Cegah Kecelakaan Libur Natal dan Tahun Baru, Tol Madiun-Surabaya Dipasang "Singing Road"

Kompas.com - 18/12/2019, 06:58 WIB
Direktur Utama PT Jasa Marga Ngawi Kertosono Kediri, AJ Dwi Winarsa memberikan penjelasan langkah yang dilakukan untuk mengantisipasi banjir yang pernah melanda ruas tol Madiun-Surabaya KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWIDirektur Utama PT Jasa Marga Ngawi Kertosono Kediri, AJ Dwi Winarsa memberikan penjelasan langkah yang dilakukan untuk mengantisipasi banjir yang pernah melanda ruas tol Madiun-Surabaya

MADIUN, KOMPAS.com - PT Jasa Marga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) memasang singing road di ruas tol Madiun-Surabaya di KM 644 jalur B menjelang liburan hari raya Natal dan Tahun Baru 2020.

Pemasangan singing road untuk menekan jumlah angka kecelakaan lalu lintas di ruas tol Ngawi-Kertosono-Kediri.

Singing road (jalan bernada) di ruas jalan tol Madiun-Surabaya merupakan satu-satunya yang ada di Indonesia. Alat itu kami pasang untuk mengingatkan pengguna jalan tol agar selalu memperhatikan batas kecepatan dan memperhatikan rambu-rambu lalu lintas,” kata Direktur Utama PT Jasa Marga Ngawi Kertosono Kediri AJ Dwi Winarsa di sela-sela apel kesiapan menghadapi libur Natal dan Tahun Baru, Selasa (17/12/2019) sore. 

Baca juga: Natal dan Tahun Baru, Tol Kayu Agung- Palembang Digratiskan

Winarsa mengatakan, pemasangan singing road juga untuk menekan jumlah kecelakaan lalu lintas.

Pasalnya, setelah dipasang di daerah rawan kecelakaan di Km 618 jalur B, jumlah kasus kecelakaan itu lokasi itu berkurang.

Saat ini, singing road dipindahkan di Km 644 jalur B (arah Surabaya-Madiun) lantaran di lokasi itu rawan terjadi kecelakaan lalu lintas. 

Harapannya, setelah dipasang singing road, kasus  kecelakaan di titik itu tidak terjadi lagi.

Ia menambahkan singing road akan berbunyi manakala kendaraan bermotor yang melintas di titik itu kecepatan minimalnya 80 km/jam. 

Saat melintas di titik itu, pengendara seperti melewati jalan yang diberi garis kejut. Bunyi yang dikeluarkan berupa nada lagu "Selamat Ulang Tahun".

Baca juga: Tol Ibu Kota Baru Bakal Dilintasi 10.000 Pengendara

Tak hanya menambah fasilitas singing road, PT JNK juga menyiapkan aneka fasilitas lainnya seperti mobile reader bila terjadi antrean di pintu tol, posko kesehatan, hingga rekayasa gerbang tol agar tidak tidak terjadi kemacetan saat keluar.

“Kami juga memasang satu CCTV untuk setiap satu kilometer. Jumlah CCTV yang terpasang saat ini mencapai seratus unit,” kata Winarsa.

Kepada pengguna tol, Winarsa mengingatkan untuk mematuhi batas laju kecepatan maksimal 100 km/jam saat melintas di jalan tol.

Pasalnya, kasus kecelakaan banyak terjadi lantaran pengendara mengemudi dengan kecepatan di luar batas yang sudah ditentukan. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gunung Semeru Meletus Keluarkan Awan Panas dan Guguran Lava, Mengarah ke Lumajang

Gunung Semeru Meletus Keluarkan Awan Panas dan Guguran Lava, Mengarah ke Lumajang

Regional
BNPB Minta Warga Waspadai Lahar Dingin Pasca-letusan Gunung Semeru

BNPB Minta Warga Waspadai Lahar Dingin Pasca-letusan Gunung Semeru

Regional
Mantan Pejabat BNN Sumut Jadi Tersangka Dugaan Penggelapan Rp 756 Juta

Mantan Pejabat BNN Sumut Jadi Tersangka Dugaan Penggelapan Rp 756 Juta

Regional
Harga Cabai Rawit Merah di Cianjur Tembus Rp 100.000 Per Kg

Harga Cabai Rawit Merah di Cianjur Tembus Rp 100.000 Per Kg

Regional
Sungai di Manado Meluap, Warga Diminta Mengungsi

Sungai di Manado Meluap, Warga Diminta Mengungsi

Regional
Kronologi Kejar-kejaran Satgas Bea Cukai Vs Kapal Rokok Ilegal, Kapal Satgas Sempat Dilempari Bom Molotov

Kronologi Kejar-kejaran Satgas Bea Cukai Vs Kapal Rokok Ilegal, Kapal Satgas Sempat Dilempari Bom Molotov

Regional
Di Tengah Pandemi, Lapangan Migas di Sumsel Bukukan Kenaikan Produksi

Di Tengah Pandemi, Lapangan Migas di Sumsel Bukukan Kenaikan Produksi

Regional
BPPTKG Rekomendasikan Pengungsi di Luar Daerah Bahaya Letusan Merapi untuk Pulang

BPPTKG Rekomendasikan Pengungsi di Luar Daerah Bahaya Letusan Merapi untuk Pulang

Regional
Marah Tanah Warisan Ayahnya Digarap, Keponakan Aniaya Paman Hingga Tewas

Marah Tanah Warisan Ayahnya Digarap, Keponakan Aniaya Paman Hingga Tewas

Regional
PLN Pasang Telepon Satelit, Perlancar Koordinasi Penanganan Pasca-gempa Sulbar

PLN Pasang Telepon Satelit, Perlancar Koordinasi Penanganan Pasca-gempa Sulbar

Regional
Sumbar Siapkan 5 RS Rujukan bagi Warga yang Alami Efek Samping Vaksinasi

Sumbar Siapkan 5 RS Rujukan bagi Warga yang Alami Efek Samping Vaksinasi

Regional
Gubernur NTB Promosikan Sepeda Listrik Buatan Lokal ke Menpar

Gubernur NTB Promosikan Sepeda Listrik Buatan Lokal ke Menpar

Regional
Pegiat Bahasa Sunda Bersiap Sambut Hari Bahasa Ibu Internasional

Pegiat Bahasa Sunda Bersiap Sambut Hari Bahasa Ibu Internasional

Regional
Kematian Pasien Covid-19 di Atas 50 Tahun di Kulon Progo Terus Bertambah

Kematian Pasien Covid-19 di Atas 50 Tahun di Kulon Progo Terus Bertambah

Regional
Alumni Sekolah dan Komunitas Sosial Gelar Aksi Teaterikal Doakan Rahmania, Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kediri

Alumni Sekolah dan Komunitas Sosial Gelar Aksi Teaterikal Doakan Rahmania, Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kediri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X