Kompas.com - 08/01/2020, 18:41 WIB
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak dalam sebuah sambutan DOK. Humas Pemprov JatimWakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak dalam sebuah sambutan

KOMPAS.com – Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) Emil Dardak menekankan pentingnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim menjadi perintis penerapan Big Data.

“Saya yakin jika Pemprov Jatim menjadi yang terdepan dalam menerapkan teknologi informasi terbaru, akan semakin cepat untuk mewujudkan smart society,” kata Emil (sapaan akrab Emil Dardak) dalam keterangan tertulis (8/1/2020).

Ia melanjutkan, smart society berarti masyarakat yang semakin maju dalam memanfaatkan teknologi informasi.

Emil pun berharap Big Data dapat menjadi terobosan untuk memanfaatkan potensi penerapan kecerdasan buatan dengan melimpahnya ketersediaan data.

Baca juga: Ini Refleksi Emil Dardak Pimpin Jatim Bersama Khofifah pada 2019

“Kami akan bergerak menuju analisis data lintas sektoral. Contohnya, data kemiskinan dari dinas sosial akan bisa dianalisis dengan data kesehatan dan data pendidikan,” kata dia.

Komitmen Khofifah

Menurut Wagub Jatim, proyek Big Data itu tak lepas dari komitmen Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawangsa.

Ia pernah menyatakan komitmen tersebut di rapat paripurna DPRD dalam penyampaian visi dan misi Gubernur, Senin (18/2/2019) lalu.

Kala itu, Khofifah mengatakan, pihaknya akan mewujudkan penggunaan Big Data untuk mempertahankan formulasi kebijakan Pemprov Jatim.

Baca juga: Mengenal Darurat Bencana Hidrometeorologi yang Ditetapkan Khofifah di Jawa Timur

Pada kesempatan itu, ia pun menunjuk Emil untuk turut fokus mengawal pengembangan Big Data.

Sampai akhir tahun 2019 lalu, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pemprov Jatim fokus melakukan pematangan fondasi sistem Big Data dengan melaksanakan integration testing.

Matangkan fondasi Big Data dengan Data Lake

Emil juga mengatakan jika proyek Big Data sebenarnya sudah mulai dirintis pada pemerintahan era Pakde Karwo-Gus Ipul.

Lalu pada 2019, pemerintahan Khofifah-Emil melanjutkannya dengan fokus pada pematangan fondasi Big Data, salah satunya dengan mengembangkan Data Lake.

“Data Lake ibaratnya wadah untuk menanam hidroponik. Kalau media tanamnya tidak tepat, diberi bibit juga tidak akan tumbuh,” kata dia.

Wagub Emil melanjutkan, saat ini pihaknya fokus membenahi wadah tanamnya, yaitu Data Lake tersebut.

Baca juga: Jokowi: Negara Lain Sudah Bicara Big Data, Kita Stunting Belum Selesai

“Sehingga saat disemai dengan bibit data-data yang bervariasi format dan sumbernya, kita bisa memanfaatkan kecerdasan buatan untuk melakukan analisis,” kata dia.

Ke depan, imbuh Emil Dardak, Big Data akan mulai diuji coba untuk menganalisis data berbasis machine learning dan data mining yang merupakan bentuk pemanfaatan kecerdasan buatan.

Metode itu akan memungkinkan unstructured data query, di mana bentuk data dalam format yang bervariasi seperti data visual, artikel berita, dapat turut digali atau di-crawling.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X