Sepanjang 2019, BI Masih Temukan Pecahan Uang Palsu Beredar di NTT

Kompas.com - 09/01/2020, 16:39 WIB
Pejabat Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), saat menggelar kegiatan dengan sejumlah media di Kota Kupang, NTT, Kamis (9/1/2020) KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BEREPejabat Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), saat menggelar kegiatan dengan sejumlah media di Kota Kupang, NTT, Kamis (9/1/2020)


KUPANG, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) menemukan pecahan uang palsu beredar di wilayah itu.

Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT I Nyoman Ariawan Atmaja saat pertemuan bersama sejumlah wartawan di Kota Kupang, Kamis (9/1/2020) sore.

"Sepanjang tahun 2019 lalu, temuan uang palsu di Provinsi NTT 247 lembar," ujar Nyoman.

Baca juga: Kelas Ambruk, Siswa Madrasah di NTT Menumpang Rumah Warga dan Teras Masjid


Menurut Nyoman, temuan uang palsu itu berasal dari permintaan klarifikasi perbankan dan didominasi oleh pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000.

Selain itu, menurut Nyoman, temuan lainnya berasal dari loket Bank Indonesia, setoran perbankan dan klarifikasi polisi.

Meski begitu, Nyoman menyebut, temuan uang palsu itu menurun 28,82 persen jika dibandingkan dengan 2017 dan 2018.

Pada 2017, uang palsu yang ditemukan sebanyak 442 lembar.

Sementara, pada tahun 2018 sebanyak 347 lembar uang palsu yang ditemukan.

Terkait peredaran uang palsu yang beredar itu, Nyoman mengimbau kepada masyarakat agar dapat lebih mengenali uang dengan baik.

Baca juga: Cerita Personel BPBD Mengevakuasi Tawon Ndas, Baju Pinjaman hingga Demam

Cara mengenali uang palsu yakni dilihat, diraba dan diterawang.

Pihaknya BI juga selalu melakukan eduksi kepada masyarakat terkait peredaran uang, termasuk mengantisipasi uang palsu.

"Kami imbau agar mengenali uang dengan baik. Apabila menerima uang yang mencurikan, segera lapor ke polisi dan BI. Kami ada di NTT, agar uang palsu ini bisa dikendalikan peredarannya," ujar Nyoman.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jatuh Cinta pada Cokelat, Priscilla Jual Cokelat Rasa Rendang, Kopi, dan Kelapa

Jatuh Cinta pada Cokelat, Priscilla Jual Cokelat Rasa Rendang, Kopi, dan Kelapa

Regional
Dugaan Penyebab Remaja di Magetan Nekat Curi Motor Milik Ustaz

Dugaan Penyebab Remaja di Magetan Nekat Curi Motor Milik Ustaz

Regional
Kendalikan Inflasi, Pemprov Jabar Siap Bangun Pusat Distribusi Kebutuhan Pokok

Kendalikan Inflasi, Pemprov Jabar Siap Bangun Pusat Distribusi Kebutuhan Pokok

Regional
Diusung PDI-P, Tomy Yakin Menang di Pilkada Bulukumba, Kini Kumpulkan Dukungan Partai Lain

Diusung PDI-P, Tomy Yakin Menang di Pilkada Bulukumba, Kini Kumpulkan Dukungan Partai Lain

Regional
Presiden Jokowi Berpesan kepada Kapolda Maluku yang Baru

Presiden Jokowi Berpesan kepada Kapolda Maluku yang Baru

Regional
Ada Tugas Lain, Rektor Unnes Tak Hadiri Debat dengan Dosen yang Diduga Hina Jokowi

Ada Tugas Lain, Rektor Unnes Tak Hadiri Debat dengan Dosen yang Diduga Hina Jokowi

Regional
Gelar Pilkada, KPU Kabupaten Mojokerto Dibekali Anggaran Rp 52 Miliar

Gelar Pilkada, KPU Kabupaten Mojokerto Dibekali Anggaran Rp 52 Miliar

Regional
Kejati Babel Telusuri Kredit BRI Rp 39 Miliar yang Diduga Bermasalah

Kejati Babel Telusuri Kredit BRI Rp 39 Miliar yang Diduga Bermasalah

Regional
Perampokan dan Penyekapan di Toko Tesktil di Prabumulih Ternyata Rekayasa ART

Perampokan dan Penyekapan di Toko Tesktil di Prabumulih Ternyata Rekayasa ART

Regional
Senjata TNI Korban Helikopter MI-17 Belum Ditemukan, Polda Papua Minta Masyarakat Tak Sepelekan Imbauan

Senjata TNI Korban Helikopter MI-17 Belum Ditemukan, Polda Papua Minta Masyarakat Tak Sepelekan Imbauan

Regional
Turis China yang Bertahan di Bali Tinggal 600 Orang

Turis China yang Bertahan di Bali Tinggal 600 Orang

Regional
Tebang Kayu Jati Milik Perhutani untuk Perbaiki Rumah, Dua Warga Ditangkap

Tebang Kayu Jati Milik Perhutani untuk Perbaiki Rumah, Dua Warga Ditangkap

Regional
Warga Gunungkidul Tewas Terbakar Setelah Tabrak Kabel Listrik yang Menjuntai di Jalan, Tubuh dan Motornya Hangus

Warga Gunungkidul Tewas Terbakar Setelah Tabrak Kabel Listrik yang Menjuntai di Jalan, Tubuh dan Motornya Hangus

Regional
Pasangan Penjahit-Ketua RW di Solo Butuh 9 Bulan untuk Kumpulkan 40 Ribu KTP Pendukung

Pasangan Penjahit-Ketua RW di Solo Butuh 9 Bulan untuk Kumpulkan 40 Ribu KTP Pendukung

Regional
BPBD Tanimbar: Gempa 5,5 Magnitudo Tak Timbulkan Kerusakan

BPBD Tanimbar: Gempa 5,5 Magnitudo Tak Timbulkan Kerusakan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X