Polisi Tangkap 2 Mucikari Bukit Senyum yang Jadikan Anak-anak PSK

Kompas.com - 19/12/2019, 13:31 WIB
Satreskrim Polres Bintan mengamankan dua orang mucikari berinisial ZA (43) dan NA (35). Keduanya terduga pelaku tindak pidana perdaganan orang yang melibatkan anak dibawah umur di lokalisasi bukit senyum Kecamatan Bintan utara Tanjung Uban, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. DOK POLRES BINTANSatreskrim Polres Bintan mengamankan dua orang mucikari berinisial ZA (43) dan NA (35). Keduanya terduga pelaku tindak pidana perdaganan orang yang melibatkan anak dibawah umur di lokalisasi bukit senyum Kecamatan Bintan utara Tanjung Uban, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.

BINTAN, KOMPAS.com - Kepolisian Resort Bintan menangkap dua mucikari berinisial ZA (43) dan NA (35) yang diduga terlibat dalam perdagangan orang untuk prostitusi di Lokalisasi Bukit Senyum, Bintan, Kepulauan Riau.

Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Agus Hasanuddin mengatakan terbongkarnya kasus tindak pidana perdagangan orang ini berawal dari informasi masyarakat soal adanya anak yang dijadikan pekerja cafe sekaligus pekerja seks di Bukit Senyum.

Polisi yang mendengar informasi itu langsung mengamankan empat orang korban.

"Mucikarinya berinisial ZA (ditangkap) kemudian dikembangkan diamankan NA seorang perekrut di Bandung," kata Agus saat dihubungi, Kamis (19/12/2019).

Agus menyebutkan awalnya korban dijanjikan bekerja sebagai pelayan toko atau restoran di wilayah Jawa Barat.

Baca juga: Lagi Hamil, Mucikari Penjual Siswi SMP di Kupang Tak Ditahan

Setelah dibelikan tiket dan sampai di Bukit Senyum, baru korban diberi tahu akan bekerja untuk melayani para tamu hidung belang.

Kedua mucikari ini juga memalsukan identitas para korbannya sehingga mereka seolah-olah sudah dewasa.

"Diubah semua, dari usia, nama dan statusnya korban juga diubah menjadi sudah menikah," jelasnya.

Untuk menjerat korbannya, dua mucikari ini memberi mereka pinjaman sebesar Rp 4.000.000.

Baca juga: Mucikari Online di Gresik Pinjamkan Rumah untuk Tempat Mesum

Korban perdagangan manusia itu kemudian minta mencicil utangnya dari hasil melayani laki-laki hidung belang.

"Kedua pelaku diancam dengan hukuman penjara selama 15 tahun dan keempat korban secepatnya akan dikembalikan ke kampung halamannya melalui kerjasama dengan Dinas Sosial," kata Agus.

Sebagai informasi, Pemerintah Kabupaten Bintan sebenarnya sudah menutup kawasan Lokalisasi Bukit Senyum. Namun, masih ada mucikari yang beroperasi secara sembunyi-sembunyi.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selama 2 Bulan Pemerintah Aceh Berlakukan Jam Malam Cegah Penyebaran Corona

Selama 2 Bulan Pemerintah Aceh Berlakukan Jam Malam Cegah Penyebaran Corona

Regional
UPDATE: 11 Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor, 2 Pasien Sembuh, 1 Meninggal

UPDATE: 11 Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor, 2 Pasien Sembuh, 1 Meninggal

Regional
Cerita Bupati Garut Lihat Sendiri ODP Corona Asyik Jalan-jalan Naik Motor

Cerita Bupati Garut Lihat Sendiri ODP Corona Asyik Jalan-jalan Naik Motor

Regional
Wabah Corona, Rumah Dinas Bupati Banyuwangi Dijadikan Ruang Isolasi Darurat

Wabah Corona, Rumah Dinas Bupati Banyuwangi Dijadikan Ruang Isolasi Darurat

Regional
Kasus Pertama di Banyuwangi, Satu PDP Positif Virus Corona

Kasus Pertama di Banyuwangi, Satu PDP Positif Virus Corona

Regional
Agar ODP Corona Tak Keluar Rumah, Pemkab Garut Berikan Biaya Hidup Rp 50.000 Per Hari

Agar ODP Corona Tak Keluar Rumah, Pemkab Garut Berikan Biaya Hidup Rp 50.000 Per Hari

Regional
3 PDP Corona yang Diisolasi di RSUD Kudus Meninggal Dunia

3 PDP Corona yang Diisolasi di RSUD Kudus Meninggal Dunia

Regional
Cegah Penularan Virus Corona, Bupati Bogor Minta Jakarta Dilockdown

Cegah Penularan Virus Corona, Bupati Bogor Minta Jakarta Dilockdown

Regional
Kisah Haru Perawat Positif Covid-19: Anak Sering Tanya Mama Kapan Pulang?

Kisah Haru Perawat Positif Covid-19: Anak Sering Tanya Mama Kapan Pulang?

Regional
Wali Kota Tegal: Saya Ajak Gubernur, Wali Kota, Isolasi Daerah Masing-masing Sebelum Menyesal

Wali Kota Tegal: Saya Ajak Gubernur, Wali Kota, Isolasi Daerah Masing-masing Sebelum Menyesal

Regional
Bupati Tolitoli Tutup Seluruh Akses Keluar Masuk ke Wilayahnya Cegah Penyebaran Corona

Bupati Tolitoli Tutup Seluruh Akses Keluar Masuk ke Wilayahnya Cegah Penyebaran Corona

Regional
Kronologi Mahasiswa Serang dan Caci Maki Polisi Saat Sedang Sosialisasi Pencegahan Corona

Kronologi Mahasiswa Serang dan Caci Maki Polisi Saat Sedang Sosialisasi Pencegahan Corona

Regional
1 Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Meninggal, Berasal dari Klaster Ijtima Ulama Dunia

1 Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Meninggal, Berasal dari Klaster Ijtima Ulama Dunia

Regional
Cegah Masuknya Virus Corona, Pemkab Tolitoli Tutup Jalur Masuk Wilayah Itu

Cegah Masuknya Virus Corona, Pemkab Tolitoli Tutup Jalur Masuk Wilayah Itu

Regional
Peta Sebaran Covid-19 di Denpasar Dibuka, 91 ODP di 33 Kelurahan, 2 Kasus Positif Corona

Peta Sebaran Covid-19 di Denpasar Dibuka, 91 ODP di 33 Kelurahan, 2 Kasus Positif Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X