4 Fakta Tenggelamnya Perahu di Kabupaten Gowa, Hadiri Hajatan hingga Satu Ditemukan Tewas

Kompas.com - 13/12/2019, 13:58 WIB
Aparat Kepolisian di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan tengah menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) pasca tewasnya seorang pelajar SMP yang tenggelam usai perahunya terbalik di Sungai Jeneberang. Jumat, (13/12/20199). KOMPAS.COM/ABDUL HAQ YAHYA MAULANA T.Aparat Kepolisian di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan tengah menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) pasca tewasnya seorang pelajar SMP yang tenggelam usai perahunya terbalik di Sungai Jeneberang. Jumat, (13/12/20199).
Penulis Setyo Puji
|
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Polisi melakukan penyelidikan terhadap peristiwa terbaliknya perahu yang menenggelamkan tujuh pelajar sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (12/12/2019).

Seperti diketahui, akibat musibah itu, satu dari tujuh pelajar korban tenggelamnya perahu dinyatakan tewas karena diduga tidak bisa berenang.

Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat (Kasubag Humas) Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan mengatakan belum mengetahui penyebab pasti tenggelamnya perahu tersebut.

Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi.

Berikut ini fakta selengkapnya :

Baca juga: Perahu Terbalik, Tujuh Pelajar Tenggelam, Satu Tewas

1. Datangi hajatan

Aparat Kepolisian di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan tengah menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) pasca tewasnya seorang pelajar SMP yang tenggelam usai perahunya terbalik di Sungai Jeneberang. Jumat, (13/12/20199).KOMPAS.COM/ABDUL HAQ YAHYA MAULANA T. Aparat Kepolisian di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan tengah menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) pasca tewasnya seorang pelajar SMP yang tenggelam usai perahunya terbalik di Sungai Jeneberang. Jumat, (13/12/20199).

Musibah tenggelamnya perahu itu bermula saat korban menghadiri acara pernikahan gurunya.

Ketujuh korban itu di antaranya adalah Kiky (13), Ilfah (14), Puteri Ayu Indar (13), Hajrah (13), Fadly (14) dan Muhammad Ibnu Zaki (13) serta Wildan Ramadhan (13).

Usai menghadiri acara pernikahan itu, sekitar pukul 14.00 Wita para pelajar tanpa sepengetahuan gurunya kemudian pergi bermain di bantaran sungai Jeneberang yang tak jauh dari lokasi hajatan.

Para pelajar tersebut kemudian bermain menggunakan perahu yang biasa digunakan warga untuk beraktivitas di sungai.

Baca juga: Perahu Terbalik di Perairan Pangandaran, Satu Nelayan Hilang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

60 Warga Isolasi Mandiri, Desa di Magetan Berlakukan 'Lockdown'

60 Warga Isolasi Mandiri, Desa di Magetan Berlakukan 'Lockdown'

Regional
Karantina Wilayah, Batam Beri Sembako Gratis dan Pekerja Tetap Bekerja

Karantina Wilayah, Batam Beri Sembako Gratis dan Pekerja Tetap Bekerja

Regional
Kisah Evakuasi Harimau Sumatera 3 Hari Terjerat Tali di Riau: Petugas 2 Jam tembus Hutan, Temukan Luka Serius di Kaki

Kisah Evakuasi Harimau Sumatera 3 Hari Terjerat Tali di Riau: Petugas 2 Jam tembus Hutan, Temukan Luka Serius di Kaki

Regional
Cegah Covid-19 Meluas, Pantai Kuta dan Seluruh Obyek Wisata di Badung Ditutup

Cegah Covid-19 Meluas, Pantai Kuta dan Seluruh Obyek Wisata di Badung Ditutup

Regional
Cegah Penyebaran Corona, Dua Jalan Protokol Kota Magelang Ditutup

Cegah Penyebaran Corona, Dua Jalan Protokol Kota Magelang Ditutup

Regional
Karantina Lokal Gaya Kota Tasikmalaya

Karantina Lokal Gaya Kota Tasikmalaya

Regional
Saat Warga Gotong Royong Gali Terowongan Bawah Rel Kereta yang Tertimbun Tanah

Saat Warga Gotong Royong Gali Terowongan Bawah Rel Kereta yang Tertimbun Tanah

Regional
Cerita 60 Warga Desa Ini Isolasi Mandiri Setelah Ada yang Meninggal PDP Corona

Cerita 60 Warga Desa Ini Isolasi Mandiri Setelah Ada yang Meninggal PDP Corona

Regional
Jamaah Tabligh Meninggal Positif Corona, Polisi Isolasi Masjid At-Taqwa Bengkulu

Jamaah Tabligh Meninggal Positif Corona, Polisi Isolasi Masjid At-Taqwa Bengkulu

Regional
Viral Foto 'Lockdown' Desa di Magetan, Ini Penjelasan Camat Barat

Viral Foto 'Lockdown' Desa di Magetan, Ini Penjelasan Camat Barat

Regional
Dievakuasi dari Jerat Saat Wabah Corona, Harimau Ini Dinamai Corina

Dievakuasi dari Jerat Saat Wabah Corona, Harimau Ini Dinamai Corina

Regional
Per 1 April, KA Jurusan Palembang-Lampung dan Palembang-Lubuk Linggau Tidak Beroperasi

Per 1 April, KA Jurusan Palembang-Lampung dan Palembang-Lubuk Linggau Tidak Beroperasi

Regional
Pemprov Sulsel Siapkan Lahan Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

Pemprov Sulsel Siapkan Lahan Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

Regional
Fakta Ayah di Lampung Perkosa 2 Anak Perempuannya, Ditinggal Istri Jadi TKW hingga Ditangkap Polisi

Fakta Ayah di Lampung Perkosa 2 Anak Perempuannya, Ditinggal Istri Jadi TKW hingga Ditangkap Polisi

Regional
Tangani Corona, DPRD Solo Fraksi PKS Sumbang 2 Bulan Gaji

Tangani Corona, DPRD Solo Fraksi PKS Sumbang 2 Bulan Gaji

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X