Kilas Daerah Jawa Tengah
KILAS DAERAH

Angka Kemiskinan Jateng Turun, Ganjar Tetap Belum Puas

Kompas.com - 16/01/2020, 07:50 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berdialog dengan warga. DOK. Humas Pemprov Jawa TengahGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berdialog dengan warga.

KOMPAS.com - Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah ( Jateng) per September 2019 sebanyak 3,68 juta jiwa.

Jika dibandingkan Maret 2019 yang mencapai 3,74 juta jiwa, angka penduduk miskin Jateng per September pun turun 63.830 jiwa.

Secara persentase, jumlah penduduk miskin Jateng per September 2019 turun 0,22 persen menjadi 10,58 persen.

Persentase tersebut berada di bawah Papua yang penurunan jumlah penduduk miskinnya mencapai 0,98 persen, meskipun secara jumlah Jateng lebih unggul.

Baca juga: Turun Tipis, Jumlah Orang Miskin di Indonesia Capai 24,79 Juta

Angka tersebut membawa Jateng menjadi provinsi dengan penurunan jumlah penduduk miskin tertinggi se-Indonesia.

Prestasi Jateng melampaui DKI Jakarta dan Jawa Barat yang masing-masing hanya mampu menurunkan 3.250 dan 950 penduduk miskin.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, menyambut baik pencapaian tersebut. Ia mengapresiasi Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen.

“Gus Yasin sangat rajin ngurusi kemiskinan. Kami sering komunikasi dengan Kemensos dan wapres terkait data. Kami ingin data pasti sambil mendorong yang sudah mampu mau mengundurkan diri,” kata Ganjar, seperti dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga: Jadi Sorotan, Stiker Keluarga Miskin yang Dipasang di Rumah 2 Lantai Akhirnya Dilepas

Namun, Ganjar mengaku belum puas dan meminta jajarannya lebih getol lagi memberantas kemiskinan.

“Rasanya targetnya harus tetap dipacu. Dinaikkan lagi dengan jumlah penurunan angka kemiskinan yang lebih besar,” kata Ganjar.

Hal tersebut dikatakan Ganjar saat menghadiri rapat Perkumpulan Aparatur Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Papdesi), di Kabupaten Semarang, Rabu (15/1/2020).

Strategi turunkan angka kemiskinan

Ganjar pun telah menyiapkan sejumlah strategi menurunkan angka kemiskinan, seperti politik anggaran, dan pembuatan kebijakan yang mengarah pada program prioritas pengentasan kemiskinan.

Baca juga: Benarkah Anak Miskin Cenderung Tetap Miskin Ketika Dewasa?

Selain itu, ke depannya Ganjar akan mengubah skema musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) menjadi lebih menonjolkan tema, serta kreasi dan inovasi pemberantasan kemiskinan.

“Kalau usulnya infrastruktur, silakan dikirim lewat elektronik saja. Saat Musrenbang saya minta sesuai tema serta kreasi dan inovasi yang dimiliki, sehingga menyelesaikan kemiskinan,” kata Ganjar.

Ganjar juga akan mengoptimalkan potensi lain untuk menanggulangi kemiskinan. Misalnya bekerja sama dengan Baznas, program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan, filantropi, dan Satu OPD Satu Desa Miskin.

“Nanti akan kami kembangkan, mengajak perguruan tinggi, perusahaan, TNI/Polri, masing-masing membina minimal satu desa,” kata Ganjar.

Baca juga: Bapak Jokowi, Saya Orang Miskin, Mengapa Tidak Dapat Bantuan?

Setelah Jateng, peringkat penurunan jumlah penduduk miskin ditempati Jawa Timur (56.250 jiwa), disusul Nusa Tenggara Barat (30.280 jiwa).

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov Kaltara Minta Bantuan Pemerintah Pusat untuk Karantina TKI yang Pulang dari Malaysia

Pemprov Kaltara Minta Bantuan Pemerintah Pusat untuk Karantina TKI yang Pulang dari Malaysia

Regional
Seorang Siswa SMA Tasikmalaya Nekat Curi Mobil Mantan Kapolda Jabar

Seorang Siswa SMA Tasikmalaya Nekat Curi Mobil Mantan Kapolda Jabar

Regional
Lagi, PDP Corona yang Dirawat di RSUD Grobogan Meninggal Dunia

Lagi, PDP Corona yang Dirawat di RSUD Grobogan Meninggal Dunia

Regional
Antisipasi Dampak Sosial Ekonomi Corona, Pemprov NTB Kucurkan Rp 80 M

Antisipasi Dampak Sosial Ekonomi Corona, Pemprov NTB Kucurkan Rp 80 M

Regional
Buntut Ribuan Warga Alor Sambut Hamid Haan, Kapolda NTT Panggil Kapolres

Buntut Ribuan Warga Alor Sambut Hamid Haan, Kapolda NTT Panggil Kapolres

Regional
Terjadi Kerumunan Massa Saat Eva Yolanda LIDA Pulang Kampung, Berikut Ini Penjelasan Polisi

Terjadi Kerumunan Massa Saat Eva Yolanda LIDA Pulang Kampung, Berikut Ini Penjelasan Polisi

Regional
Kala Pasien Positif Covid-19 Semangati Pasien Lansia di Ruang Isolasi

Kala Pasien Positif Covid-19 Semangati Pasien Lansia di Ruang Isolasi

Regional
Kesal Tak Mau Makan, Ibu di Muaraenim Aniaya Anak hingga Tewas, Begini Kronologinya

Kesal Tak Mau Makan, Ibu di Muaraenim Aniaya Anak hingga Tewas, Begini Kronologinya

Regional
Abaikan Imbauan Pemerintah, Ribuan Warga di NTT Sambut Kedatangan Penyanyi Liga Dangdut dari Jakarta

Abaikan Imbauan Pemerintah, Ribuan Warga di NTT Sambut Kedatangan Penyanyi Liga Dangdut dari Jakarta

Regional
Tebing 300 Meter di Cianjur Longsor, 3 Hektar Sawah Tergerus, Petani Terancam Gagal Panen

Tebing 300 Meter di Cianjur Longsor, 3 Hektar Sawah Tergerus, Petani Terancam Gagal Panen

Regional
Pengungsi Banjir di Kabupaten Bandung Rawan Terpapar Corona

Pengungsi Banjir di Kabupaten Bandung Rawan Terpapar Corona

Regional
Tawuran Dua Kelompok Pelajar di Karawang, Satu Korban Luka Berat Akibat Dibacok

Tawuran Dua Kelompok Pelajar di Karawang, Satu Korban Luka Berat Akibat Dibacok

Regional
Pulang dari Solo, Seorang Santri di Kendal Positif Covid-19

Pulang dari Solo, Seorang Santri di Kendal Positif Covid-19

Regional
Nekat Pulang dari Sawah Saat Hujan Deras, Petani di Sumedang Tewas Tersambar Petir

Nekat Pulang dari Sawah Saat Hujan Deras, Petani di Sumedang Tewas Tersambar Petir

Regional
Tanah 1 Hektar Hibah dari Pengusaha Tasikmalaya Mampu Tampung 1.000 Makam Korban Corona

Tanah 1 Hektar Hibah dari Pengusaha Tasikmalaya Mampu Tampung 1.000 Makam Korban Corona

Regional
komentar di artikel lainnya