Puluhan Rumah di Sukabumi Rusak Diterjang Angin Kencang

Kompas.com - 11/12/2019, 19:34 WIB
Awan hitam menggelayut di wilayah Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (11/12/2019). Foto diambil daei perkebunan teh Perbawati, kecamatan Sukabumi. KOMPAS.COM/BUDIYANTOAwan hitam menggelayut di wilayah Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (11/12/2019). Foto diambil daei perkebunan teh Perbawati, kecamatan Sukabumi.

SUKABUMI, KOMPAS.com - Puluhan rumah di wilayah Kecamatan Cibadak dan Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat, rusak diterjang angin kencang, Rabu (11/12/2019) sore.

Selain merusak rumah warga, sejumlah pohon juga ikut tumbang. Bahkan, ada yang menimpa rumah warga dan menutup jalan raya.

Informasi sementara, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Sejumlah petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi masih mendata ke beberapa tempat.

"Kami masih mengecek ke lokasi," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kabupaten Sukabumi, Maman Suherman, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Rabu petang.

Baca juga: 2 Hari Hujan di Kulon Progo, 20 Rumah Rusak, Pohon Tumbang Tutup Akses Warga

Pantauan Kompas.com  hujan disertai angin kencang dengan kilatan petir dan suara gemuruh di Sukabumi wilayah utara mulai berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB.

Di wilayah Desa Perbawati, Kecamatan Sukabumi, hujan sempat turun dengan deras disertai angin kencang. Belum lagi kilatan petir dan suara gemuruh seperti saling bersahutan.

Tiga petani yang sedang mengolah lahan pertaniannya di kaki Gunung Gede Pangrango pun langsung menghentikan aktivitasnya.

Mereka langsung berteduh dan berdiam di sebuah saung di sekitar lahan pertanian.

"Di sini tempatnya di daerah tinggi, jadi bisa melihat ke mana-mana. Ini hujan sepertinya merata ya, lihat saja awannya gelap," ujar salah seorang petani, Asep (50) saat berbincang dengan Kompas.com.

Karena hujan deras disertai kilatan petir berulang-ulang, dan diceritakan beberapa informasi mengenai kejadian tersambar petir, akhirnya mereka memilih mematikan ponsel.

"Iya Pak, handphonenya kita matikan saja. Takut tersambar kilatan petir," sambung Iman (22), salah seorang pemuda yang membantu orangtuanya mengolah lahan pertanian.

Baca juga: Diguyur Hujan Deras, 94 KK di Bitung Terdampak Banjir



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral, Foto Tenaga Medis Dilumuri Kotoran Saat Jemput Pasien Covid-19 di Surabaya

Viral, Foto Tenaga Medis Dilumuri Kotoran Saat Jemput Pasien Covid-19 di Surabaya

Regional
BPOM dan Bio Farma Akan Audit Vaksin Covid-19 ke Sinovac China

BPOM dan Bio Farma Akan Audit Vaksin Covid-19 ke Sinovac China

Regional
Mengunci Teman Kencan di Kamar dan Curi Motornya, HL: Saya Minta Uang, Dia Tidak Kasih

Mengunci Teman Kencan di Kamar dan Curi Motornya, HL: Saya Minta Uang, Dia Tidak Kasih

Regional
Update Uji Klinis Vaksin Covid-19, Sudah 1.089 Relawan Disuntik

Update Uji Klinis Vaksin Covid-19, Sudah 1.089 Relawan Disuntik

Regional
Kisah Pengubur Jenazah Covid-19, Menangis Lihat Keluarga yang Pasien Dikuburkan

Kisah Pengubur Jenazah Covid-19, Menangis Lihat Keluarga yang Pasien Dikuburkan

Regional
16 Tenaga Medis RSUD Soedono Madiun Sembuh dari Covid-19, Dipulangkan Hari Ini

16 Tenaga Medis RSUD Soedono Madiun Sembuh dari Covid-19, Dipulangkan Hari Ini

Regional
Polisi Tangkap Oknum ASN yang Cabuli Anak di Buton

Polisi Tangkap Oknum ASN yang Cabuli Anak di Buton

Regional
Sejarawan UGM Tanggapi Kontroversi Penyiksaan Para Jenderal di Film G30S/PKI

Sejarawan UGM Tanggapi Kontroversi Penyiksaan Para Jenderal di Film G30S/PKI

Regional
Tiga Bocah Temukan Janin Bayi di Sungai Cidurian Bandung, Diduga Hasil Aborsi

Tiga Bocah Temukan Janin Bayi di Sungai Cidurian Bandung, Diduga Hasil Aborsi

Regional
Soal Potensi Tsunami 20 Meter, Pemprov Jabar Siapkan Manajemen Krisis

Soal Potensi Tsunami 20 Meter, Pemprov Jabar Siapkan Manajemen Krisis

Regional
Tenaga Medis Jemput Pasien Covid-19 yang Punya Komorbid, Malah Dilumuri Kotoran

Tenaga Medis Jemput Pasien Covid-19 yang Punya Komorbid, Malah Dilumuri Kotoran

Regional
Tak Dibayar Usai Berkencan, Seorang PSK Curi Motor Pelanggan

Tak Dibayar Usai Berkencan, Seorang PSK Curi Motor Pelanggan

Regional
Tiga Ibu Hamil Positif Covid-19 Melahirkan di RSUCM Aceh Utara, Semua Bayinya Negatif

Tiga Ibu Hamil Positif Covid-19 Melahirkan di RSUCM Aceh Utara, Semua Bayinya Negatif

Regional
Tiga Kecamatan di Kampar Riau Berlakukan PSBM

Tiga Kecamatan di Kampar Riau Berlakukan PSBM

Regional
Riau Peringkat 3 Nasional Penambahan Terbanyak Kasus Covid-19, Setelah DKI Jakarta dan Jabar

Riau Peringkat 3 Nasional Penambahan Terbanyak Kasus Covid-19, Setelah DKI Jakarta dan Jabar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X