Pembina Pramuka Ajarkan Yel Berbau SARA, Kwarcab Minta Maaf

Kompas.com - 15/01/2020, 09:11 WIB
Sekolah Dasar (SD) Negeri Timuran sebagai salah satu tempat praktik Kursus Mahir Lanjutan (KML) pembina Pramuka yang digelar oleh Kwarcap Pramuka Kota Yogyakarta. KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMASekolah Dasar (SD) Negeri Timuran sebagai salah satu tempat praktik Kursus Mahir Lanjutan (KML) pembina Pramuka yang digelar oleh Kwarcap Pramuka Kota Yogyakarta.

 

YOGYAKARTA,KOMPAS.com-Kasus oknum pembina Pramuka di SD Negeri Timuran Yogyakarta yang mengajarkan tepuk pramuka atau yel- yel berbau SARA, langsung ditindaklanjuti oleh Kwartir Pramuka cabang Gunungkidul.

Sebab, pembina tersebut berasal dari Gunungkidul dan sedang mengikuti Kursus Mahir Lanjutan (KML) di Kota Yogyakarta.

Ke depan, dijamin tidak akan ada lagi pembina yang berbau sara.

"Kami (Kwartir cabang Gunungkidul) telah melakukan rapat dan memerintahkan dewan kehormatan kwartir cabang untuk memeriksa yang bersangkutan dan melaporkan," kata Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rasyid saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu (15/1/2020).

Baca juga: Pembina Pramuka Mengaku Bawakan Yel Berbau SARA pada Siswa SD Tanpa Direncanakan

Bahron menyebut, pihaknya juga memerintahkan pembina Pramuka itu, yang berprofesi sebagai guru sekolah di Gunungkidul untuk tidak mengulangi hal itu.

"Kepada masyarakat segenap Gerakan Pramuka Gunungkidul mohon maaf sebesar-besarnya dan berjanji, dan menjamin tak akan terjadi hal serupa di masa mendatang," ucap dia. 

Dijelaskannya, dari informasi awal, pembina Pramuka tersebut ikut kursus mahir lanjutan (KML) secara mandiri di wilayah Kota Yogyakarta.

Pada Jumat (10/1/2020), yang bersangkutan ikut praktik di SD Negeri Timuran Yogyakarta.

Saat sesi akhir, spontan sang pembina itu mengajak tepuk anak soleh dan dijawab oleh para siswa. Dia menyebut tidak ada ajakan.

Saat itu, ada wali murid yang datang dan pihak sekolah langsung menindaklanjuti.

Saat itu, pembina langsung mengaku khilaf dan minta maaf.

Pada Senin (13/1/2020), peristiwa tepuk itu menjadi viral di media sosial. 

"Saat ini yang bersangkutan juga sudah dibina," ucap Bahron. 

Bahron memastikan, tidak ada tepuk bermuatan SARA di Pramuka. Sebab, Pramuka mengajarkan untuk saling mengasihi sesama manusia tanpa membedakan apapun latar belakangnya.

Seluruh pembina Pramuka dari Kwarcab Pramuka Cabang Gunungkidul pun akan terus melakukan pembinaan mengenai wawasan kebangsaan. 

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah orangtua murid di SD Negeri Timuran protes adanya yel-yel yang menyebut kata-kata kafir.

"Saya kaget karena di akhir tepuk kok ada yel-yel Islam Islam yes, kafir-kafir no. Spontan saya protes dengan salah satu pembina senior. Saya menyampaikan keberatan dengan adanya tepuk itu, karena menurut saya itu mencemari kebhinekaan Pramuka," ujar salah satu orang wali murid berinisial K, Senin (13/1/2020). 

Baca juga: Dispora Yogyakarta Minta Pembina Pramuka yang Ajarkan Yel Berbau SARA Tak Diluluskan

Usai kejadian tersebut, salah satu pembina melakukan permohonan maaf dan berjanji akan berbicara dengan oknum pembina tersebut.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Negeri Timuran Esti Kartini, mengaku baru tahu kejadian tersebut setelah viral di media sosial.

