Kompas.com - 10/01/2020, 20:18 WIB


KUPANG, KOMPAS.com - Minuman keras tradisional Sophia dari Nusa Tenggara Timur (NTT), kini mulai dijual di pasaran.

Miras berkadar alkohol 40 persen itu mulai dijual, setelah sebelumnya resmi diluncurkan oleh Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang di UPT Laboratorium Riset Terpadu Biosain Undana, pada Juni 2019 lalu.

Sophia ini hanya dijual di Toko NAM, yang terletak di Jalan Siliwangi Kampung Solor, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang.

"Harga per botol Sophia Rp 750.000. Ukurannya hanya satu 750 mililiter," kata pemilik PT NAM Leonard A Anthonius kepada Kompas.com di kediamannya, Jumat (10/1/2020).

Baca juga: Gubernur Maluku Tolak Minuman Tradisional Sopi Dilegalkan

Menurut Leonard, Shopia mulai dijual sejak 20 Desember 2019, bertepatan dengan hari jadi Provinsi NTT.

Leonard mengatakan, hingga saat ini pihaknya telah menjual sebanyak 40 botol Sophia.

Sebagian besar pembeli Sophia berasal dari luar NTT, yakni sejumlah rekannya yang berasal dari Pulau Jawa.

"Kebanyakan yang beli teman-teman yang tinggal di Jawa. Mereka beli hanya untuk mencoba. Mereka kebanyakan mengatakan Sophia ini rasanya enak," kata Leonard.

Selain pembeli dari Jawa, ada juga pembeli yang berasal dari NTT.

Leonard menyebut, warga NTT yang membeli miras Sophia bertepatan saat perayaan Natal dan tahun baru.

"Saat ini yang tersisa di toko masih sekitar 30 sampai 40 botol," ujar Leonard.

Baca juga: Harapan Petani dan Pengusaha Moke di NTT agar Tuak Dilegalkan

Sebelumnya diberitakan, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan, harga Sophia akan ditentukan oleh pengusaha yang memasarkan produk itu.

"Nanti PT NAM yang akan atur soal harga Sophia," ujar Viktor, usai menghadiri acara peluncuran Sophia di Kampus Undana Kupang, pada Juni 2019 lalu.

Menurut Viktor, Pemerintah Provinsi NTT hanya menyiapkan regulasi, sehingga tata niaga minuman Sophia dapat berjalan dengan baik.

Menurut Viktor, Sophia menjadi awal yang baik untuk membangkitkan ekonomi masyarakat yang selama ini memproduksi minuman keras lokal yang dikenal dengan Sopi.

Rektor Undana Kupang Fredrik L Benu mengatakan, pihaknya mengeluarkan dua jenis Sophia yang berwarna merah dan putih.

"Kalau Sophia warna merah itu kadarnya 20 persen, sedangkan yang warna putih itu kadarnya 40 persen," ujar Benu.

Benu mengatakan, pihaknya hanya bertugas untuk menghasilkan produk yang benar-benar berkualitas.

Namun, soal bisnis sampai pemasaran produk, hal itu menjadi tanggung jawab pihak swasta sesuai dengan hasil nota kesepahaman sebelumnya dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur Syamsuar Ungkap Dampak Positif Kebijakan Gas dan Rem Penanganan Covid-19 di Riau

Gubernur Syamsuar Ungkap Dampak Positif Kebijakan Gas dan Rem Penanganan Covid-19 di Riau

Regional
Trenggalek Gelar Festival Jaranan Ke-26, Wabup Syah Natanegara Ungkap Harapannya

Trenggalek Gelar Festival Jaranan Ke-26, Wabup Syah Natanegara Ungkap Harapannya

Regional
Resmikan Mall Vaksinasi Covid-19, Gubernur Syamsuar Harap Kesadaran Vaksin Masyarakat Riau Meningkat

Resmikan Mall Vaksinasi Covid-19, Gubernur Syamsuar Harap Kesadaran Vaksin Masyarakat Riau Meningkat

Regional
Kunker ke Unnes, Bupati Arief Ajak Rektor Fathur Diskusi Pembangunan di Blora

Kunker ke Unnes, Bupati Arief Ajak Rektor Fathur Diskusi Pembangunan di Blora

Regional
Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Regional
Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Regional
Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Regional
Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Regional
Wujudkan Kesehatan Masyarakat Tulang Bawang, Dompet Dhuafa Resmikan RS Griya Medika

Wujudkan Kesehatan Masyarakat Tulang Bawang, Dompet Dhuafa Resmikan RS Griya Medika

Regional
Makassar Jadi Tuan Rumah APEKSI 2023, Walkot Danny: Kami Sangat Siap

Makassar Jadi Tuan Rumah APEKSI 2023, Walkot Danny: Kami Sangat Siap

Regional
Bupati Arief Luncurkan Program Dashat untuk Tekan Angka Stunting di Blora

Bupati Arief Luncurkan Program Dashat untuk Tekan Angka Stunting di Blora

Regional
Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Blora, Bupati Arief Sigap Lakukan Pendataan

Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Blora, Bupati Arief Sigap Lakukan Pendataan

Regional
Bupati Arief dan Kiai Marzuqi Ajak Masyarakat Blora Jaga Kerukunan Bangsa

Bupati Arief dan Kiai Marzuqi Ajak Masyarakat Blora Jaga Kerukunan Bangsa

Regional
Peringati HUT Ke-65 Riau, Gubernur Syamsuar Paparkan Keberhasilan Proker Pemprov Riau

Peringati HUT Ke-65 Riau, Gubernur Syamsuar Paparkan Keberhasilan Proker Pemprov Riau

Regional
Polemik Desain Rel Kereta Api Trans Sulawesi, Inkalindo Sulsel: Rel Elevated Lebih Ramah Lingkungan

Polemik Desain Rel Kereta Api Trans Sulawesi, Inkalindo Sulsel: Rel Elevated Lebih Ramah Lingkungan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.