Hakim PN Medan Dibunuh Secara Rapi, Pelaku Pakai Alat Komunikasi yang Tak Biasa

Kompas.com - 08/01/2020, 13:10 WIB
Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin (memegang mikrofon) memamarkan kasus pembunuhan hakim PN Medan di Mapolda Sumut Rabu pagi tadi(8/1/2020). Di belakangnya, istri korban, Zuraida Hanum yang ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan dua orang lainnya, Jefri Pratama dan Reza Pahlevi. KOMPAS.COM/DEWANTOROKapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin (memegang mikrofon) memamarkan kasus pembunuhan hakim PN Medan di Mapolda Sumut Rabu pagi tadi(8/1/2020). Di belakangnya, istri korban, Zuraida Hanum yang ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan dua orang lainnya, Jefri Pratama dan Reza Pahlevi.

MEDAN, KOMPAS.com - Kasus pembunuhan terhadap hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaludin (55), yang ditemukan twas di kebun sawit pada Jumat (29/11/2019) menemui titik terang.

Polda Sumut menetapkan 3 tersangka, salah satunya adalah istri korban, Zuraida Hanum.

Hal itu disampaikan Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin kepada wartawan saat konferensi pers di Mapolda Sumut, Rabu (8/1/2020). 

Dua tersangka lainnya adalah Jefri Pratama (42) dan Reza Pahlevi (29).

Baca juga: Terungkap, Hakim PN Medan Tewas Setelah Dibekap Pelaku dengan Sprei Agar Tidak Teriak

 

Martuani mengatakan, sejak penemuan jasad, proses penyelidikan dan penyidikan memakan waktu cukup panjang.

"Hari ini adalah hari ke-40, kemungkinan besar akan dilakukan peringatan 40 hari almarhum," katanya.

Dia mengapresiasi seluruh tim dalam pengungkapan kasus tersebut. Ia juga berterima kasih kepada masyarakat yang membantu dengan memberikan infomasi.

Terkait tudingan miring kepada Polda terkait alasan ini lama terungkap, Martuani mengatakan, penyidik telah melakukan tugasnya secara on the track.

"Kenapa lama karena penyidik perlu alat bukti bukan katanya. Sehingga seluruh hasil kerja penyidik diserahkan ke jaksa penuntut umum untuk dilanjutkan ke persidangan," katanya.

Menurutnya, pembunuhan ini termasuk berencana, bukan kejahatan biasa. Mengenai motif pembunuhan, lanjut Martuani, adalah masalah rumah tangga.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X