Esti lalu menjelaskan, sekolahnya saat itu memang menjadi tempat praktik Kursus Mahir Lanjutan (KML) Pembina Pramuka. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2.070 Pasien Covid-19 Sembuh di RS Lapangan Surabaya, Khofifah: Syukurlah, Nol Kematian

2.070 Pasien Covid-19 Sembuh di RS Lapangan Surabaya, Khofifah: Syukurlah, Nol Kematian

Regional
Menkominfo Sebut 12.548 Desa dan Kelurahan di Indonesia Belum Dapatkan Layanan 4G

Menkominfo Sebut 12.548 Desa dan Kelurahan di Indonesia Belum Dapatkan Layanan 4G

Regional
Gubernur Gorontalo Minta Pjs Bupati Sukseskan Pilkada Bebas Covid-19

Gubernur Gorontalo Minta Pjs Bupati Sukseskan Pilkada Bebas Covid-19

Regional
Klaster Setda Kudus, 6 PNS Terjangkit Virus Corona dan 1 Meninggal Dunia

Klaster Setda Kudus, 6 PNS Terjangkit Virus Corona dan 1 Meninggal Dunia

Regional
Khofifah Tunjuk 6 Penjabat Sementara Gantikan Kepala Daerah yang Cuti Kampanye

Khofifah Tunjuk 6 Penjabat Sementara Gantikan Kepala Daerah yang Cuti Kampanye

Regional
Tertangkap Hendak Curi Sapi, 2 Warga Muara Enim Tewas Dihakimi Massa

Tertangkap Hendak Curi Sapi, 2 Warga Muara Enim Tewas Dihakimi Massa

Regional
Ganjar Lantik 6 Penjabat Sementara untuk Gantikan Walkot dan Bupati yang Maju Pilkada

Ganjar Lantik 6 Penjabat Sementara untuk Gantikan Walkot dan Bupati yang Maju Pilkada

Regional
Maju di Pilkada Cilegon, Ini Jumlah Harta Kekayaan Pesinetron 'Cinta Fitri'

Maju di Pilkada Cilegon, Ini Jumlah Harta Kekayaan Pesinetron "Cinta Fitri"

Regional
Diduga Stres karena Pisah dengan Istri, Pria Ini Ditemukan Tewas Bunuh Diri

Diduga Stres karena Pisah dengan Istri, Pria Ini Ditemukan Tewas Bunuh Diri

Regional
Ingin Hapus Stigma RS Jadi Tempat Penularan Covid-19, Begini Cara Bupati Madiun...

Ingin Hapus Stigma RS Jadi Tempat Penularan Covid-19, Begini Cara Bupati Madiun...

Regional
Masuk Tim Pengacara Bambang Trihatmodjo, Busyro Muqoddas Coreng Citra Sendiri

Masuk Tim Pengacara Bambang Trihatmodjo, Busyro Muqoddas Coreng Citra Sendiri

Regional
Pemprov NTT Batalkan Larangan Warga Gelar Pesta di Tengah Pandemi Covid-19

Pemprov NTT Batalkan Larangan Warga Gelar Pesta di Tengah Pandemi Covid-19

Regional
Harta Kekayaan Calon Petahana yang Lawan Kotak Kosong di Pilkada Semarang

Harta Kekayaan Calon Petahana yang Lawan Kotak Kosong di Pilkada Semarang

Regional
Sumsel Ajukan 5 PJS Bupati ke Mendagri

Sumsel Ajukan 5 PJS Bupati ke Mendagri

Regional
Soal Nama Calon Wakil Bupati Tak Ada di Surat Penetapan, Ini Penjelasan KPU

Soal Nama Calon Wakil Bupati Tak Ada di Surat Penetapan, Ini Penjelasan KPU

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X