Sidang Perdata di Daerah Ini Tak Perlu Datang ke Pengadilan, Cukup via Email

Kompas.com - 10/01/2020, 18:07 WIB
Suasana sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jalan M Yamin, Samarinda, Rabu (8/1/2020). KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATONSuasana sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jalan M Yamin, Samarinda, Rabu (8/1/2020).

SAMARINDA, KOMPAS.com - Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan, Kalimantan Timur, mengubah pola sidang perdata dari manual menjadi elektronik (e-Litigation) sejak November 2019.

Kini, sidang antar pihak bersengketa hanya menggunakan email.

Replik, duplik, jawaban, semua dikirim lewat email antara para pihak berperkara. Tugas hakim hanya memverifikasi.

"Tapi sidang saksi, pemeriksaan alat bukti, dan putusan masih manual menggunakan ruang sidang," ungkap Humas Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan, Pujiono saat dihubungi Kompas.com, Jumat (10/1/2020).

Baca juga: Kisah Seorang Ibu Terobos Kobaran Api Coba Selamatkan Putrinya, Keduanya Tak Selamat

Pujiono mengatakan, perubahan pola sidang tersebut masih berlaku khusus saat sidang perdata.

Sedangkan saat  sidang kasus pidana masih menggunakan pola lama.

“Tapi ke depan kita akan dorong sidang kasus pidana pun pakai elektronik,” tuturnya.

Jika sebelumnya dalam satu kasus perdata bisa memakan waktu enam bulan, kini sidang online hanya butuh waktu 2-3 bulan saja satu perkara bisa diputus.

Selain memangkas waktu, sidang online pun memangkas biaya.

Dalam satu kali panggilan sidang manual, biasanya PN Balikpapan bisa mengeluarkan dana untuk pengantaran surat pemanggilan jadwal sidang.

Jika antar dalam kota bisa berkisar Rp 100.000sampai jutaan antar daerah, kini dana tersebut tak digunakan lagi.

Hanya saja tetap ada biaya esidentil karena orang yang digugat tentu butuh panggilan atau pemberitahuan PN.

“Karena orang digugat awal biasanya tidak tahu. Soal itu PN masih lakukan pemanggilan manual,” ungkap dia.

Setelah para pihak sudah mengetahui berperkara, selanjutnya menggunakan sistem online.

Masing-masing pihak diminta membuat akun email.

Jika pihak berperkara menggunakan pengacara, maka akun email dibuat dan diverifikasi di Pengadilan Tinggi Kaltim.

Sementara, pihak yang tak menggunakan pengacara atau masyarakat awam akan mendapat bantuan dari PN Balikpapan untuk membuat akun.

Setelah itu, PN akan mengambil nomor ponsel untuk memberitahu atau mengingatkan untuk mengecek akun email jika ada kiriman materi gugatan.

“Itu khusus masyarakat yang tak melek internet. Kami antisipasi ambil kontak mereka, jadi sewaktu-waktu bisa kami hubungi. Kelemahan sidang online hanya ini saja," katanya.

Diatur MA

Pola sidang seperti ini, menurut Pujiono, telah diatur melalui Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 1 Tahun 2019 Tentang Administrasi Perkara dan Persidangan di Pengadilan Secara Elektronik.

Hanya saja, hampir semua PN di Indonesia belum siap mengimplementasi peraturan itu.

"PN Balikpapan mau mengarah ke sana (online). Di Indonesia PN Palangkaraya sudah berlaku. Bahkan diminta jadi bahan percontohan PN lain," ujar dia.

Tak hanya sidang online, PN Balikpapan juga menyiapkan sistem pembayaran online (e -Payment).

PN menyiapkan loket bekerjasama dengan Bank Tabungan Negara (BTN), sehingga memudahkan pihak berperkara membayar biaya perkara termasuk bayar eksekusi. Tak perlu harus ke bank.

Soal pendaftaran perkara (e- Felling) pun demikian. Semua sudah berbasis elektronik.

Mulai dari awal semua surat masuk ke PN lewat eletronik. Termasuk disposisi hakim menangani perkara pun lewat online.

"Sehingga tak ada lagi yang datang ke PN Balikpapan untuk mendaftar gugatan karena sudah melalui sistem online. Ke depan gedung PN pasti sepi, karena orang tak lagi mondar-mandir ke PN," ungkapnya.

Bahkan saat ini petikan putusan pidana sudah bisa diakses langsung lewat online oleh lembaga permasyarakatan, rumah tahanan, polisi, hingga kejaksaan.

"Termasuk soal penggeledahan, penyitaan oleh polisi. Sebelumnya masih manual harus pakai surat antar ke PN baru keluar surat disposisi. Sekarang semua lewat online," katanya.

Kemudian soal pemanggilan (e-Summons) pun demikian. Untuk setiap perkara hakim masing-masing diberi sandi (password) untuk mengakses perkara yang hanya ia tangani.

Baca juga: Kisah Tragis Bocah 9 Tahun Tewas Dianiaya Ibu dan Ayah Tiri, Ada Pendarahan di Kepala

 

Hakim tak bisa mengakses perkara lain.

Keempat layanan online tersebut tersedia dalam sistem aplikasi e-Court. Sistem layanan ini sebagaimana diatur dalam peraturan MA tentang sistem sidang elektronik.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X