Mural Wajah Susi Pudjiastuti di Tembok Ruko Slamet Riyadi Solo, Ini Pesan Moralnya

Kompas.com - 18/12/2019, 07:10 WIB
Seniman kawakan Indonesia yang juga penggagas lukisan mural tokoh nasional, Sardono W Kusumo (74) foto di depan mural wajah Susi Pudjiastuti di Solo, Jawa Tengah, Senin (16/12/2019). KOMPAS.com/LABIB ZAMANISeniman kawakan Indonesia yang juga penggagas lukisan mural tokoh nasional, Sardono W Kusumo (74) foto di depan mural wajah Susi Pudjiastuti di Solo, Jawa Tengah, Senin (16/12/2019).

SOLO, KOMPAS.com - Penggagas lukisan mural tokoh nasional Indonesia, Sardono W Kusumo (74), memiliki cerita tersendiri dengan mural wajah mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang dibuatnya bersama muralis Solo di tembok rumah toko (ruko) di kawasan Jalan Slamet Riyadi, Solo, Jawa Tengah.

Mural biasa dibuat identik dengan perlawanan, di tempat yang sepi, dan ekstrem. Sebaliknya, mural wajah Susi dibuat di tengah perkotaan dan dilihat banyak orang.

Menurut Sardono, dipilihnya lukisan mural wajah Susi karena menarik sebagai figur.

Baca juga: 5 Tempat Ikonik untuk Melihat Mural di Kota Solo

Terlepas dari kebijakan yang fenomenal dengan penenggelaman kapalnya, Susi merupakan pejabat pemerintah yang hanya lulusan SMP.

Sebagai seorang perempuan, Susi merupakan sosok yang pemberani. Kebijakannya yang mungkin banyak "perlawanan", Susi tetap konsisten dengan pendiriannya yang selalu menenggelamkan kapal asing pencuri ikan.

"Dia mewakili mayoritas dari kita yang pendidikannya kurang. Tetapi pendidikan formal tidak menjadi ukuran tentang sebuah prestasi kreatif itu," kata Sardono kepada Kompas.com di Solo, Jawa Tengah, Senin (16/12/2019).

Lukisan mural wajah Susi dibuat pada 2017. Sejak mural itu dibuat Susi sudah dua kali mendatangi mural tersebut.

Pertama, Susi datang pada September 2017. Susi tidak menyia-nyiakan kunjungannya itu dengan berswafoto di wajah mural dirinya.

Baca juga: Wagub Sulsel Minta Pesawat Milik Susi Pudjiastuti Beroperasi di Toraja dan Selayar

Kunjungan kedua pada 12 Desember 2019. Kali ini Susi datang tidak sendirian. Susi turut ditemani oleh tiga orang cucu. Bahkan, Susi mengajak ketiga cucunya itu untuk berswafoto di depan lukisan mural wajahnya.

Menurut Sardono, kunjungan kedua Susi bersama cucunya tersebut karena kangen dengan lukisan mural dirinya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Berani Kumpulkan Massa karena Pandemi, Cabup Malang Fokus Silaturahim ke Tokoh Masyarakat

Tak Berani Kumpulkan Massa karena Pandemi, Cabup Malang Fokus Silaturahim ke Tokoh Masyarakat

Regional
Video 2 Perempuan Berkelahi hingga Berdarah di Aceh, Ini Penjelasannya

Video 2 Perempuan Berkelahi hingga Berdarah di Aceh, Ini Penjelasannya

Regional
Polisi Tangkap 16 Terduga Perusak Kampus UNM dan Kantor Nasdem di Makassar

Polisi Tangkap 16 Terduga Perusak Kampus UNM dan Kantor Nasdem di Makassar

Regional
Satu Keluarga Korban Kebakaran di Legok Tangerang Dimakamkan Satu Liang Lahat di Gunungkidul

Satu Keluarga Korban Kebakaran di Legok Tangerang Dimakamkan Satu Liang Lahat di Gunungkidul

Regional
'Pejabat, Tolong Jangan Disalahgunakan, Ini Amanah dari Masyarakat...'

"Pejabat, Tolong Jangan Disalahgunakan, Ini Amanah dari Masyarakat..."

Regional
Warga Sumedang Diminta Tak Keluar Daerah Saat Libur Panjang Akhir Oktober

Warga Sumedang Diminta Tak Keluar Daerah Saat Libur Panjang Akhir Oktober

Regional
Kisah Nenek Sumirah Makan dan Tidur di Rumah Penuh Sampah Bersama 2 Anak Gangguan Jiwa

Kisah Nenek Sumirah Makan dan Tidur di Rumah Penuh Sampah Bersama 2 Anak Gangguan Jiwa

Regional
Ambulans Pengantar Pasien Covid-19 Tabrakan dengan Truk Fuso, Sopir dan Bidan Luka Parah

Ambulans Pengantar Pasien Covid-19 Tabrakan dengan Truk Fuso, Sopir dan Bidan Luka Parah

Regional
Teater Tak Mati di Tengah Pandemi

Teater Tak Mati di Tengah Pandemi

Regional
Ini Satu-satunya Kelurahan yang Belum Terpapar Covid-19 di Kota Padang

Ini Satu-satunya Kelurahan yang Belum Terpapar Covid-19 di Kota Padang

Regional
Setahun Menabung di Galon Kosong, Romdoni Bayar Pajak Mobil Senilai Rp 1,2 Juta Pakai Koin

Setahun Menabung di Galon Kosong, Romdoni Bayar Pajak Mobil Senilai Rp 1,2 Juta Pakai Koin

Regional
Pembunuh Wanita Hamil 7 Bulan di Bandung Ternyata Suami Siri, Pelaku Juga Bawa Kabur Harta Korban

Pembunuh Wanita Hamil 7 Bulan di Bandung Ternyata Suami Siri, Pelaku Juga Bawa Kabur Harta Korban

Regional
Pengacara Memohon agar Hakim Bebaskan Bupati Bengkalis Amril Mukminin

Pengacara Memohon agar Hakim Bebaskan Bupati Bengkalis Amril Mukminin

Regional
Bayar Pajak Mobil Pakai Koin, Pedagang Mainan: Para Pejabat, Tolong Jangan Disalahgunakan

Bayar Pajak Mobil Pakai Koin, Pedagang Mainan: Para Pejabat, Tolong Jangan Disalahgunakan

Regional
Detik-detik Seorang Warga Diserang Beruang Saat Berada di Ladang, Alami Luka Cakar di Bahu

Detik-detik Seorang Warga Diserang Beruang Saat Berada di Ladang, Alami Luka Cakar di Bahu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X