Kanguru dan Belasan Satwa Lain Akan Diselundupkan ke Malaysia Lewat Sungai

Kompas.com - 17/01/2020, 05:40 WIB
Seekor anak kanguru bersama belasan satwa dilindungi lainnya diamankan dari upaya penyulupan ke Malaysia, Rabu (15/1/2020). KOMPAS.COM/HENDRA CIPTASeekor anak kanguru bersama belasan satwa dilindungi lainnya diamankan dari upaya penyulupan ke Malaysia, Rabu (15/1/2020).

PONTIANAK, KOMPAS.com - Pengiriman belasan jenis satwa dilindungi dari Jakarta ke Pontianak melalui jalur laut digagalkan Kapal Angkatan Laut (KAL) Lemukutan milik Lantamal XII Pontianak, Rabu (15/1/2020).

Belasan jenis satwa tersebut di antaranya burung kakak tua jambul kuning sebanyak 7 ekor, burung kakak tua jambul merah 4 ekor, burung nuri hijau 1 ekor, burung nuri hitam kecil 4 ekor,  anak kanguru 1 ekor,  ular sanca kuning 11 ekor,  ular berwarna biru 8 ekor, kadal lidah hijau 27 ekor, kura-kura 13 ekor, anjing siberian husky 1 ekor, dan anjing cihuahua 1 ekor.

"Selain mengamankan barang bukti, 12 orang anak buah kapal juga ditangkap dan akan diproses hukum," kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Sadtata Noor, Kamis (16/1/2020) sore.

Baca juga: Dedi Mulyadi: Usut Pelaku Penyelundupan Benih Lobster

Dia menjelaskan, dari pemeriksaan diketahui, satwa liar dan dan dilindungi tersebut sedianya akan dikirim ke Malaysia melalui jalur Sungai Kapuas.

"Puluhan ekor satwa ini nantikan akan menjalani rehabilitasi kemudian dilepasliarkan ke habitatnya," ucap Sadtata.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Danlantamal XII Pontianak Laksamana Pertama (Laksma) TNI Agus Hariadi menambahkan, penangkapan berawal dari adanya laporan personel, yang mengatakan ada aktivitas mencurigakan di kapal barang 685GT yang masuk ke Sungai Kapuas, Pontianak.

Kemudian, pada Rabu (15/1/2020) sekitar pukul 09.00 WIB, kapal angkatan laut melakukan pengejaran dan pencegatan terhadap kapal barang tersebut.

"Saat dilakukan pemeriksaan, ditemukan sejumlah satwa yang dilindungi tanpa dilengkapi dokumen. Seluruh anak buah kapal kemudian diamankan," ucap Agus.

Baca juga: Polisi Ungkap Modus Penyelundupan 374 Kilogram Ganja lewat Ekspedisi

Agus menegaskan, upaya penyeludupan berbagai jenis hewan dilindungi ini melanggar Pasal 21 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.

Selain itu, kegiatan ini juga melanggar Undang-undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

"Untuk penyidikan selanjutnya, kita serahkan kepada aparat yang berwenang. Kami akan meningkatkan pengawasan aktivitas ilegal di perairan Indonesia," tutup Agus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.