Kronologi Kecelakaan yang Mengakibatkan Putra KH Hasyim Muzadi Meninggal

Kompas.com - 18/12/2019, 11:39 WIB
Anggota Satlantas Polres Pasuruan saat melakukan oleh TKP kecelakaan di Tol Pandaan-Malang yang menyebabkan putra alm KH Hasyim Muzadi, H Hilman Wajdi meninggal dunia, Rabu (18/12/2019) Dok. Kasatlantas Polres PasuruanAnggota Satlantas Polres Pasuruan saat melakukan oleh TKP kecelakaan di Tol Pandaan-Malang yang menyebabkan putra alm KH Hasyim Muzadi, H Hilman Wajdi meninggal dunia, Rabu (18/12/2019)

KOMPAS.com - Putra tokoh Nahdlatul Ulama (NU) alm. KH Hasyim Muzadi, H Hilman Wajdi meninggal dunia setelah mobil Kijang Innova dengan nomor polisi N 1261 DX yang ditumpanginya menabrak truk berpelat BK 8006 DV dari belakang yang dikemudikan oleh Pujiarno (43), warga Desa Pendowolimo, Kabupaten Lamongan.

Kecelakaan tersebut terjadi di Tol Pandaan- Malang kilometer 62-63 arah Pandaan-Malang Desa Sukorejo, Kecamatan Sukerejo, Kabupaten Pasuruan, Rabu (18/12/2019) pagi.

Akibat kejadian tersebut, Gus Hilman mengalami luka di bagian kepala serta lecet di tangan kanan kemudian meninggal dunia.

Baca juga: Kecelakaan di Tol Pandaan-Malang, Putra KH Hasyim Muzadi Meninggal

Sementara, mobil yang ditumpanginya mengalami rusak di bagian samping kiri dan bagian kaca depan pecah, sedangkan truk yang ditabrak rusak di bagian bak belakang pojok kanan.

Kasatlantas Polres Pasuruan AKP Bayu Halim mengatakan, kecelakaan bermula saat mobil yang dikemudikan Moh Izza Arroziq (22), sopir H Hilman Wajdi melaju dari arah Pandaan menuju Malang.

Mobil tersebut berusaha menyalip kendaraan yang ada di depannya dengan melintas di lajur lambat.

Baca juga: Cegah Kecelakaan Libur Natal dan Tahun Baru, Tol Madiun-Surabaya Dipasang Singing Road

Saat melintas di lajur lambat itu terdapat truk dengan nomor polisi BK 8006 DV yang berjalan searah, mobil itu lalu menabrak truk itu dari belakang.

“Semula kendaraan Kijang Innova berjalan dari arah utara ke selatan di lajur lambat dengan kecepatan tinggi mendahului kendaraan lain yang berjalan di lajur cepat. Sesampainya di TKP, karena kurang menjaga jarak sehingga menabrak truk yang berjalan searah di lajur lambat dari belakang,” kata Bayu melalui keterangan tertulis kepada Kompas.com.

Bayu mengatakan, Gus Hilman yang merupakan pengasuh Pesantren Mahasiswa Al-Hikam, Kota Malang mengalami luka di bagian kepala serta lecet di tangan kanan kemudian meninggal dunia.

“Mengalami luka robek pada kepala belakang, telinga dan hidung keluar darah, tangan kanan lecet. Dibawa ke RS Lawang Medika, Kabupaten Malang,” katanya.

Baca juga: Kecelakaan di Tol Cipali, Enam Orang Tewas

Sedangkan sopirnya, Moh Izza mengalami luka memar di bagian pinggang dan dirawat di RS Lawan Medika, Kabupaten Malang.

Sementara, Pujiarno yang merupakan pengemudi truk tidak mengalami luka-luka.

 

 

(Penulis: Kontributor Malang, Andi Hartik |Editor: Khairina)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Prajurit TNI Masuk Gorong-gorong di Sumedang, Angkut 5 Kuintal Sampah, Ini Faktanya

Prajurit TNI Masuk Gorong-gorong di Sumedang, Angkut 5 Kuintal Sampah, Ini Faktanya

Regional
Kisah Perempuan Asal Sorong yang Tidak Bisa Bangun Gara-gara Vertigo

Kisah Perempuan Asal Sorong yang Tidak Bisa Bangun Gara-gara Vertigo

Regional
Kisah Ibu Tunanetra Dampingi Anak Sekolah Daring Saat Pandemi: Ada Perasaan Waswas...

Kisah Ibu Tunanetra Dampingi Anak Sekolah Daring Saat Pandemi: Ada Perasaan Waswas...

Regional
Libur Panjang di Puncak, Kendaraan yang Abai Protokol Kesehatan Diminta Putar Balik

Libur Panjang di Puncak, Kendaraan yang Abai Protokol Kesehatan Diminta Putar Balik

Regional
Dinilai Merugikan, Puluhan Warga di Luwu Hentikan Paksa Aktivitas Galian C

Dinilai Merugikan, Puluhan Warga di Luwu Hentikan Paksa Aktivitas Galian C

Regional
IPB: Dana Riset Dasar Minim hingga Kurang Diminati, Indonesia Terancam Impor Riset Negara Lain

IPB: Dana Riset Dasar Minim hingga Kurang Diminati, Indonesia Terancam Impor Riset Negara Lain

Regional
Detik-detik 2 Santri Terseret Air Bah karena Ingin Tolong Teman, 1 Tewas, 1 Hilang

Detik-detik 2 Santri Terseret Air Bah karena Ingin Tolong Teman, 1 Tewas, 1 Hilang

Regional
Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Terpapar Covid-19, Gugus Tugas: Sudah Sesuai Prosedur

Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Terpapar Covid-19, Gugus Tugas: Sudah Sesuai Prosedur

Regional
Tak Lagi Zona Merah Covid-19, Banjarmasin Berencana Buka Objek Wisata

Tak Lagi Zona Merah Covid-19, Banjarmasin Berencana Buka Objek Wisata

Regional
3 Hari Keluar Kota, Warga Wajib Tunjukkan Hasil Tes Swab Negatif Covid-19 Saat Kembali ke Surabaya

3 Hari Keluar Kota, Warga Wajib Tunjukkan Hasil Tes Swab Negatif Covid-19 Saat Kembali ke Surabaya

Regional
4 Pria Tertangkap Bawa Sabu 6 Kg, Pelaku Diupah Rp 180 Juta

4 Pria Tertangkap Bawa Sabu 6 Kg, Pelaku Diupah Rp 180 Juta

Regional
'Warga Terdaftar Sebagai Penerima tapi Tidak Mendapat Bantuan'

"Warga Terdaftar Sebagai Penerima tapi Tidak Mendapat Bantuan"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Jadi Tersangka | Bocah Balita Kerap Minta Maaf karena Trauma

[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Jadi Tersangka | Bocah Balita Kerap Minta Maaf karena Trauma

Regional
Mereka yang Merawat Ikrar Sumpah Pemuda di Maluku, Kalbar, dan Sumbar

Mereka yang Merawat Ikrar Sumpah Pemuda di Maluku, Kalbar, dan Sumbar

Regional
Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, IRT Gugat Gugus Tugas dan RS ke Pengadilan

Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, IRT Gugat Gugus Tugas dan RS ke Pengadilan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X