit merah mencapai Rp 70.000 per kilogram dari sebelumnya Rp 35.000 per kilogram.

Kemudian cabai merah harganya mencapai Rp 60.000 per kilogram dari harga sebelumnya Rp 25.000 per kilogram.

Baca juga: Harga Cabai Rawit Capai Rp 90.000 Per Kg, Ini Kata Kementan

"Naik sekitar seminggu terakhir," kata Mukidi ditemui di sela melayani pembeli, Minggu (19/1/2020).

"Biasanya harganya cepat turun, tapi ini lumayan lama." 

Meski begitu, mukidi mengaku tidak ada masalah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Musim Hujan, Harga Cabai Merah di Tasikmalaya Naik 300 Persen

 

Konsumen tetap beli cabai, tapi...

Para konsumen tetap membeli cabai meski harganya naik dua kali lipat.

Hanya saja, jumlah yang dibeli berkurang dari biasanya.

"Dari belinya 1 kilogram, paling hanya setengah kilogram," kata dia.

Baca juga: Meski Harga Cabai Melonjak, Pemilik Warung Makan Ini Tetap Patok Harga Normal

Meroketnya harga cabai diduga disebabkan gagal panen akibat banjir di musim hujan.

Apalagi stok barang di pasar induk, seperti Pasar Induk Cikopo sedikit.

"Harganya melonjak, karena dari Pasar Induk Cikopo sudah naik dan barangnya memang sedikit," kata Echa, salah seorang pedagang di Pasar Kondang Jaya.

Baca juga: Pasca Banjir, Harga Cabai dan Bawang Merah Bakal Meroket?

 

Kurangi takaran

Salah seorang warga Klari, Ati (28), mengaku tetap membeli cabai seperti biasa.

Hanya saja, ia harus mengakali kenaikan harga cabai dengan mengurangi takaran saat memasak.

"Tetap beli, cuma tidak seperti biasanya," kata Ati.

Baca juga: Pedasnya Harga Cabai Rawit, Capai Rp 300 Ribu Per Kg

Ati pun berharap harga cabai bisa stabil seperti semula agar masyarakat tak terbebani dengan kenailan harga cabai.

"Semoga saja (harga) turun. Jangan naik lagi," katanya.

Baca juga: Akibat Kemarau Panjang, Harga Cabai Rawit Tembus Rp 150 Ribu Per Kg

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
'Children of Heaven' dari Baubau, Sulawesi Tenggara

"Children of Heaven" dari Baubau, Sulawesi Tenggara

Regional
Peduli Kesejahteraan Petani, Bupati IDP Hibahkan Ratusan Alsintan untuk 81 Poktan di Luwu Utara

Peduli Kesejahteraan Petani, Bupati IDP Hibahkan Ratusan Alsintan untuk 81 Poktan di Luwu Utara

Regional
Luwu Utara Raih 3 Penghargaan dari BI, Bupati IDP: Awal Digitalisasi Keuangan

Luwu Utara Raih 3 Penghargaan dari BI, Bupati IDP: Awal Digitalisasi Keuangan

Regional
Jateng Jadi Provinsi Pelayanan Investasi Terbaik 2021, Ganjar Janji Perhatikan Pengusaha Kecil

Jateng Jadi Provinsi Pelayanan Investasi Terbaik 2021, Ganjar Janji Perhatikan Pengusaha Kecil

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.