Muncikari Online yang Ditangkap di Padang Jual Pelajar Rp 500.000 Sekali Kencan

Kompas.com - 17/01/2020, 14:57 WIB
Kapolresta Padang Kombes Pol Yulmar Try Himawan didampingi Kasat Reskrim AKP Edriyan Wiguna memberikan keterangan pers usai penangkapan muncikari online, Kamis (16/1/2020) KOMPAS.COM/PERDANA PUTRAKapolresta Padang Kombes Pol Yulmar Try Himawan didampingi Kasat Reskrim AKP Edriyan Wiguna memberikan keterangan pers usai penangkapan muncikari online, Kamis (16/1/2020)

PADANG, KOMPAS.com - Tiga muncikari prostitusi online di Padang, Sumatera Barat, yang menjual dua anak di bawah umur memasang tarif Rp 500.000 untuk sekali kencan.

Jika pelanggan setuju, muncikari tersebut akan membawa pekerja seks komersial yang masih pelajar itu ke lokasi yang telah disepakati.

"Dipatok harga Rp 500.000 untuk sekali kencan. Jika setuju, mereka akan membawa ke tempat hotel yang telah disepakati," kata Kapolresta Padang Kombes Pol Yulmar Try Himawan yang dihubungi Kompas.com, Jumat (17/1/2020).

Yulmar menyebutkan, uang hasil jasa tersebut dibelikan untuk kebutuhan sehari-hari seperti beli celana dan baju, bensin mobil, paket data dan juga narkoba.


Baca juga: Muncikari Prostitusi Berkedok Indekos Pasang Tarif Rp 300.000 Sekali Kencan

Sebelumnya diberitakan, polisi menangkap tiga muncikari yang terlibat dalam prostitusi online di Padang, Sumatera Barat.

Mereka memperdagangkan dua anak di bawah umur yang masih berstatus pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Ironisnya, dua muncikari yakni pria AP (16) dan wanita AS (16) juga masih di bawah umur. Sedangkan, satu orang lainnya, FB (33) bekerja sebagai karyawan swasta.

Tiga muncikari online ini  diringkus saat berada di kawasan GOR Haji Agus Salim Padang. Sedangkan dua orang korban ditemukan di sebuah hotel.

Kejadian berawal dari adanya laporan dari keluarga YM yang menyatakan telah menghilang sejak 1 Januari 2020.

Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata YM (15) dan temannya AY (15) dibujuk rayu oleh tersangka untuk dijadikan Pekerja Seks Komersial (PSK).

Modusnya pelaku memajang foto korban di aplikasi online Michat dan menawarkan kepada pelanggan.

Baca juga: Tawarkan Anak di Bawah Umur Lewat Media Sosial dan WhatsApp, Tiga Muncikari Ditangkap

Setelah ada kesepakatan, korban dibawa ke hotel untuk melayani pelanggannya.

Atas perbuatannya, ketiga muncikari tersebut dijerat dengan Undang-Undang RI Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada 250 Siswa SMPN 1 Turi Sleman yang Ikut Susur Sungai Sempor

Ada 250 Siswa SMPN 1 Turi Sleman yang Ikut Susur Sungai Sempor

Regional
Siswi SD di Maluku Diperkosa Saat Sedang Buang Sampah

Siswi SD di Maluku Diperkosa Saat Sedang Buang Sampah

Regional
Saat Ratusan Siswa SMP di Sleman Susur Sungai, Hujan Deras Turun di Hulu

Saat Ratusan Siswa SMP di Sleman Susur Sungai, Hujan Deras Turun di Hulu

Regional
Empat Murid SMPN di Sleman yang Hanyut Saat Sisir Sungai Ditemukan Meninggal

Empat Murid SMPN di Sleman yang Hanyut Saat Sisir Sungai Ditemukan Meninggal

Regional
Polres Jember Cari Penyebar Hoaks Penculikan Anak yang Bikin Resah

Polres Jember Cari Penyebar Hoaks Penculikan Anak yang Bikin Resah

Regional
Kronologi Ratusan Siswa SMP di Sleman Terseret Arus Saat Susur Sungai

Kronologi Ratusan Siswa SMP di Sleman Terseret Arus Saat Susur Sungai

Regional
Dugaan Korupsi Pembangunan Laboratorium Kesehatan, 1 Orang Ditetapkan sebagai Tersangka

Dugaan Korupsi Pembangunan Laboratorium Kesehatan, 1 Orang Ditetapkan sebagai Tersangka

Regional
Sedang Angkat Barang, Senjata Personel TNI Dirampas Warga Puncak Jaya

Sedang Angkat Barang, Senjata Personel TNI Dirampas Warga Puncak Jaya

Regional
Berupaya Kabur, Bandar Sabu di Timika Ditembak Polisi

Berupaya Kabur, Bandar Sabu di Timika Ditembak Polisi

Regional
Kronologi Warga di NTT Tersambar Petir, Bermula Ingin Berteduh hingga 2 Orang Tewas Ditempat

Kronologi Warga di NTT Tersambar Petir, Bermula Ingin Berteduh hingga 2 Orang Tewas Ditempat

Regional
Ratusan Siswa SMP di Sleman Hanyut Saat Susur Sungai, Tak Tahu di Hulu Hujan Deras

Ratusan Siswa SMP di Sleman Hanyut Saat Susur Sungai, Tak Tahu di Hulu Hujan Deras

Regional
Bawaslu Babel Temukan 13 Calon PPK Terindikasi Terlibat Partai Politik

Bawaslu Babel Temukan 13 Calon PPK Terindikasi Terlibat Partai Politik

Regional
Pembakar Rumah Penyalur TKW di Dompu Dikenakan Pasal Berlapis

Pembakar Rumah Penyalur TKW di Dompu Dikenakan Pasal Berlapis

Regional
Susur Sungai, Ratusan Siswa SMPN di Sleman Terseret Arus Banjir

Susur Sungai, Ratusan Siswa SMPN di Sleman Terseret Arus Banjir

Regional
Masuk Tahapan Verifikasi, KPU Mojokerto Belum Terima Berkas Dukungan dari Calon Independen

Masuk Tahapan Verifikasi, KPU Mojokerto Belum Terima Berkas Dukungan dari Calon Independen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X