Sering Dilarang dan Diintimidasi, Seniman Musik di Pamekasan Berunjuk Rasa

Kompas.com - 17/01/2020, 13:25 WIB
Aksi musisi Pamekasan di depan kantor Bupati Pamekasan, Kamis (16/1/2020) menggugat kebebasan berkreasi yang dibatasi oleh Pemkab Pamekasan serta adanya intimidasi dari sekelompok Ormas Islam. KOMPAS.COM/TAUFIQURRAHMANAksi musisi Pamekasan di depan kantor Bupati Pamekasan, Kamis (16/1/2020) menggugat kebebasan berkreasi yang dibatasi oleh Pemkab Pamekasan serta adanya intimidasi dari sekelompok Ormas Islam.

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Puluhan seniman musik asal Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, berunjuk rasa ke Kantor Bupati Pamekasan, Jawa Timur, Kamis (16/1/2020).

Unjuk rasa yang dilakukan dengan cara membuat panggung musik terbuka lengkap dengan peralatan musik yang mereka bawa.

Setibanya di depan Kantor Bupati Pamekasan, musisi itu bergantian menyanyikan lagu dari berbagai genre, seperti rock, dangdut dan pop.

Usai bernyanyi, secara bergiliran mereka berorasi menyampaikan aspirasinya.

Selvie Talita, salah satu penyanyi panggung menyampaikan, sudah tiga kali jadwal manggung di Pamekasan yang digagalkan oleh Pemkab Pamekasan dan Polres Pamekasan.

Alasannya, karena tidak mendapat izin keramaian.

Akibatnya, undangan tampil yang sudah terjadwal sejak lama, tiba-tiba dibatalkan.

"Banyak jadwal konser musik yang digagalkan secara mendadak. Alasannya karena tidak ada izin keramaian dan alasan yang tidak masuk akal lainnya," ujar Selvie Talita.

Baca juga: Warga Keluhkan Aplikasi Pengaduan Jalan Rusak di Pamekasan yang Tak Bisa Diakses

Selvie mengaku risih ketika pentas musik selalu dikaitkan dengan kemaksiatan.

Padahal, dirinya sudah mengikuti aturan tidak boleh berpakaian vulgar, menutup aurat dan tidak menampilkan goyangan yang dianggap erotis.

Namun, tetap saja pentas musik dilarang.

Bahkan, ada ancaman pembubaran dari organisasi masyarakat (Ormas) keagamaan yang datang dengan seragam putih-putih.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selama 2 Bulan Pemerintah Aceh Berlakukan Jam Malam Cegah Penyebaran Corona

Selama 2 Bulan Pemerintah Aceh Berlakukan Jam Malam Cegah Penyebaran Corona

Regional
UPDATE: 11 Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor, 2 Pasien Sembuh, 1 Meninggal

UPDATE: 11 Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor, 2 Pasien Sembuh, 1 Meninggal

Regional
Cerita Bupati Garut Lihat Sendiri ODP Corona Asyik Jalan-jalan Naik Motor

Cerita Bupati Garut Lihat Sendiri ODP Corona Asyik Jalan-jalan Naik Motor

Regional
Wabah Corona, Rumah Dinas Bupati Banyuwangi Dijadikan Ruang Isolasi Darurat

Wabah Corona, Rumah Dinas Bupati Banyuwangi Dijadikan Ruang Isolasi Darurat

Regional
Kasus Pertama di Banyuwangi, Satu PDP Positif Virus Corona

Kasus Pertama di Banyuwangi, Satu PDP Positif Virus Corona

Regional
Agar ODP Corona Tak Keluar Rumah, Pemkab Garut Berikan Biaya Hidup Rp 50.000 Per Hari

Agar ODP Corona Tak Keluar Rumah, Pemkab Garut Berikan Biaya Hidup Rp 50.000 Per Hari

Regional
3 PDP Corona yang Diisolasi di RSUD Kudus Meninggal Dunia

3 PDP Corona yang Diisolasi di RSUD Kudus Meninggal Dunia

Regional
Cegah Penularan Virus Corona, Bupati Bogor Minta Jakarta Dilockdown

Cegah Penularan Virus Corona, Bupati Bogor Minta Jakarta Dilockdown

Regional
Kisah Haru Perawat Positif Covid-19: Anak Sering Tanya Mama Kapan Pulang?

Kisah Haru Perawat Positif Covid-19: Anak Sering Tanya Mama Kapan Pulang?

Regional
Wali Kota Tegal: Saya Ajak Gubernur, Wali Kota, Isolasi Daerah Masing-masing Sebelum Menyesal

Wali Kota Tegal: Saya Ajak Gubernur, Wali Kota, Isolasi Daerah Masing-masing Sebelum Menyesal

Regional
Bupati Tolitoli Tutup Seluruh Akses Keluar Masuk ke Wilayahnya Cegah Penyebaran Corona

Bupati Tolitoli Tutup Seluruh Akses Keluar Masuk ke Wilayahnya Cegah Penyebaran Corona

Regional
Kronologi Mahasiswa Serang dan Caci Maki Polisi Saat Sedang Sosialisasi Pencegahan Corona

Kronologi Mahasiswa Serang dan Caci Maki Polisi Saat Sedang Sosialisasi Pencegahan Corona

Regional
1 Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Meninggal, Berasal dari Klaster Ijtima Ulama Dunia

1 Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Meninggal, Berasal dari Klaster Ijtima Ulama Dunia

Regional
Cegah Masuknya Virus Corona, Pemkab Tolitoli Tutup Jalur Masuk Wilayah Itu

Cegah Masuknya Virus Corona, Pemkab Tolitoli Tutup Jalur Masuk Wilayah Itu

Regional
Peta Sebaran Covid-19 di Denpasar Dibuka, 91 ODP di 33 Kelurahan, 2 Kasus Positif Corona

Peta Sebaran Covid-19 di Denpasar Dibuka, 91 ODP di 33 Kelurahan, 2 Kasus Positif Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X